JANGAN NONTON SINETRON INDONESIA, BAHAYA!!!!
Juli 31, 2007
Banyak Bahaya yang Terkandung dalam Cerita ‘Picisan’ Sinetron Indonesia.
Sebenarnya ini adalah sekuel dari tulisan saya sebelumnya. Masih membicarakan tentang dunia perfilman tanah air yang katanya sedang bangkit dan mulai marak. Namun kali ini kita akan lebih fokus pada masalah sinetron bukan layar lebar.
Sinetron sebenarnya memberikan warna terhadap dunia pertelevisian kita. Kita bisa melihat bintang-bintang muda yang penuh bakat beraksi mempertontonkan kelebihannya. Namun apakah kalian sadar bahwa sinetron yang hadir di hadapan anda tak lain hanya sebuah cerita ‘bodoh’ yang akan mem’bodohkan’ kalian??!!
Sinetron Indonesia selalu tampil dengan artis-artis cantik, cowok keren, latar belakang keluarga kaya-raya, dsb. Itu semua akan membawa kita ke dalam pemikiran hedonisme (pandangan yang menganggap kesenangan adalah tujuan utama hidup). Sebenarnya hal ini sudah menjadi perdebatan panjang sehingga pada tahun 2004 lalu pemerintah China mengumumkan bahwa serial sinetron dari Korea dan Taiwan dilarang tayang di negerinya…. (Hebat!!!!!)
Lalu bila kita melihat dari segi seni peran itu sendiri, Lola Amaria, artis muda Indonesia, menyatakan bahwa sinetron saat ini hanya berupa pembodohan, pembodohan nasional itu bisa terlihat pada jalan cerita yang hanya menjual mimpi dan tema yang tak mau beranjak dari persoalan roman picisan (sumber di sini). Tema-tema picisan yang digarap dengan sistem manajemen ala ‘warung’ ikut memicu dangkalnya seni peran dalam sinetron.
Lalu kita lihat dari segi pendidikan. Sesungguhnya setiap cerita yang disajikan memiliki pesan moral (amanat) yang bagus, namun sayangnya hal itu tertutupi oleh cara penyajian yang terlalu kelewatan dan sangat jauh dari realita kehidupan masyarakat. Sehingga yang diambil oleh masyarakat setelah menonton sinetron adalah kebanyakan hal-hal negatif. Kita ambil contoh sinetron yang berlatar sekolah, lalu kita lihat bagaimana penampilan para siswa-siswi di sinetron itu. Subhanallooh sangat tidak sopan sekali. Dan celakanya hal inilah yang dicontoh oleh para pelajar kita.
Sinetron ‘Bodoh’ yang Dibuat oleh Orang ‘Bodoh’ Tanpa Kreativitas.
Begitu banyak judul sinetron yang tayang di tv, dan ternyata hampir seluruh sinetron itu adalah produk ‘jiplakan’. Dalam dunia seni kita mungkin mengenal pepatah “mulailah berkarya dari meniru karya orang lain“, tapi yang dimaksud di sini adalah kita boleh menjiplak namun tetap harus memiliki ciri khas yang positif yang kedepannya mampu membentuk karakter kita sebagai individu yang ‘unik’ atau berbeda.
Bila kalian ingin tahu sinetron-sinetron Indonesia yang merupakan hasil jiplakan dari produk luar negeri coba klik di sini dan di sini. Lalu lihat betapa memalukannya bangsa Indonesia yang hanya bisa menjiplak dan menjiplak saja!! Apa salahnya membuat cerita baru atau minimal ambil dari cerita-cerita novel karya anak bangsa ini.
Kita Terlalu Bodoh Untuk Menilai dan Memilih
Bila kita perhatikan kembali, para konsumen sinetron-sinetron Indonesia adalah kebanyakan pelajar, ibu-rumah tangga, dan para pembantu yang pada dasarnya tingkat intelektualitasnya masih rendah. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para produser film untuk membuat film murah dengan kualitas rendah namun laku dijual. Kenapa?? Karena kita belum cukup pintar untuk menilai kualitas sebuah karya seni.
Bagi mereka yang terpelajar dan memiliki intelektualitas tinggi (kita masuk gak ya??) mungkin mereka akan memilih tontonan-tontonan yang lebih bermanfaat bagi diri mereka ketimbang menonton sinetron.
Sampai kapan fenomena ini bertahan? Sulit ditentukan. Selama jumlah penontonnya masih banyak, selama production house masih produktif memproduksi (baca: menjiplak), dan sampai kita masih belum tersadarkan diri, fenomena ini masih akan berlangsung lama.
Akhir kata saya mengajak sahabat-sahabat sekalian untuk pintar dalam memilih tayangan televisi dan mulai sadar akan dampak yang ditimbulkan oleh tayangan tersebut bagi masyarakat di sekitar kita.
SINETRON INDONESIA…!!!!! HUA…BAKAR… BAKAR!!!! GAK MUTU!!!!!!
Entry Filed under: Seni dan Budaya, sosial. .
45 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
purmana | Juli 31, 2007 at 11:46 am
maap gak jual ‘PERTAMAX’

2.
yo3d | Juli 31, 2007 at 2:19 pm
Aku orang Indonesia….
Aku cinta Indonesia…..
Aku cinta produk Indonesia……
Tapi Kenapa Aku Benci Film Indonesia?????
3.
wedulgembez | Juli 31, 2007 at 2:26 pm
nonton aja telenovela….lho?…sama ya. nonton si unyil aja apa ya?. hehehe. ah mending nonton world discovery
4.
hendra_ku | Agustus 4, 2007 at 12:20 am
gwe setuju ma semua komentarmu
akting artis kita = sampah
sinetron = payah
punjabi - s**k
apalagi soundtracknya = d**n
artikel loe 100% mewakili yg gwe rasain, thanks bro,,,
makanya banyak penderita flu burung di Indonesia makin meningkat tajam, lha nontonnya sinetron terus, makanya berita tentang penyuluhan, pengenalan, dan pencegahan virus flu burung gk pernah ditonton, pantes deh, payah tenannnn,,,,
JAYALAH NEGERI INI !!!
5.
hendra_ku | Agustus 4, 2007 at 12:22 am
@purmana
maap gak jual ‘PERTAMAX’
wekekekekeke, ngekek gendero aku
6.
purmana | Agustus 4, 2007 at 5:45 am
[at] Hendra_Ku
Wah baru tau saya ada juga hubungan sinetron ama flu burung
Sinetron Indonesia yang bagusnya sih cuma tampang artisnya doank, cantik-cantik. Tapi kalo aktingnya payah sih tetep aja menyebalkan…
7.
julfan | Agustus 4, 2007 at 2:53 pm
makanya banyak penderita flu burung di Indonesia makin meningkat tajam, lha nontonnya sinetron terus,
bisa jadi bahan penelitian untuk magister nih, asyik
8.
Mihael "D.B." Ellinsworth | Agustus 4, 2007 at 3:31 pm
Benar. Kebanyakan anak - anak dan Ibu - ibu sekarang lebih memilih sinetron ketimbang Discovery Week-nya MetroTV.
Doraemon itu ditiru oleh SinemArt menjadi Eneng dan Kaos Kaki Ajaib ya ?
*Ngeloyor ke Fujiko F. Fujio Prod.*
9.
purmana | Agustus 4, 2007 at 4:19 pm
[at] Julfan
Bagus banget tuh…!!! Saya jamin pasti dapet NOBEL…!!
Hubungi aja tuh mas Hendra_Ku,,,,
[at] Mihael “D.B.” Ellinsworth
Oooh gitu toh…?? Jadi gara2 film2 Korea dan Jepang udah pada abis dijiplak, sekarang pindah ngejiplak Komik Jepang ya????
10.
Susahnya jadi Blogger Sel&hellip | Agustus 4, 2007 at 5:10 pm
[...] saya hadapi. Plagiarisme sedikit banyak adalah simbol jayanya sesuatu yang murahan, simbol matinya kreatifitas. meski tidak selamanya membawa dampak negatif. Mungkin apabila kita berpikir positif, tulisan kita [...]
11.
hendra_ku | Agustus 4, 2007 at 5:40 pm
[at]purmana
iya bro, sebenarnya bnyk berita penting lainnya, sprti baru² ini permen² produk china banyk yg menggunakan formalin, terus mainan² anak² yg catnya mengandung timbal, pasar² yg menjual daging glongongan, masalah PLTN, dll, itu kan berita²/info penting yg hrs di tonton&didengar, biar kita lbh tau ttng masalah yg terjadi skrng ini di negeri kita, lha koq pada rame² nonton sinetron yg gk ada ilmu, pengetahuan dan pesan moralnya
mungkin karena kebanyakan nonton sinetron, jd pada gk tau tuh sosialisasi tentang flu burung dan cara pencegahannya, makanya di negara kitakan yg paling banyak/sering yg terkena virus flu burung drpd negari lain di Asia.
[at]julfan
boleh² aja, semoga penelitian utk magisternya, lancar dan sukses ya bro
12.
tyka | Agustus 5, 2007 at 5:39 am
HUA…BAKAR… BAKAR!!!!
sabar Mas..sabar… sebel ato benci sama sinetron indonesia mah wajar. saya aja pernah nulis tentang kesebelan saya pada produk2 lokal itu disini.
tapi kalimat Mas diatas membuat saya miris. berkaitan dengan kebiasaan orang indonesia untuk main hakim sendiri dan gampangnya kita terprovokasi.
eits…kenapa komen saya jadi serius gini? maap
saya tau Mas juga cuma bercanda. anyway, selamat ya udah jadi mahasiswa. ntar kalo jadi mahasiswa, hati2 kalo ikutan Demonstrasi. mahasiswa juga gampang terprovokasi loh…. hehehe
salam kenal by the way.
13.
tyka | Agustus 5, 2007 at 5:40 am
oiya, one last thing: trans tv akan menayangkan serial asing produk amerika, Heroes mulai agustus ini, tiap jam 6 sore loooh!! bayangin! itu kan prime time bukan sih? jam-nya sinetron!
wajib tonton tu mas. denger2 bagus loh. mirip2 X-men gitu.
14.
bakazero | Agustus 5, 2007 at 1:48 pm
wow heroes… dah tamat session 1 euy nontonnya.
tentang sinetron indonesia, setuju ma tulisan kang purmana, masyarakat sekarang lebih mudah menyerap sesuatu tanpa adanya filterisasi, karena memang tidak memiliki dasar pemikiran yang cukup.
saya malah lagi suka dorama2 dari jepang. banyak banget nilai2 yang disampaikan… (lagi suka nodame nih…
15.
purmana | Agustus 5, 2007 at 2:01 pm
[at]Hendra_Ku
Ooooh gitu toh hubungannya…. Emang bener juga sih,
Masyarakat jadi kurang peka terhadap kejadian2 di sekitarnya…
[at]Tyka
Liat Visi Misi blog ini… (maaf skrg masih under construction),,, Blog ini adalah tempat untuk bicara bebas… apa yang terpikir langsung ditulis tanpa melihat dahulu aturan dan tata-cara penulisan…
Kalau mau lihat tulisan saya yang sesuai aturan kunjungi aja :
http://suarapelajarindonesia.wordpress.com/
Heroes…??? Kayaknya bagus tuh
[at]Bakazero
Saya punya pertanyaan nih…
Yang bertanggung-jawab untuk mendidik masyarakat agar mengetahui tayangan yang berkualitas itu siapa…???? Lalu bagaimana langkah2 yg harus ditempuh dalam menjalankan proses pendidikan itu,,,?
*digebuk karna banyak nanya*
16.
chielicious | Agustus 6, 2007 at 12:44 pm
Halahh daripada nongton shitnetron..lebih baik aku… main layangan sajaa…la la la la la la~
17.
rdayt | Agustus 7, 2007 at 5:44 pm
Betul banget bro….
kalo gue siy pulang kantor, daripada nonton sinetron mendingan hang out ama temen-temen… biasanya siy gue nongkrong di pintu utama taman mini indonesia indah… kalo malam banyak anak-anak motor pada free style… biasanya gue tukang moto-motoin mereka.. terus gue ajak ngobrol.. lumayan jadi nambah temen… atau kalo punya waktu luang besok hari… palingan clubbing… itung2 cari keringet asalkan tanpa narkoba.. kekekekkeek
Dan yang pasti, asal ada gue di rumah.. gak akan gue biarin orang-orang rumah (baca : bonyok and 2 ade gue (cewe : kls 1 SMA, cowo : kuliah semester 3)) nonton sinetron yang ceritanya basi…basi.. dan basi banget.. Huahahahaha…. puas banget.
18.
ninoy | Agustus 10, 2007 at 5:21 pm
hemm…..banyak juga ya yang benci ama sinetron indonesia enih..termasuk saya nih..suka ngerasa konyol dan malu sendiri kalo nonton sinetron indonesia entuh, abisan mulai dari ceritanya aja ga masuk akal…udah gt penampilannya itu..duuuh keknya kalo rok ga di atas paha ga bisa di bilang cantik…cewe ato cowo pake kacamata pasti culun, yang ga bisa make-up pasti cupu…duuuuh emang mau sekolah apa mau catwalk siiih..mari kita tumpas budaya hedonisme itu dengan menumpas orang-orang india ituh hahahahaha
19.
andry | Agustus 18, 2007 at 6:40 am
ternyata ada daftarnya nih:
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_sinetron_Indonesia_yang_mirip_dengan_sinema_lain
20.
Vania | Agustus 19, 2007 at 4:14 pm
gk smu sinetron itu jlk kli !!!!!!!!!!!!! AdA koK siNetrOn yaG menDidiK taU !!!!!!!
21.
Vania | Agustus 19, 2007 at 4:17 pm
yang BuaT kyK giNi cMn orAG BEGO !!!!!!!!!! ya Kyk Lo itu Deh !!
22.
Cindy Desianty | Agustus 19, 2007 at 4:23 pm
Eh ngoMong^^ gw seTuju bGt tuH !
23.
Riko Winseralo | Agustus 19, 2007 at 4:27 pm
#:-S >:p =D>
O 
24.
Riko | Agustus 19, 2007 at 4:32 pm
#:-s >
=d>
O 
25.
agus | Agustus 20, 2007 at 12:03 pm
saya orang indonesia tapi jangan harap saya akan bangga terhadap sinetron produk indonesia (atau india ya? mengingat produser yang berkisar di P***j**i)
Pulang kerja, pasti saya setia nunggu jam malem (wita) dan nonton Heroes!! yeah, finally i can watch them. jalan cerita nya lompat2, kayaknya emang begitu gaya serial yang keren, jadi harus setia nontonnya.
abis Heroes? matiin TV nya dong.
saran? jangan biarkan adik2 kita (yang masih polos dan kurang pengetahuin) menonton sinetron!!
26.
pemirsa | September 28, 2007 at 4:55 pm
aq setuju banget.. kalau sinetron indonesia sekarang banyak enggak betulnya.. alias norak banget…
apalagi tayangan sinetron di rcti iii memuakkan.. !!!!
27.
pemirsa | September 28, 2007 at 4:59 pm
aq..juga heran darimana sii di liat rating sinetron bagus enggak bagus… padahal menurut survei aq belakang ni.. banyak orang mengeluh dan tidak suka lagi nonton sinetron indonesia.. and jelas2 orang2 pada memaki semua sinetron2 yang diputar di rcti.
28.
bakazero | September 28, 2007 at 11:22 pm
Purmana berkata :
kalo mo kongkrit sih ya dari keluarga masing2…
himbauan pemerintah juga perlu, cuma susah nyampenya euy…
29.
Doni Setiawan | Oktober 13, 2007 at 12:17 am
wuih pada hebat-hebat ya…kapan turun ke jalan bangunkan orang-orang?? dari berapa persen (banyak) orang indonesia yang liat sinetron cuma beberapa persen(sedikit) yang bisa tau info ginian lewat internet..
30.
aneu | Oktober 30, 2007 at 4:40 am
Saya salut sama ade qta ini (maaf nih dibilang ade soalnya umur saya udah kepala 3 ha…ha….).
saya kira anak skarang pada suka nonton sinetron ato apalah namanya pokonya semua siaran2 tdk bermutu. ternyata alhamdulillah ada juga yang pikirannya terbuka.
hebatlah saya salut banget.
tapi ngomong2 jangan disama ratakan dong ibu RT pasti suka sinetron soalnya saya juga ibu RT nih.
semoga ade qta ini bisa ajakin temen2nya kegiatan bermanfaat daripada nonton yang gak mutu.
31.
skid | Oktober 30, 2007 at 2:08 pm
indonesia sinitron sucks….
32.
skid | Oktober 30, 2007 at 2:09 pm
indonesia sinetron sucks….
33.
Andre | Desember 22, 2007 at 9:56 pm
Itu sih dah basi. Lagian masih bagusan sinema indonesia yg jaman 1985-an ke belakang. Sinetron ama Sinema yang ditayangkan di Indonesia sekarang ngga ada mutunya. Mendingan nonton yang laen aja. Banyak siaran pilihan yang ngga kalah mutunya sekarang, selain sinetron.
34.
KK-Ans | Januari 4, 2008 at 9:03 pm
nonton sinetron indonesia..?? wallaaaaa buang-buang waktu aja gak ada gunanya. selain menjiplak hasil karya dari negeri lain dan lakonnya kurang ekspresif, sinotron juga terlalu banyak ‘berkhayal’ dan ‘bermimpi’ yang indah-indah. Karena itu rasanya tak berlebihan kalau saya katakan bahwa sinetron itu sebetulnya ‘pil ekstasi’ jenis baru yang dikonsumsi lewat layar kaca. Ia melemahkan daya kreatifitas dan mengajak orang hanya untuk berkhayal dan bermimpi tanpa kerja keras. mau dibawa kemana generasi sinetron kita kini…? Untuk saya sinotron itu ‘no way’ mendingan nonton film kartun Tom & Jerry yang lucu dan penuh daya kreasi ketimbang nonton sinetron.
35.
sinfuck | Januari 24, 2008 at 4:00 pm
Dah sari sononya indonesia tukang jiplak…!
bahkan sampe lambang negara ama bendera aja jiplak polandia
hehehe
36.
Banner Anti Sinetron R&hellip | Januari 29, 2008 at 8:09 am
[...] http://geowana.wordpress.com/2007/07/31/jangan-nonton-sinetron-indonesia-bahaya/ [...]
37.
al | Januari 30, 2008 at 9:48 pm
geo…teman kuwh yang IP nya sama,,,wehehe…
Udah pokonye gue dukung loh “ANTI SINETRON INDONESIA”
Ga kreatif…ciuma bisa niru2 aja…
bner gagh???
38.
al | Januari 30, 2008 at 9:52 pm
mending nonton discovery chanel yeh or scient discovery…
jauh lebih mutu…
gimana Indonesia gak mau maju…
remaja2 nya kebanyakan di cekoki visual2 or tayangan yang ngeracunin otak…
gagh guna…
39.
Mihael "D.B." Ellinsworth | Februari 9, 2008 at 9:46 am
Err, malah saya nggak akan nonton TV.
40.
hanin | Februari 28, 2008 at 8:52 am
Mas, numpang nge-hot-link banner anti sinetron-nya di blog ku. Awas kalo ga boleh
41.
dewangga | Februari 28, 2008 at 1:19 pm
Setuju… saya juga pernah nulis tentang sinetron Indonesia…..
42.
Michael Wong | Februari 29, 2008 at 3:05 pm
nonton sinetron bikin pusing…tapi tiap hari mencet2 remote tv,isinya sinetron semua..tambah pusing dah,mending tiduuuuurrrr
43.
chotib | Maret 4, 2008 at 9:47 pm
daripada puyeng2 mending kluarga ama klen punjabi bakar aja.. yar puas…!! dia tuch dalang perusak bangsa kita…!! wat artis sinetron pa lagi yg baru2…!! jablay lo semua… kaga punya harga diri mau aja disuruh maen pelem kaga bermutu…!! klo gw boleh usul lagiee tar klo ada syuting sinetron di sekitar rumah lo.. lo kumpulin aja massa trus lo bubarin tuch syutingnya…!! lebih kongkrit khan.. sukur2 kalo ada si punjabi bangsat… lo cincang trus lo sate aja tuch org…!! Di India punjabi cuma supir bajaj disini jadi org kaya… dasar org Indonesia.. ama org India yg bodoh aja bs di bodoh2in pa lagi ma org barat yg lebih pinter dari India abis dagh kita… udah ah.. bikin gw emosi ajah..!! oh iya wat SBY… berak lo..!! mana kepedulian lo wat anak bangsa..!! malah bikin album nyanyi lagiee kaya bagus aja suaranya… Kunyuuuuk…!!!
44.
desty | Maret 11, 2008 at 1:04 pm
sinetron noraks!!!
AYO!! BANGKIT iNDONESIAKU…
JANGAN MAU NONTON SAMPAH!!!
Ayo Orang2 MassKom….
bikin film yang keren…
realita, ringan, menghibur…
pengrusakan KARAKTER BANGSA!!
BWT ARTIS…
JANGAN MAU ASAL NGETOP…
45.
jie | Mei 17, 2008 at 9:33 am
hehe.. tau tuh, mau2nya aj kt dikuasain sm india2 itu.. mdig mrk jualan bahan aj di mayestik,gw jamin ga bikin masyarakat ngamuk dah.. hehe ud gt,skrg film bioskop jg dikuasain ama org2 itu, nyebelinnnn… ky karya mrk bagus aj… !@#$%&*( uda gt banyak tiruan dari drama asing, ud niru2 gak mo ngaku n sok2 dirubah lageee…. hahahaha.. norak..
trus2 kl bikin film yg realistis napa.. masa agnes monica jd org kere.. tampangna ga cocok, mnding gw aj skalian.. hehehe.. ngarep.com