Pandangan Orang ‘Culun’ Tentang Geng Motor
November 16, 2007
Wah… wah… busyet deh genk motor kembali merajalela di Kota Bandung tercinta ini. Sebenarnya masalah geng motor ini sudah ada sejak dulu, sewaktu saya SD (sekitar tahun 1999 – 2001) geng motor macam GBR, XTC, Brigez, FAG, dsb. cukup ramai diperbincangkan, lalu kemudian menghilang gejolaknya beberapa saat. Kejadian yang cukup menyedot perhatian adalah saat penyerangan yang dilakukan sebuah geng motor kepada SMAN 5 Bandung, sekolahku dulu, pada Juni 2005 lalu (Pikiran Rakyat, 2005). Saya kebetulan menjadi saksi mata saat penyerbuan berlangsung, saya melihat kebiadaban para anggota geng tersebut melempari kaca, pagar, tembok, dan atap sekolahku bahkan beberapa mobil yang diparkir di sekitarpun mereka pecahkan kacanya. Sungguh peristiwa yang sangat menakutkan. Setelah kejadiaan itu semakin maraklah ulah beringas geng motor di Kota Bandung ini, dan mungkin sekaranglah puncaknya.
Jujur saja saya belum bisa mengerti mengapa mereka, para siswa SMP dan SMA, bisa menjadi anggota geng motor. Saya pun pernah merasakan saat SMP dan SMA dan kebetulan SMP dan SMA saya juga terkenal banyak musuhnya (sering tawuran lho…), tapi belum sekalipun saya ikut-ikutan tindakan anarkis seperti itu. Saya lebih senang menghabiskan masa puber saya di depan rental game, internet dan lapangan sepak bola. Saat beberapa teman saya sibuk mengurusi tindakan sok jagoan mereka, saya sih malah ngeloyor pergi ke tempat main Counter Strike, Peduli amat ama yang gituan…!!
Tentang anggota geng motor itu sendiri, saya rasa kebanyakan mereka tuh berasal dari SMP dan SMA/SMK pinggiran Kota Bandung (Bukan berarti SMP/SMA kota tidak ada). Mereka tuh berada di persimpangan gaul ala kampung dan ala kota, bisa dilihat dari penampilan mereka yang sok-sok gaul tapi sebenernya tuh menjijikan banget….!! (ya… kaya penampilang KANGEN BAND gitu dech). Mereka pun lebih rentan akan pengaruh-pengaruh negatif, ingat mereka ini adalah remaja yang sedang mencari jati diri mereka sendiri dan emosi mereka sangat labil. Selain itu kurangnya fasilitas untuk mengekspresikan emosi mereka cukup memberi andil dalam terjadinya fenomena seperti sekarang ini. Seharusnya pemerintah kota membuat beberapa spot dan event untuk anak-anak muda dan jangan lupa fasilitasi untuk anak-anak aliran Underground, Punk, Metal, Emo dsb. Yang notabene dianggap sebagai kaum brutal oleh masyarakat.
Saya memiliki sedikit unek-unek bagi anggota geng motor; Sebenarnya apa yang kalian cari dari tingkah laku kalian?? Kebanggaan??? Apakah kalian bangga bila telah menyengsarakan hidup orang lain…? Pernahkah kalian berpikir tentang masa depan kalian? Dimana kalian akan melanjutkan pendidikan, dimana kalian akan bekerja, bagaimana jodoh kalian nanti apakah seorang wanita soleh, bagaimana masa tua kalian??? Kalian tuh cuma mengikuti nafsu sesaat belaka, cobalah berpikir lebih panjang sedikit.
Saran saya bagi warga Bandung, jangan terlalu cepat men-judge dan memberikan hukuman sosial bagi para anggota geng motor, coba pikir dan pahami mengapa mereka bisa menjadi seperti itu, dengan begitu kita dapat menarik benang merah dari fenomena ini dan kemudian mencari solusi pemecahannya. Bila kita lawan geng motor dengan emosi dan otot kita, lalu apa bedanya kita dengan berandalan tersebut ???
Ah… Entahlah, apa tulisan ini bisa bermakna atau tidak, yang pasti saya yang selalu dianggap orang culun saat SMP dan SMA ini pun memiliki opini tersendiri tentang perilaku anarkis geng motor. Yang pasti ke-’culun’-an saya ini pun telah memberikan banyak berkah ketimbang orang-orang yang sok jagoan.
Tong sok jaragoan lah maraneh. Masih leutik wae geus loba gaya, rek jadi naon pas sia gede engke… rek jadi bangsat, garong…?? Ah paling oge jadi pangangguran sia mah!!! Ngahesekeun kolot we bisana… Leuwih goblok ti sato maraneh teh nyaho…!!!
Link Terkait :
Entry Filed under: Kota Bandung, Lingkungan, Manusia, sosial. .
15 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1.
caplang™ | November 17, 2007 at 12:04 am
emang ada afa dng penampilan kangen band?
mereka cuman berani kalo lagi rame-rame
coba aja tantangin satu lawan satu
2.
annisa | Juni 1, 2009 at 3:23 pm
liat aja anggota nya adalah para penjabret, perampok…dan banyak juga yang residivis…
semuanya anak2 beragajulan yg merasa sok jago…
tp setelah disidang dikenakan hukuman penjara ehhh.. jadi nangis… haha sok jago nan cengeng…
apa itu yang dinamakan terdidik??
sumber:
http://www.antara.co.id/arc/2007/12/5/dituntut-empat-tahun-anggota-geng-motor-menangis/
http://www.antara.co.id/arc/2008/6/23/panglima-geng-motor-brigez-residivis/
3.
purmana | November 17, 2007 at 11:19 pm
Ada Apa Dengan Penampilan Kangen Band????
Wah, gak usah dijawab juga harusnya mengerti. Penampilan udik dengan muka residivis (kata lagunya 8 ball sleeples) Jijik banget diliatnya……
Udah ah malah jadi ngomongin Kangen Band. Yang pasti kalo orang boleh bebas menyatakan suka pada Kangen Band, maka orang lain pun harus bebas juga menyatakan benci dan jijik pada band kampungan itu…. Fair kan???
Namanya juga ‘Geng’ donk mas, pasti selalu bertingkah kalau sedang berkumpul. Kalo sendirian sih bukan Geng namanya……
4.
rozenesia | November 21, 2007 at 11:14 am
Aku kadang bingung akan jalan yang dipilih. DI sisiku, kurasa alan itu negatif, tapi tidak selalu di sisi orang lain, dan di sisi orang tersebut.
Menyuarakan yang diketahui dan tidak diketahui adalah kepuasan. Tapi apakah yang diketahui itu justru memuaskan? Atau malah tidak mengetahuilah yang membebaskan?
5.
atmo4th | November 21, 2007 at 3:29 pm
biarlah, kasian gak punya hiburan lain haha…
6.
Darth Spitod | Desember 1, 2007 at 10:15 pm
Remaja mencari masa depan…
Bila mereka menemukannya, mungkin tidak akan ikutan geng motor.
Pemerintah harusnya bisa memberikan anak-anak terpinggir itu masa depan.
7.
Gustian | Desember 13, 2007 at 11:40 am
Kalau sudah tidak bisa dengan cara ajakan atau tindakan preventif pun tak membuahkan hasil, apakah cara kekerasan masih bisa dianggap sebuah solusi??
8.
StreetPunk | Desember 21, 2007 at 4:46 pm
Tentang geng motor…
F**k u all, b***h!
Tentang kangen band…
Aku sih bukan penggemar kangen band, cuma agak heran kok mereka bisa sukses.
Jadi kesimpulannya, aku kagum dengan kangen band, tapi tidak suka alias nggak hobi.
O iya aku dah denger lagu 8 Ball Sleeples In Mind – Kangen B***h. Penataan musiknya cukup bagus, tapi liriknya sangat parah.
9.
Marduk | Januari 25, 2008 at 5:25 pm
@GengMotor: Fuck off bitches!!
@Kangen Band: Kurang lebih sama ma yg diatas.
@Purnama: Nice post! Oh and Inter 2 – 1 Milan…. Hehehehe….
10.
Uday_Sexy | Februari 14, 2008 at 11:22 am
menurut sy, adakala kita harus melihat sesuatu lebih dekat.
kita g bs ngecap suatu komunitas jelek tanpa tau alasan mereka…
geng motor emang brutal tp msh banyak komunitas lain yg pengen jd sok brutal, mis:komunitas underground, anak punk ampe suporter sepakbola….kesimpulannya: bangsa kita emang bangsa brutal klo mo di ubah mulailah dari diri kita masing2 ok!
11.
pecinta kangen band | Maret 16, 2008 at 7:14 pm
kangen band is the best, tiada tandingannya soal kekampungannya. HIDUP kangen band
halah ieu teh jadi kangen band lainna genk
12.
al | Maret 18, 2008 at 10:54 pm
huahaha…genk motor
sok2an aja kerjanya, kalo lagi ngumpul baru berani ngajak ribut..kalo sendirian??ayam….
lagian bikin genk tu yang berguna bagi hajat hidup orang banyak ngapa,,,bukan malah menyusah kan…
apa gitu yang kalian dapat selain sumpah serapah dari masyarakat sekitar??
Ingat…kiamat sudah dekat..loh??lebay ah**
13.
Calon Mendiknas 2030 | Juni 20, 2008 at 7:40 pm
kayak kangen band
14.
anjing | Oktober 27, 2008 at 6:43 pm
geng motor anjing,,
mereka belagu,,,
tai buat semuanya…
dari geng mobil
15.
inggit | Januari 17, 2009 at 11:22 am
mending belajar daripada ikutan genk motor.
you know??????????????