Saat Guru Tak Berdaya di Depan Muridnya

Sekedar buat renungan kita semua aja…. :D

Kemerdekaan bangsa Indonesia menjadi inspirasi kemerdekaan sejumlah negara di Asia Tenggara. Indonesia juga pernah dijadikan guru negara-negara tetangga. Mampukah bangsa ini mempertahankan itu semua?

“Indonesia adalah guru yang baik,” ujar Ketua MPR Hidayat Nurwahid, dalam Seminar Nasional 100 Tahun Kebangkitan Nasional, di JMC, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (18/5/2008).

Dikatakan Hidayat, negara-negara di Asia Tenggara merdeka setelah terinspirasi oleh kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut lantaran proses kemerdekaan Indonesia berbeda dengan negara berkembang lainnya. “Kita ada semacam sumpah pemuda,” imbuhnya.

Demikian pula ketika sejumlah guru Indonesia diminta untuk mengajar di sejumlah sekolah di Malaysia. Hal tersebut, menurut mantan Presiden PKS ini sungguh membanggakan bangsa Indonesia. “Tapi sekarang kita mengirim TKW dan TKI ke sana,” sesalnya.

Di bidang bahan bakar minyak (BBM), menurut Hidayat, Petronas Malaysia juga belajar dari Pertamina. Dari proses belajar itu, Petronas akhirnya berkembang menjadi perusahaan yang sangat kuat. Terbukti dengan simbol menara kembarnya, dan mampu menyeponsori pertandingan kelas dunia seperti F-1.

Di bidang pangan, Indonesia pernah mengekspor beras ke beberapa negara ke Asia Tenggara seperti Vietnam. Ironisnya, justru Indonesia yang kini mengimpor beras dari Vietnam.

“Kalau Uber kalah dengan China itu nggak papa. Tapi kalau Thomas kalah dengan Korea yang urutannya ada di bawah Indonesia, kenapa? Padahal mereka (Korea) belajar dari sekolah Ragunan (sekolah atlet Indonesia),” keluhnya.

(sumber : Okezone)

1 comment Mei 18, 2008

PENTINGNYA SEBUAH ILMU MATERIAL

Sebelumnya saya ingin menaruh tulisan ini di suarapelajarindonesia, tapi mengingat popularitas blog tersebut yang sangat kurang maka saya memutuskan menaruhnya di sini saja.

—-

Mungkin awalnya hanya sebuah salah pilih yang terkesan terburu-buru bagi diri ini kala lulus dari SMA satu tahun lalu. Tak adanya cita-cita yang pasti dan belum mengenal potensi dan kompetensi sesungguhnya yang ada dalam diri ini, maka dipilihlah Teknik Material ITB sebagai tempat kuliah saya saat ini.

Kini setelah satu semester lebih merasakan iklim belajar di Teknik Material, saya merasa sebagai salah satu orang yang paling beruntung. Mengapa? Karena saya telah ditempatkan di jalur yang cukup potensial dan cocok dengan potensi dan kompetensi yang saya miliki. Kemampuan menganalisis suatu hasil pengamatan fisik dan menuangkannya dalam bentuk kuantitatif sangatlah diperlukan oleh seorang mahasiswa Teknik Material. Maka tak pelak lagi, ilmu-ilmu semacam kalkulus, kimia dan fisika haruslah dikuasai dengan baik.

Dalam kesempatan kali ini saya ingin menulis tentang beberapa hal yang menjadi bahasan di Teknik Material, tentunya hanya bersifat pengenalan dan aplikatif. Hal ini dikarenakan saya melihat kebutaan masyarakat kita akan Teknik Material, baik itu dari bahan kajiannya, istilah-istilah umum, hingga prospek kerja dan peranannya di dunia industri.

BAB I : SIFAT-SIFAT MATERIAL

Dalam sebuah pemilihan material yang cocok maka diperlukan pengetahuan akan sifat dari material tersebut. Walaupun memang sudah ada standar baku yang mengatur akan kandungan bahan-bahan pembentuk yang akan membangun sifat material, namun keahlian untuk menentukan berdasarkan metode-metode pengujian material sangatlah penting bagi seorang material engineer.

Sifat-sifat (Properties) material yang dimaksud adalah :

  1. Sifat Mekanis
  2. Sifat Elektris
  3. Sifat Elektrokimia
  4. Sifat Magnetik
  5. Sifat Termal
  6. Sifat Enegetika
  7. Storage / Memory

Bila kita lihat kembali, maka sifat no.6 dan no.7 adalah masalah baru dalam dunia material. Dalam arti, masalah tersebut muncul akibat perkembangan teknologi yang baru terasa dampak besarnya akhir-akhir ini. Terlebih pada hal Storage / Memory dari suatu material, dimana dalam hal ini akan dibahas akan kemampuan dari suatu material untuk menyimpan data.

Aplikasi dalam hal Storage / Memory dari suatu material salah satunya adalah flashdisk, yang dimana saat ini dituntut agar bisa menyimpan data yang lebih besar dan besar lagi. Maka dari itu, diperlukanlah suatu material yang mampu menyimpan data berukuran besar di dalam volume yang seminimal mungkin.

Yang akan banyak dibahas di sini adalah tentang mechanical properties dari suatu material, maklum saja sebab penulis adalah mahasiswa baru material yang memang belum berkompeten untuk menjelaskan lebih banyak.

BAB II : SIFAT MEKANIK MATERIAL

Agaknya menyedihkan juga bagi pendidikan dasar dan menengah di Indonesia yang kurang mengenalkan istilah-istilah dunia material. Sebagai contohnya adalah masih simpang-siurnya jawaban tentang apa itu kekuatan, kekerasan, keuletan, getas, dan ketangguhan dari suatu material.

Kekuatan adalah kemampuan suatu material dalam menerima beban, semakin besar beban yang mampu diterima oleh material maka benda tersebut dapat dikatakan memiliki kekuatan yang tinggi. Dalam kurva stress-strain kekuatan (strength) dapat dilihat dari sumbu-y (stress), semakin tinggi nilai stress-nya maka material tersebut lebih kuat. Untuk memperjelas, silakan lihat kurva stress vs strain (tegangan vs regangan) berikut : Klik untuk Baca Keseluruhan

13 comments Mei 1, 2008

KAMPUS HANYA UNTUK INDUSTRI

Terinspirasi dari obrolan ringan dengan seorang SWASTA (Mahasiswa Tingkat Akhir) Elektro di Sekre HATI, Sunken Court, beberapa waktu lalu yang (mungkin karena sedang pusing mikirin TA) membicarakan tentang prospek-prospek kerja berbagai program studi yang ada di kampus ITB ini.

Entah ingin memuji ataukah memang benar-benar kenyataan lapangan, SWASTA tersebut mengatakan bahwa saya sangat beruntung masuk ke jurusan Teknik Material ITB. Dia mengatakan bahwa saat ini ilmu material sangat diperlukan di banyak industri baik itu skala kecil hingga internasional.

Saya pun tak lantas ge-er dan mengembangkan hidung mendengar kata-kata itu. Saya bertanya tentang alasan dari statement yang dinyatakan olehnya tadi.

Dia mengatakan bahwa ilmu yang paling berkembang dan potensial saat ini ada 3, yaitu; Elektro, Biologi, dan Material. Lalu dia dengan sedikit gaya bicara dosen mulai menerangkan bahwa salah satu concern bidang elektro saat ini yaitu menciptakan alat-alat yang berukuran sangat kecil, entah itu mikro, piko, atau nano. Untuk menciptakan alat-alat berukuran sangat kecil maka dalam pembuatannya haruslah bermain di tingkat atom, bahkan proton dan elektron. Maka dari itu untuk memindahkan dan merekayasa atom-atom tadi diperlukan bantuan protein yang merupakan bidang dari biologi. Yah kurang lebih dan salah benarnya seperti itu.

Khusus untuk Teknik Material, dia mengatakan bahwa saat ini juga perkembangan dunia elektro cukup bergantung pada penemuan-penemuan di bidang material. Contohnya, adalah penemuan bahan isolator dengan konduktivitas mencapai 0 (nol) yang nantinya bisa dipakai untuk melindungi kinerja superkonduktor yang akan dipakai untuk membuat prosesor super cepat. Perlu diketahui bahwa superkonduktor saat ini hanya bisa bekerja pada suhu sekitar -20 derajat Celcius, jauh dari suhu ruangan, 25 derajat Celcius.

Pada akhirnya dia menyimpulkan bahwa Teknik Elektro, Biologi, dan Material memiliki masa depan yang cerah karena ilmunya sangat diperlukan oleh bidang industri-industri saat ini.

Lalu saya nyeletuk nanya, “Kak kalo Astronomi nanti kerja di industri kaya apa ya?” (Maaf bukan maksud mengejek suatu prodi tertentu).

SWASTA itu pun menjawab bahwa saat ini bidang Astronomi prospeknya tidak baik khususnya di Indonesia. Kenapa ? Karena prioritas dan pandangan Perguruan Tinggi di Indonesia saat ini hanya menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang dibutuhkan oleh industri. Dengan kata lain bila industri banyak membuka permintaan akan suatu ahli bidang tertentu maka perguruan tinggi-pun akan membuka program studi atau jurusan yang dimaksud.

Lalu sekarang permasalahannya, apakah ada industri di Indonesia yang bisa menampung lulusan Astronomi? Saya rasa hal itu belum ada. Hal ini sangatlah berbeda dengan kenyataan yang terjadi di luar negeri dimana ilmu-ilmu science mendapatkan tempat terhormat walaupun tidak berhubungan langsung dengan industri.

Kita ambil contoh, pada tahun 2007 lalu saat dilakukan penelitian tentang keabsahan PLUTO sebagai salah satu planet tata surya kita, coba bayangkan berapa juta US$ yang dikeluarkan untuk meneliti hal tersebut. Lalu coba kita pikirkan kembali, apakah hasil dari penelitian ini akan berpengaruh pada bidang industri ??? Saya kira industri tak mau tahu tentang masalah PLUTO yang nun jauh di sana. Tapi di sinilah kehebatan dan kekuatan dari science, dimana tempat kita untuk bertanya, meneliti, berfikir dan berdiskusi tentang rahasia-rahasia yang ada di alam ini.

Industry-Oriented yang diterapkan hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia telah menyebabkan hilangnya fungsi kampus sebagai tempat bertanya “mengapa” dan “bagaimana”. Tak ada lagi semangat untuk memahami dan mempelajari berbagai fenomena dan rahasia alam sebagai bentuk dari sikap ilmiah dan ibadah kepada Tuhan Y.M.E.

8 comments April 12, 2008

Kepengen Nikahin Anak Bill Gates

bill_gates_718639.jpg

Seorang ayah sangat menginginkan anaknya untuk menjadi suami dari anak perempuan Bill Gates. Akhirnya semua cara pun ia tempuh untuk memenuhi targetnya tersebut.

Ayah : Anakku, aku ingin kamu menikah dengan wanita pilihan Ayah
Anak : Maaf, Ayah! Aku hanya akan menikah dengan wanita pilihanku sendiri
Ayah : Tapi, Anakku, Wanita ini adalah anaknya Bill Gates
Anak : Ah, Serius, Yah? Kalo gitu, Ok, deh! :D

Hari berikutnya, Sang ayah mendekati Bill Gates

Ayah : Saya telah memilihkan calon suami untuk anakmu
Bill Gates : Tapi, anakku masih terlalu muda untuk menikah sekarang.
Ayah : Weits, tunggu dulu. Calon yang aku pilihkan adalah vice president dari Bank Dunia
Bill Gates : Ah, Serius Lo?? Kalo gitu, Ok, deh! :P

Akhirnya Sang Ayah mendekati President Bank Dunia

Ayah : Saya memiliki seorang anak muda yang bisa dijadikan vice president untuk kamu
President : Oh, maaf, saya sudah memiliki banyak calon VP untuk itu
Ayah : Tapi kamu tidak tau, kan, Anak laki-laki ini adalah menantunya Bill Gates
President : Ah, Serius Lo??? Kalo gitu, Ok, deh! :lol:

(sumber asal : e-mail dari teman)

8 comments Maret 15, 2008

Jual Status di Depan Anak SMA

Mahasiswa ITB…..???
Wuih keren, pasti pinter n rajin ya ? :D

Mungkin seperti itulah pikiran sebagian orang terhadap orang-orang yang berstatus sebagai mahasiswa ITB saat ini. Bukannya mau sombong, tapi memang kenyataan sampai saat ini begitu kok. Terbukti dengan tingginya minat orang untuk memasuki institusi penyiksaan pendidikan yang katanya “terbaik di-Indonesia”.

Dikarenakan image baik ITB itulah maka mahasiswa-mahasiwanya pun ikut-ikutan dicap sebagai orang-orang baik. Tak peduli dia mahasiswa macam apa, yang penting berstatus mahasiswa ITB dan belum di-DO maka dia akan dianggap seseorang yang lebih di masyarakat. Hmmm… saya rasa itu adalah suatu beban dan bukannya kebanggaan.

Belakangan ini di kampus ITB semakin banyak saja kunjungan baik itu resmi ataupun tidak (cuma jalan-jalan) khususnya dari siswa/i SMA berbagai daerah. Entah apa tujuan dari kunjungan itu, apakah dengan berkunjung ke kampus mungil idaman mereka ini mereka akan tambah semangat belajar ? Da saya mah malah akan Il-Feel kalo liat kondisi kampus yang sebenarnya sih… :D

Mungkin dikarenakan sebagian mahasiswa ITB pun menyadari akan anggapan berlebihan dari siswa/i SMA terhadap kemampuan mereka (termasuk saya ini :mrgreen: ), maka mereka memanfaatkan status mahasiswa ITB mereka ini untuk mencari perhatian dari siswi-siswi SMA yang hilir mudik di lingkungan kampus. Kenapa hanya para siswi? Tentu saja karena yang cari perhatiannya adalah para “lelaki normal” yang jenuh akan “kegersangan” ITB ini.

Beberapa mahasiswa ini (termasuk saya :mrgreen: ) mulai berlagak sok cool sambil sesekali melirik bila ada siswi SMA yang kebetulan memang cantik. Dan tak jarang siswi-siswi itu pun balas melirik :oops:

Ah eta mah Ka-GeEr an we mahasiswa-na ! :mrgreen:

Tapi kalau dipikir-pikir enak juga sih menyandang sebuah status yang “menjual”. Semoga nanti kalau saya sudah lulus dan bertitel maka status saya yang baru itu bakal bisa memikat kembang-kembang desa (Oaalaaahhh… makin ngaco aja :lol: )

Ya udah, sebagai saran aja bagi adek-adek ku yang imut2 dan manis2 ini;

“Kalian harus belajar dengan sungguh-sungguh biar bisa masuk ITB ya !!!” (Kayaknya ada udang di balik saran deh :roll: )

Mengenai strategi biar bisa lulus tes masuk (USM, SPMB) saya rasa sudah banyak BIMBEL yang merumuskan tentang hal ini. Jangan percaya sepenuhnya !!! Percayalah pada diri dengan harapan dan keyakinan….. Terus belajar dan berdoa, jangan lupa terus merenung akan pilihan yang kalian buat.

Terima Kasih :D

14 comments Maret 12, 2008

Next Posts Previous Posts


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Yang Baru

Terlaris

Kata Mereka

RSS Berita Bola

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

Yang Seru

Kategori

Arsip

Pintu Gerbang