Bisakah Einstein Baru Lahir….???

Juli 17, 2007 at 2:17 pm 13 komentar

Peran AA, DHA, dan Spingomielin

jebew

“Genius itu tergantung bibitnya”, “buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya”. Nampaknya masyarakat saat ini setuju dengan “logika” yang tampak masuk akal tersebut. Padahal menurut penelitian, laju tumbuh kembang dan tingkat intelegensia seorang anak tidak dipengaruhi oleh faktor genetik saja. ada tiga faktor yang saling mempengaruhi, yaitu faktor genetik atau keturunan, faktor lingkungan, dan faktor gizi.

Faktor genetik tidak bisa kita ubah, tetapi sesungguhnya hanya berperan sekitar 30-40 persen saja. Sementara faktor lingkungan adalah masalah sehari-hari si anak.

Seorang anak dengan IQ tinggi harus tetap diasah keterampilan, kerajinan, dan kemampuan berpikirnya oleh orangtua agar ia bisa mempertahankan kecerdasannya.

Faktor ketiga adalah faktor gizi mirip bahan bakar pada proses kerja otak seorang anak. Pemenuhan nutrisi yang cukup merupakan syarat utama dalam perkembangan anak., termasuk perkembangan otaknya.

Salah satu hal terpenting dalam perkembangan otak adalah spingomielin yang merupakan salah satu bentuk dari spingolipid, yaitu kompleks lipid kandungan lemak di otak.

Kebutuhan akan spingomielin dipenuhi dari makanan yang dimakan sehari-hari serta hasil sintesis dari dalam tubuh. 0,1-1,0 persen total lemak susu sapi mengandung fosfolipid dan 30 persen diantaranya mengandung spingomielin.

ASI sebagai makanan utama bayi kaya akan asam lemak rantai tak jenuh ganda atau long chain polyunsaturated fatty acids (LCPUFA). Ada dua jenis LCPUFA yang berpengaruh dalam perkembangan otak dan kecerdasan yaitu AA dan DHA.

AA dan DHA merupakan komponen penting dalam sel otak, juga berperan dalam ketajaman penglihatan, perkembangan kognitif, dan pertumbuhan otak bayi.

Saat ini kemajuan dunia medis telah mampu memproduksi ribuan kaleng susu bubuk bernutrisi tinggi yang diperlukan bagi perkembangan otak bayi. Produk-produk tersebut telah memenuhi semua gizi yang diperlukan bagi terciptanya ‘Einstein baru’ sekarang kita tinggal menunggu kapan sebenarnya ‘dia’ akan hadir.

Entry filed under: Manusia. Tags: .

KITA SUDAH KEBANYAKAN ARTIS…..

13 Komentar Add your own

  • 1. dunkz  |  Juli 17, 2007 pukul 2:46 pm

    Bukannya otak Einstein masih disimpen di Inggris????

    Klon aja otaknya…!!! Kan lebih gampang,,,
    (gampang ngomongnya,,,)

    Balas
  • 2. sikabayan  |  Juli 18, 2007 pukul 3:19 am

    euh… mungkin orang2 sekarang sudah pada lebih pintar yah… klo dibanding ensten dulu…

    Balas
  • 3. wedulgembez  |  Juli 18, 2007 pukul 8:40 am

    Tunggu aja anak gw nanti. Bakalan jadi einstein baru…..hehehe

    Balas
  • 4. Yo3d  |  Juli 18, 2007 pukul 11:03 am

    Anak gue sih pinter kaya Einstein

    Tapi tampang kaya Brad Pitt

    Balas
  • 5. Hendra  |  Juli 19, 2007 pukul 2:07 am

    Kalo anak gue pinter kaya Einstein
    Tampang Beckham
    Soleh AA Gym
    Badan Ade-Rai

    trus…. apa lagi ya???

    Balas
  • 6. wedulgembez  |  Juli 19, 2007 pukul 6:33 am

    whalah kalo anak gue rejeki kayak tukul…asal wajah kayak bapaknya yang ganteng. hehehe…

    Balas
  • 7. deking  |  Juli 19, 2007 pukul 11:01 am

    Sepertinya kita perlu membedakan antara cerdas dan pandai.
    Kalau kepandaian memang sangat terpengaruh pada lingkungan (belajar dll), tetapi kalau kecerdasan sepertinya lebih cenderung pada faktor genetik dan gizi semasa pertumbuhan (mulai janin mungkin).
    Lalu jenius itu cerdas atau pandai ya?Atau kecerdasan yang diasah menjadi suatu kepandaian

    Balas
  • 8. purmana  |  Juli 19, 2007 pukul 12:44 pm

    pandai adalah cepat menangkap suatu pelajaran atau mengerti sesuatu.

    Sedangkan cerdas adalah sempurna dalam perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb.)

    Jadi yang cerdas sudah pasti pandai dan pandai belum tentu cerdas.

    Balas
  • 9. Sandy Darmawan  |  Agustus 5, 2007 pukul 5:18 pm

    Saya berharap semoga hal ini akan cepat terjadi. Kita sekarang sedang membutuhkan orang jenius untuk memajukan bangsa ini

    Balas
  • 10. lintje  |  September 17, 2007 pukul 1:07 pm

    einstein hebt euy
    q fans brat

    Balas
  • 11. ikhsan  |  November 15, 2007 pukul 6:37 pm

    sebenarnya yang kita butuhkan buat bangsa kita bukan hanya orang pinter dan cerdas! kita banyak punya orang hebat kok cuma kuarang iman aja! trus indonesia tak pitar menghargai orang hebat ! contohnya kite pnya Habiebi malah disiasiain !

    Balas
  • 12. Ali  |  Desember 12, 2007 pukul 10:19 am

    kalau pinter biasanya untuk minterin orang,korubsi dll.

    KALAU CERDAS BIASANYA UNTUK PERKEMBANGAN TECHNOLOGI DAN ILMU PENGETAUAN

    Balas
  • 13. nit-tsuga  |  Maret 11, 2008 pukul 11:29 am

    yach..
    smoga, qta dpt memaksimalkan kemampuan otak qta…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: