JANGAN NONTON SINETRON INDONESIA, BAHAYA!!!!

Juli 31, 2007 at 11:37 am 82 komentar

Banyak Bahaya yang Terkandung dalam Cerita ‘Picisan’ Sinetron Indonesia.

Sebenarnya ini adalah sekuel dari tulisan saya sebelumnya. Masih membicarakan tentang dunia perfilman tanah air yang katanya sedang bangkit dan mulai marak. Namun kali ini kita akan lebih fokus pada masalah sinetron bukan layar lebar.

Sinetron sebenarnya memberikan warna terhadap dunia pertelevisian kita. Kita bisa melihat bintang-bintang muda yang penuh bakat beraksi mempertontonkan kelebihannya. Namun apakah kalian sadar bahwa sinetron yang hadir di hadapan anda tak lain hanya sebuah cerita ‘bodoh’ yang akan mem’bodohkan’ kalian??!!

Sinetron Indonesia selalu tampil dengan artis-artis cantik, cowok keren, latar belakang keluarga kaya-raya, dsb. Itu semua akan membawa kita ke dalam pemikiran hedonisme (pandangan yang menganggap kesenangan adalah tujuan utama hidup). Sebenarnya hal ini sudah menjadi perdebatan panjang sehingga pada tahun 2004 lalu pemerintah China mengumumkan bahwa serial sinetron dari Korea dan Taiwan dilarang tayang di negerinya…. (Hebat!!!!!)

Lalu bila kita melihat dari segi seni peran itu sendiri, Lola Amaria, artis muda Indonesia, menyatakan bahwa sinetron saat ini hanya berupa pembodohan, pembodohan nasional itu bisa terlihat pada jalan cerita yang hanya menjual mimpi dan tema yang tak mau beranjak dari persoalan roman picisan (sumber di sini). Tema-tema picisan yang digarap dengan sistem manajemen ala ‘warung’ ikut memicu dangkalnya seni peran dalam sinetron.

Lalu kita lihat dari segi pendidikan. Sesungguhnya setiap cerita yang disajikan memiliki pesan moral (amanat) yang bagus, namun sayangnya hal itu tertutupi oleh cara penyajian yang terlalu kelewatan dan sangat jauh dari realita kehidupan masyarakat. Sehingga yang diambil oleh masyarakat setelah menonton sinetron adalah kebanyakan hal-hal negatif. Kita ambil contoh sinetron yang berlatar sekolah, lalu kita lihat bagaimana penampilan para siswa-siswi di sinetron itu. Subhanallooh sangat tidak sopan sekali. Dan celakanya hal inilah yang dicontoh oleh para pelajar kita.

Sinetron ‘Bodoh’ yang Dibuat oleh Orang ‘Bodoh’ Tanpa Kreativitas.

Begitu banyak judul sinetron yang tayang di tv, dan ternyata hampir seluruh sinetron itu adalah produk ‘jiplakan’. Dalam dunia seni kita mungkin mengenal pepatah “mulailah berkarya dari meniru karya orang lain“, tapi yang dimaksud di sini adalah kita boleh menjiplak namun tetap harus memiliki ciri khas yang positif yang kedepannya mampu membentuk karakter kita sebagai individu yang ‘unik’ atau berbeda.

Bila kalian ingin tahu sinetron-sinetron Indonesia yang merupakan hasil jiplakan dari produk luar negeri coba klik di sini dan di sini. Lalu lihat betapa memalukannya bangsa Indonesia yang hanya bisa menjiplak dan menjiplak saja!! Apa salahnya membuat cerita baru atau minimal ambil dari cerita-cerita novel karya anak bangsa ini.

Kita Terlalu Bodoh Untuk Menilai dan Memilih

Bila kita perhatikan kembali, para konsumen sinetron-sinetron Indonesia adalah kebanyakan pelajar, ibu-rumah tangga, dan para pembantu yang pada dasarnya tingkat intelektualitasnya masih rendah. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para produser film untuk membuat film murah dengan kualitas rendah namun laku dijual. Kenapa?? Karena kita belum cukup pintar untuk menilai kualitas sebuah karya seni.

Bagi mereka yang terpelajar dan memiliki intelektualitas tinggi (kita masuk gak ya??) mungkin mereka akan memilih tontonan-tontonan yang lebih bermanfaat bagi diri mereka ketimbang menonton sinetron.

Sampai kapan fenomena ini bertahan? Sulit ditentukan. Selama jumlah penontonnya masih banyak, selama production house masih produktif memproduksi (baca: menjiplak), dan sampai kita masih belum tersadarkan diri, fenomena ini masih akan berlangsung lama.

Akhir kata saya mengajak sahabat-sahabat sekalian untuk pintar dalam memilih tayangan televisi dan mulai sadar akan dampak yang ditimbulkan oleh tayangan tersebut bagi masyarakat di sekitar kita.

SINETRON INDONESIA…!!!!! HUA…BAKAR… BAKAR!!!! GAK MUTU!!!!!!

Entry filed under: Seni dan Budaya, sosial. Tags: .

Jangan Cuma Ngomong Doank! Lakukan Sesuatu Kalau Bisa!!! ALHAMDULILLAH,, SAYA AKHIRNYA JADI MAHASISWA JUGA

82 Komentar Add your own

  • 1. purmana  |  Juli 31, 2007 pukul 11:46 am

    maap gak jual ‘PERTAMAX’😀 😀

    Balas
  • 2. yo3d  |  Juli 31, 2007 pukul 2:19 pm

    Aku orang Indonesia….

    Aku cinta Indonesia…..

    Aku cinta produk Indonesia……

    Tapi Kenapa Aku Benci Film Indonesia?????

    Balas
  • 4. wedulgembez  |  Juli 31, 2007 pukul 2:26 pm

    nonton aja telenovela….lho?…sama ya. nonton si unyil aja apa ya?. hehehe. ah mending nonton world discovery

    Balas
  • 5. hendra_ku  |  Agustus 4, 2007 pukul 12:20 am

    gwe setuju ma semua komentarmu🙂
    akting artis kita = sampah
    sinetron = payah
    punjabi – s**k
    apalagi soundtracknya = d**n
    artikel loe 100% mewakili yg gwe rasain, thanks bro,,,

    makanya banyak penderita flu burung di Indonesia makin meningkat tajam, lha nontonnya sinetron terus, makanya berita tentang penyuluhan, pengenalan, dan pencegahan virus flu burung gk pernah ditonton, pantes deh, payah tenannnn,,,,
    JAYALAH NEGERI INI !!!

    Balas
  • 6. hendra_ku  |  Agustus 4, 2007 pukul 12:22 am

    @purmana
    maap gak jual ‘PERTAMAX’

    wekekekekeke, ngekek gendero aku🙂

    Balas
  • 7. purmana  |  Agustus 4, 2007 pukul 5:45 am

    [at] Hendra_Ku

    makanya banyak penderita flu burung di Indonesia makin meningkat tajam, lha nontonnya sinetron terus,

    Wah baru tau saya ada juga hubungan sinetron ama flu burung😆 😆 😆

    Sinetron Indonesia yang bagusnya sih cuma tampang artisnya doank, cantik-cantik. Tapi kalo aktingnya payah sih tetep aja menyebalkan…

    Balas
  • 8. julfan  |  Agustus 4, 2007 pukul 2:53 pm

    makanya banyak penderita flu burung di Indonesia makin meningkat tajam, lha nontonnya sinetron terus,

    bisa jadi bahan penelitian untuk magister nih, asyik

    Balas
  • 9. Mihael "D.B." Ellinsworth  |  Agustus 4, 2007 pukul 3:31 pm

    Benar. Kebanyakan anak – anak dan Ibu – ibu sekarang lebih memilih sinetron ketimbang Discovery Week-nya MetroTV.

    Doraemon itu ditiru oleh SinemArt menjadi Eneng dan Kaos Kaki Ajaib ya ?

    *Ngeloyor ke Fujiko F. Fujio Prod.*

    Balas
  • 10. purmana  |  Agustus 4, 2007 pukul 4:19 pm

    [at] Julfan

    Bagus banget tuh…!!! Saya jamin pasti dapet NOBEL…!!:mrgreen:
    Hubungi aja tuh mas Hendra_Ku,,,,

    [at] Mihael “D.B.” Ellinsworth

    Oooh gitu toh…?? Jadi gara2 film2 Korea dan Jepang udah pada abis dijiplak, sekarang pindah ngejiplak Komik Jepang ya????😕

    Balas
  • 11. Susahnya jadi Blogger Seleb « Chaos_Region.html  |  Agustus 4, 2007 pukul 5:10 pm

    […] saya hadapi. Plagiarisme sedikit banyak adalah simbol jayanya sesuatu yang murahan, simbol matinya kreatifitas. meski tidak selamanya membawa dampak negatif. Mungkin apabila kita berpikir positif, tulisan kita […]

    Balas
  • 12. hendra_ku  |  Agustus 4, 2007 pukul 5:40 pm

    [at]purmana
    iya bro, sebenarnya bnyk berita penting lainnya, sprti baru² ini permen² produk china banyk yg menggunakan formalin, terus mainan² anak² yg catnya mengandung timbal, pasar² yg menjual daging glongongan, masalah PLTN, dll, itu kan berita²/info penting yg hrs di tonton&didengar, biar kita lbh tau ttng masalah yg terjadi skrng ini di negeri kita, lha koq pada rame² nonton sinetron yg gk ada ilmu, pengetahuan dan pesan moralnya🙂

    mungkin karena kebanyakan nonton sinetron, jd pada gk tau tuh sosialisasi tentang flu burung dan cara pencegahannya, makanya di negara kitakan yg paling banyak/sering yg terkena virus flu burung drpd negari lain di Asia.

    [at]julfan
    boleh² aja, semoga penelitian utk magisternya, lancar dan sukses ya bro🙂

    Balas
  • 13. tyka  |  Agustus 5, 2007 pukul 5:39 am

    HUA…BAKAR… BAKAR!!!!

    sabar Mas..sabar… sebel ato benci sama sinetron indonesia mah wajar. saya aja pernah nulis tentang kesebelan saya pada produk2 lokal itu disini.

    tapi kalimat Mas diatas membuat saya miris. berkaitan dengan kebiasaan orang indonesia untuk main hakim sendiri dan gampangnya kita terprovokasi.

    eits…kenapa komen saya jadi serius gini? maap🙂 saya tau Mas juga cuma bercanda. anyway, selamat ya udah jadi mahasiswa. ntar kalo jadi mahasiswa, hati2 kalo ikutan Demonstrasi. mahasiswa juga gampang terprovokasi loh…. hehehe😀

    salam kenal by the way.

    Balas
  • 14. tyka  |  Agustus 5, 2007 pukul 5:40 am

    oiya, one last thing: trans tv akan menayangkan serial asing produk amerika, Heroes mulai agustus ini, tiap jam 6 sore loooh!! bayangin! itu kan prime time bukan sih? jam-nya sinetron!

    wajib tonton tu mas. denger2 bagus loh. mirip2 X-men gitu.

    Balas
  • 15. bakazero  |  Agustus 5, 2007 pukul 1:48 pm

    wow heroes… dah tamat session 1 euy nontonnya.

    tentang sinetron indonesia, setuju ma tulisan kang purmana, masyarakat sekarang lebih mudah menyerap sesuatu tanpa adanya filterisasi, karena memang tidak memiliki dasar pemikiran yang cukup.

    saya malah lagi suka dorama2 dari jepang. banyak banget nilai2 yang disampaikan… (lagi suka nodame nih…)

    Balas
  • 16. purmana  |  Agustus 5, 2007 pukul 2:01 pm

    [at]Hendra_Ku
    Ooooh gitu toh hubungannya…. Emang bener juga sih,🙄
    Masyarakat jadi kurang peka terhadap kejadian2 di sekitarnya…

    [at]Tyka
    Liat Visi Misi blog ini… (maaf skrg masih under construction),,, Blog ini adalah tempat untuk bicara bebas… apa yang terpikir langsung ditulis tanpa melihat dahulu aturan dan tata-cara penulisan…

    Kalau mau lihat tulisan saya yang sesuai aturan kunjungi aja :
    http://suarapelajarindonesia.wordpress.com/

    Heroes…??? Kayaknya bagus tuh😀 😀

    [at]Bakazero
    Saya punya pertanyaan nih…😕
    Yang bertanggung-jawab untuk mendidik masyarakat agar mengetahui tayangan yang berkualitas itu siapa…???? Lalu bagaimana langkah2 yg harus ditempuh dalam menjalankan proses pendidikan itu,,,?
    *digebuk karna banyak nanya*

    Balas
  • 17. chielicious  |  Agustus 6, 2007 pukul 12:44 pm

    Halahh daripada nongton shitnetron..lebih baik aku… main layangan sajaa…la la la la la la~

    Balas
  • 18. rdayt  |  Agustus 7, 2007 pukul 5:44 pm

    Betul banget bro….
    kalo gue siy pulang kantor, daripada nonton sinetron mendingan hang out ama temen-temen… biasanya siy gue nongkrong di pintu utama taman mini indonesia indah… kalo malam banyak anak-anak motor pada free style… biasanya gue tukang moto-motoin mereka.. terus gue ajak ngobrol.. lumayan jadi nambah temen… atau kalo punya waktu luang besok hari… palingan clubbing… itung2 cari keringet asalkan tanpa narkoba.. kekekekkeek

    Dan yang pasti, asal ada gue di rumah.. gak akan gue biarin orang-orang rumah (baca : bonyok and 2 ade gue (cewe : kls 1 SMA, cowo : kuliah semester 3)) nonton sinetron yang ceritanya basi…basi.. dan basi banget.. Huahahahaha…. puas banget.

    Balas
  • 19. ninoy  |  Agustus 10, 2007 pukul 5:21 pm

    hemm…..banyak juga ya yang benci ama sinetron indonesia enih..termasuk saya nih..suka ngerasa konyol dan malu sendiri kalo nonton sinetron indonesia entuh, abisan mulai dari ceritanya aja ga masuk akal…udah gt penampilannya itu..duuuh keknya kalo rok ga di atas paha ga bisa di bilang cantik…cewe ato cowo pake kacamata pasti culun, yang ga bisa make-up pasti cupu…duuuuh emang mau sekolah apa mau catwalk siiih..mari kita tumpas budaya hedonisme itu dengan menumpas orang-orang india ituh hahahahaha

    Balas
  • 20. andry  |  Agustus 18, 2007 pukul 6:40 am

    ternyata ada daftarnya nih:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_sinetron_Indonesia_yang_mirip_dengan_sinema_lain

    Balas
  • 21. Vania  |  Agustus 19, 2007 pukul 4:14 pm

    gk smu sinetron itu jlk kli !!!!!!!!!!!!! AdA koK siNetrOn yaG menDidiK taU !!!!!!!

    Balas
    • 22. Kuya  |  Mei 12, 2011 pukul 9:52 am

      Aduh budak sintron muncul lo liat kapan ad orang yng nontn sintron dapet nobel . . . .
      stupid . .!!

      Balas
  • 23. Vania  |  Agustus 19, 2007 pukul 4:17 pm

    yang BuaT kyK giNi cMn orAG BEGO !!!!!!!!!! ya Kyk Lo itu Deh !!

    Balas
  • 24. Cindy Desianty  |  Agustus 19, 2007 pukul 4:23 pm

    Eh ngoMong^^ gw seTuju bGt tuH !😀

    Balas
  • 25. Riko Winseralo  |  Agustus 19, 2007 pukul 4:27 pm

    #:-S >:p =D>😛 O:)

    Balas
  • 26. Riko  |  Agustus 19, 2007 pukul 4:32 pm

    #:-s >:P =d> 😛 O:)

    Balas
  • 27. agus  |  Agustus 20, 2007 pukul 12:03 pm

    saya orang indonesia tapi jangan harap saya akan bangga terhadap sinetron produk indonesia (atau india ya? mengingat produser yang berkisar di P***j**i):)
    Pulang kerja, pasti saya setia nunggu jam malem (wita) dan nonton Heroes!! yeah, finally i can watch them. jalan cerita nya lompat2, kayaknya emang begitu gaya serial yang keren, jadi harus setia nontonnya.
    abis Heroes? matiin TV nya dong.

    saran? jangan biarkan adik2 kita (yang masih polos dan kurang pengetahuin) menonton sinetron!!

    Balas
  • 28. pemirsa  |  September 28, 2007 pukul 4:55 pm

    aq setuju banget.. kalau sinetron indonesia sekarang banyak enggak betulnya.. alias norak banget…
    apalagi tayangan sinetron di rcti iii memuakkan.. !!!!

    Balas
  • 29. pemirsa  |  September 28, 2007 pukul 4:59 pm

    aq..juga heran darimana sii di liat rating sinetron bagus enggak bagus… padahal menurut survei aq belakang ni.. banyak orang mengeluh dan tidak suka lagi nonton sinetron indonesia.. and jelas2 orang2 pada memaki semua sinetron2 yang diputar di rcti.

    Balas
  • 30. bakazero  |  September 28, 2007 pukul 11:22 pm

    Purmana berkata :

    Saya punya pertanyaan nih…😕
    Yang bertanggung-jawab untuk mendidik masyarakat agar mengetahui tayangan yang berkualitas itu siapa…???? Lalu bagaimana langkah2 yg harus ditempuh dalam menjalankan proses pendidikan itu,,,?
    *digebuk karna banyak nanya*

    kalo mo kongkrit sih ya dari keluarga masing2…
    himbauan pemerintah juga perlu, cuma susah nyampenya euy…

    Balas
  • 31. Doni Setiawan  |  Oktober 13, 2007 pukul 12:17 am

    wuih pada hebat-hebat ya…kapan turun ke jalan bangunkan orang-orang?? dari berapa persen (banyak) orang indonesia yang liat sinetron cuma beberapa persen(sedikit) yang bisa tau info ginian lewat internet..

    Balas
  • 32. aneu  |  Oktober 30, 2007 pukul 4:40 am

    Saya salut sama ade qta ini (maaf nih dibilang ade soalnya umur saya udah kepala 3 ha…ha….).
    saya kira anak skarang pada suka nonton sinetron ato apalah namanya pokonya semua siaran2 tdk bermutu. ternyata alhamdulillah ada juga yang pikirannya terbuka.
    hebatlah saya salut banget.
    tapi ngomong2 jangan disama ratakan dong ibu RT pasti suka sinetron soalnya saya juga ibu RT nih.
    semoga ade qta ini bisa ajakin temen2nya kegiatan bermanfaat daripada nonton yang gak mutu.

    Balas
  • 33. skid  |  Oktober 30, 2007 pukul 2:08 pm

    indonesia sinitron sucks….

    Balas
  • 34. skid  |  Oktober 30, 2007 pukul 2:09 pm

    indonesia sinetron sucks….

    Balas
  • 35. Andre  |  Desember 22, 2007 pukul 9:56 pm

    Itu sih dah basi. Lagian masih bagusan sinema indonesia yg jaman 1985-an ke belakang. Sinetron ama Sinema yang ditayangkan di Indonesia sekarang ngga ada mutunya. Mendingan nonton yang laen aja. Banyak siaran pilihan yang ngga kalah mutunya sekarang, selain sinetron.

    Balas
  • 36. KK-Ans  |  Januari 4, 2008 pukul 9:03 pm

    nonton sinetron indonesia..?? wallaaaaa buang-buang waktu aja gak ada gunanya. selain menjiplak hasil karya dari negeri lain dan lakonnya kurang ekspresif, sinotron juga terlalu banyak ‘berkhayal’ dan ‘bermimpi’ yang indah-indah. Karena itu rasanya tak berlebihan kalau saya katakan bahwa sinetron itu sebetulnya ‘pil ekstasi’ jenis baru yang dikonsumsi lewat layar kaca. Ia melemahkan daya kreatifitas dan mengajak orang hanya untuk berkhayal dan bermimpi tanpa kerja keras. mau dibawa kemana generasi sinetron kita kini…? Untuk saya sinotron itu ‘no way’ mendingan nonton film kartun Tom & Jerry yang lucu dan penuh daya kreasi ketimbang nonton sinetron.

    Balas
  • 37. sinfuck  |  Januari 24, 2008 pukul 4:00 pm

    Dah sari sononya indonesia tukang jiplak…!

    bahkan sampe lambang negara ama bendera aja jiplak polandia
    hehehe

    Balas
  • 39. al  |  Januari 30, 2008 pukul 9:48 pm

    geo…teman kuwh yang IP nya sama,,,wehehe…

    Udah pokonye gue dukung loh “ANTI SINETRON INDONESIA”

    Ga kreatif…ciuma bisa niru2 aja…

    bner gagh???

    Balas
  • 40. al  |  Januari 30, 2008 pukul 9:52 pm

    mending nonton discovery chanel yeh or scient discovery…

    jauh lebih mutu…

    gimana Indonesia gak mau maju…

    remaja2 nya kebanyakan di cekoki visual2 or tayangan yang ngeracunin otak…

    gagh guna…

    Balas
  • 41. Mihael "D.B." Ellinsworth  |  Februari 9, 2008 pukul 9:46 am

    Bagi mereka yang terpelajar dan memiliki intelektualitas tinggi (kita masuk gak ya??) mungkin mereka akan memilih tontonan-tontonan yang lebih bermanfaat bagi diri mereka ketimbang menonton sinetron.

    Err, malah saya nggak akan nonton TV.😕

    Balas
  • 42. hanin  |  Februari 28, 2008 pukul 8:52 am

    Mas, numpang nge-hot-link banner anti sinetron-nya di blog ku. Awas kalo ga boleh🙂

    Balas
  • 43. dewangga  |  Februari 28, 2008 pukul 1:19 pm

    Setuju… saya juga pernah nulis tentang sinetron Indonesia…..

    Balas
  • 44. Michael Wong  |  Februari 29, 2008 pukul 3:05 pm

    nonton sinetron bikin pusing…tapi tiap hari mencet2 remote tv,isinya sinetron semua..tambah pusing dah,mending tiduuuuurrrr

    Balas
  • 45. chotib  |  Maret 4, 2008 pukul 9:47 pm

    daripada puyeng2 mending kluarga ama klen punjabi bakar aja.. yar puas…!! dia tuch dalang perusak bangsa kita…!! wat artis sinetron pa lagi yg baru2…!! jablay lo semua… kaga punya harga diri mau aja disuruh maen pelem kaga bermutu…!! klo gw boleh usul lagiee tar klo ada syuting sinetron di sekitar rumah lo.. lo kumpulin aja massa trus lo bubarin tuch syutingnya…!! lebih kongkrit khan.. sukur2 kalo ada si punjabi bangsat… lo cincang trus lo sate aja tuch org…!! Di India punjabi cuma supir bajaj disini jadi org kaya… dasar org Indonesia.. ama org India yg bodoh aja bs di bodoh2in pa lagi ma org barat yg lebih pinter dari India abis dagh kita… udah ah.. bikin gw emosi ajah..!! oh iya wat SBY… berak lo..!! mana kepedulian lo wat anak bangsa..!! malah bikin album nyanyi lagiee kaya bagus aja suaranya… Kunyuuuuk…!!!

    Balas
  • 46. desty  |  Maret 11, 2008 pukul 1:04 pm

    sinetron noraks!!!
    AYO!! BANGKIT iNDONESIAKU…
    JANGAN MAU NONTON SAMPAH!!!

    Ayo Orang2 MassKom….
    bikin film yang keren…
    realita, ringan, menghibur…

    pengrusakan KARAKTER BANGSA!!

    BWT ARTIS…
    JANGAN MAU ASAL NGETOP…

    Balas
  • 47. jie  |  Mei 17, 2008 pukul 9:33 am

    hehe.. tau tuh, mau2nya aj kt dikuasain sm india2 itu.. mdig mrk jualan bahan aj di mayestik,gw jamin ga bikin masyarakat ngamuk dah.. hehe ud gt,skrg film bioskop jg dikuasain ama org2 itu, nyebelinnnn… ky karya mrk bagus aj… !@#$%&*( uda gt banyak tiruan dari drama asing, ud niru2 gak mo ngaku n sok2 dirubah lageee…. hahahaha.. norak..
    trus2 kl bikin film yg realistis napa.. masa agnes monica jd org kere.. tampangna ga cocok, mnding gw aj skalian.. hehehe.. ngarep.com

    Balas
  • 48. pujope  |  Juli 22, 2008 pukul 10:02 pm

    ceritanya sama aja gitu2 doang.kadang ngikutin.satu sinetron cinta, bikin sinetron cinta semua.satu sinetron horor,bikin sinetron horor semua.anak sma terus,sekali2 anak kuliahan gitu.kenapa setiap sinetron pasti ada aja yg jahat

    Balas
  • 49. angela  |  Juli 23, 2008 pukul 8:54 am

    sinetron indonesia = pembodohan

    mendingan ga usah nonton teve aja
    bikin pusing…

    Balas
  • 50. Dipta  |  Agustus 27, 2008 pukul 11:56 pm

    betul sekali Kau..
    musnahkan semua sinetron indonesia yang ga bermutu.!
    mending tayangin acara yg menambah wawasan gitu.. dulu gw kangen bgt jaman2 serial “Kisah Anak Seribu Pulau”,, Cinta Clarita dsb.. benar2 kisah membawa hikmah..

    bioskop Indonesia no.1 : Nagabonar 1 & 2😀

    Balas
  • 51. rtieh  |  September 4, 2008 pukul 6:48 pm

    setuju kang…

    bisa diLiat juga di http://rtieh.wordpress.com/2008/07/09/sinetron-sinetron-gag-jelas-itu/

    xxxooo

    Balas
  • 52. noey  |  Oktober 3, 2008 pukul 4:04 pm

    wew………..tulisan ny buagus tenan…..
    gw stuju tu ma opini ny soal perpeleman d indonesia(ya gw siy ga toa bnyk soal ntu)

    Balas
  • 53. Dina  |  Oktober 22, 2008 pukul 9:20 pm

    Indonesia pada kemana pejabat pemerintah atau sudah kena suap ram punjabi. ngebelain duit sedikit dengan penghancuran bangsa lewat tayangan sinetron. KEJAM.

    Balas
  • 54. boy aka dj warenbi  |  November 15, 2008 pukul 1:42 pm

    boikot para insan sinetron, jangan jadikan mereka sebagai idola. ga ada bagus2nya.. kelakuan mrk maksiat semua. boikot kaum celeb

    Balas
  • 55. sukma_ys  |  Desember 23, 2008 pukul 2:04 pm

    ceritanya di sekolahan, artisnya pake seragam sekolah, tapi isinya hanya berantem masalah rebutan pacar. itukah cerita pendidikan Indonesia ? he he aku jadi malu sebagai mantan guru.

    Balas
  • 56. teddy setiadi  |  Desember 23, 2008 pukul 2:43 pm

    mbok bikin pelem yg bermutu dong pak sutradara, yg menjadikan masyarakat kita terdidik gitu loh

    Balas
  • 57. ifa  |  Januari 7, 2009 pukul 6:14 pm

    duh sy sedih bngt, anak2ku seneng nonton sinetron itu lho kasih dan amara… aduh itu sinetron tidak mendidik sama sekali, jahatnya jahat banget, trus kasih? lembek banget, sy ikut nonton nemenin anak2 tp lama2 sy matiin aja TV nya, tolong dong di tutup aja sinetron itu, masa acara empat mata bisa di tutup (padahal acaranya jam 10 malam) trus sinetron yang spt itu (sore hari) trus tayang… tolong dong, ga mendidik… mending acara mancing mania.. seru.

    Balas
  • 58. enaf  |  Januari 7, 2009 pukul 6:19 pm

    beneran deh sinetron yg tayang di tv bnyk yg g bermutu, jelek banget, terlalu di paksain, anak SD jd peran anak SMA, anak umur 20 th jd emak2.. peran orang miskin di dandanin menor2, ah pusing, trus mohon maaf tuh INDOSIAR, apa ga ada ide ya.. sinetronnya g jelas maksa.. tolong dong pemerintah kemana aja, apa nunggu sampe otak anak2 penerus ini jd brantakan..

    Balas
  • 59. Banny  |  Januari 8, 2009 pukul 3:50 am

    waah pak, sinetron itu kalo dihentikan lalu stasiun tivi kita bakal nayangin apa? sinetron kan selama ini dianggap tayangan yang dapat menutup slot kosong di setiap jam penayangan acara di televisi. tapi ya gitu, pemirsanya banyak, jadi dibikin juga sinetronnya ya..buah simalakama juga siih, kalo sinetron dihentikan, income stasiun televisi yang paling banyak dari sinetron bakal berkurang, kalo terus, bakalan rusak juga masyarakatnya.. hemmm… tapi mas, ini sih soal kreatifitas aja kali ya, anak2 yang berkutat di bidang persinetronan itu ga bisa membuat sinetron yang berkualitas, karena yang mereka bekerja sesuai dengan permintaan pasar. ya gak? kalo mau disuruh kreatif bikin sinetron, mereka aja udah cape pulang malem, kerja dari pagi ketemu pagi, mana sempet mikirin begituan, yang ada gimana mereka menyelesaikan scene selanjutnya di sinetron itu.. yaaa gini lah pendapat saya, makasih ya mas hehe

    Balas
  • 60. winda  |  Februari 1, 2009 pukul 11:38 am

    aduh teman2 ku semua yang sehati dan spendapat, kita semua benci sama sinetron dan selalu menghujatnya, tapi apakah kita sudah melakukan tindakan nyata, berteriak jangan tonton sinetron, buat apa, mereka salah tapi kita juga salah, kita cuma bisa kesal lalu mencari pilihan lain, bgmn mereka yg tidak bisa melawan dibodohi sinetron,, ayo dong bapak-bapak ibu-ibu yang punya modal besar, buat satu gerakan, buat lah satu sekolah mengenai bagaimana membuat sekolah film yang benar, yg mendidik, ajarkan bgmn cara membuat sinetron yg benar,, atau bayarlah satu pengacara handal yang mahal, tuntutlah semua stasiun tv karena sudah membodohi anak kalian, tolonglah kami dan teman-teman kami yang terlelap dengan keindahan hayal dalam sinetron…
    maaf saya sdh “desperado” sekali tidak tau yg bisa dilakukan terhadap persinetronan indonesia….

    Balas
  • 61. clarissa  |  Februari 25, 2009 pukul 10:53 am

    aku pernah nonton dua sinetron indo yg bagus banget, yaitu Dunia Tanpa Koma, dan satu lagi Jomblo, tapi sayang hanya bertahan satu season saja. Tapi sinetron picisan malah bertahan ratusan episode. Dasar!!

    Balas
  • 62. iana Irna  |  Februari 28, 2009 pukul 5:41 am

    Setuju..kbanyakan sinetron Indonesia adalah sampah, aku anti nonton kecuali memang kebetulan ada yg bagus dan bermutu dan kebetulan lagi aku ga tinggal di Indonesia jadi anak ku aman dr sgala cerita sampah

    Balas
  • 63. pramudya  |  Maret 7, 2009 pukul 12:52 pm

    Mau gimana lagi yang ada dan dijual aja ya kayak gitu…
    resiko lah tv “gratisan” kalo mau yang mendidik dan bisa pilih2 acara ya mau nggak mau harus mengeluarkan uang untuk pasang tv kabel..
    Lha banyak ibu2 yang masih setia pantengin tv dari sore mpe malem cuma untuk liat sinetron yang dari segi cerita, akting, sinematografinya acak2an nggak jelas. Bikin emosi kalo lagi pulang kampung, terpaksa melihat karena Ortu masih setia sama sinetron.
    kok nggak ada lagi yang bikin sinetron yang ada unsur mendidik aku masih pengen ada yang mbuat sinetron kayak si doel anak sekolahan.
    ada ide bagaimana menghentikan seranagn sinetron ini…

    Balas
  • 64. IVANOV DIMITRI  |  April 26, 2009 pukul 4:52 pm

    SAYA MAU BIKIN KAOS ” ANTI SINETRON BODOH DAN GOSIP ARTIS”

    SEKALIAN KAMPANYE DIBAGI2 IN AMA MENTERI PENDIDIKAN, KOMISI PERLINDUNGAN ANAK , DAN BILA PERLU PAK SBY……………

    KASIHAN ANAK2 SEKARANG LIAT YG GA MASUK AKAL MADE BY FUCKIN INDIA.

    STASIUN TV GA MUTU : RCTI, TPI, SCTV, INDOSIAR———-PALING BAGUS BUAT KELUARGA CUMA TRANS GROUP

    Balas
  • 65. lholhox  |  April 27, 2009 pukul 3:26 pm

    Bagaimana pendapat anda tentang reality show yang sekarang menjamur di layar kaca indonesia.

    Balas
  • 66. duniaveteriner  |  Mei 2, 2009 pukul 1:55 pm

    kadang sedih juga ….tapi begitulah kualitas negeri kita, ingin tahu tentang dunia kesehatan hewan:

    http://duniaveteriner.wordpress.com/

    Balas
  • 67. vivi  |  September 12, 2009 pukul 8:21 am

    iiihhhhh viLem inDo skRang,QO mLah byak orang” Lwar yg maeN”a
    qaTa’a LEstarikan Budaya,tp QO mLah kbayakan orang asing yg main viLem
    ap la9i malasia…………………………………..gak mutu ban9et

    Balas
  • 68. BangSatiman  |  Oktober 25, 2009 pukul 11:14 am

    Raam Punjabi TAAAAAAAAAAEEEEEEEEEEEEKKKKKKKK !!!!!

    Balas
  • 69. Edy  |  November 17, 2009 pukul 10:04 am

    Gue heran ya kenapa mayoritas yang nonton sinetron tu KAUM PEREMPUAN ???? …. Ada apa dengan mereka ???? … Sampai-sampai tahan bertengkar dengan suami, rebutan TV dengan anak, dan tidak mau menghadiri suatu acara DEMI MENONTON SINETRON …. Masalah sinetron ini sudah saya laporin ke presiden SBY untuk ditertibkan, tunggu realisasinya. Kalau beliau tidak merespon juga artinya presiden SBY juga tergolong SINETRON MANIAK …. MARI KITA BERANGUS SINETRON… AYO … AYO … !!!!

    Balas
    • 70. ALPIANDO F TIMOTHY (ALPIN)  |  November 23, 2013 pukul 4:00 pm

      ayo lakukan trilogi ini:BAKAR ATRIBUT SINETRON,HAPUS VIDEO & FOTO SINETRON,SERANG SITUS SINETRON SAMPAI HANCUR OLEH HACKER DI INTERNET!!!

      Balas
  • 71. wadul sang yunholic sejati tiada tara  |  Juni 12, 2010 pukul 8:53 pm

    tapi inget ya, anak-anak…
    SINETRON BEDA DENGAN K-DRAMA!!!

    Balas
  • 72. yang diatas ngelanjutin  |  Juni 12, 2010 pukul 8:59 pm

    Moga2 anak cucu gua kelak kaga nontonin sinetron Indonesia yang ga mutu (YANG GA MUTU, ane mah ga pukul rata)

    mudah2an pas jamannya mereka, sinetron Indonesia yang gak mutu udah dipunahin
    udah gak usah ada sinetron-sinetronan low quality
    apaan sih tu sinetron2 gajebo
    ngerusak moral

    Balas
    • 73. ALPIANDO F TIMOTHY (ALPIN)  |  November 23, 2013 pukul 4:06 pm

      jika saya menjadi penguasa,saya akan menghukum mati & rodi pemain,penonton,sutradara dan pembuat skenario sinetron TANPAN AMPUN SEDIKITPUN!!!

      Balas
  • 74. yang diatas ngelanjutin  |  Juni 12, 2010 pukul 9:02 pm

    anak2 alay suka banget sinetron
    tiap hari ane denger para alay ngomongin sinetron gaje
    aduhhhh isin dehhhhhh!

    Balas
  • 75. idem  |  Juni 12, 2010 pukul 9:05 pm

    kyaaah tumpas sinetron2 itu!
    ane ga bakal biarin embah ane nonton sinetron2 ga jelas itu!
    mendingan nonton….

    UPIN DAN IPIN!!!!!!

    Balas
  • 76. dewi voucher  |  Juli 20, 2010 pukul 9:14 am

    Dari dulu nggak suka nonton sinetron Indonesia…mending surfing di internet hehehehe

    Balas
  • 77. art  |  Juli 21, 2010 pukul 3:23 pm

    ayok kita resmikan komunitas anti sinetron!!!

    Balas
  • 78. rafelia  |  Februari 13, 2011 pukul 12:08 pm

    betul itu!!!!

    Balas
  • 79. agentsgirlsmadeleine  |  Juli 17, 2011 pukul 3:16 pm

    kenapa sih temen temen gue pada mau nonton filem kaya putri yang di tuker gitu gituan. semenatra gue di cekoki filem yang lebih ga jelas. soal binatang !

    parahan siapa ayo…

    Balas
  • 80. ricky  |  Juni 29, 2012 pukul 9:22 pm

    saya sangat setuju dgn tulisan ini.
    Mnurut sya, yg hrs dilakukan adalah :
    1.pola pikir/ksadaran masyarakat hrs d bangun dlu, dgn cara sosialisasi ttg mutu seni dan jg hrs ad d buat fim ato sinetron lokal yg bner2 brmutu sbg pmbanding.

    2.perbaikan d tbuh dnia entertainment lokal itu sndri, baik dri segi mental, kompetensi juga kmauan, d mulai dgn cara mngundang org2 yg brbakat seni, pnulis2 cerita, lalu d perlombakan/kontes. Pmenangx bs d rekrut sbg penulis tetap production house. Lalu d lanjutkan dgn mbuka forum resmi agar para seniman bs mnyumbangkan ide2nya. Ide2 yg bgus akan d gunakan utk mningkatkan kualiatas.
    Jd g hnya mikirin untung doank.

    Balas
  • 81. celebs  |  Juni 12, 2013 pukul 7:06 pm

    I blog quite often and I really thank you for your information.
    Your article has really peaked my interest. I’m going to bookmark your website and keep checking for new information about once per week. I subscribed to your RSS feed as well.

    Balas
  • 82. imah  |  Juli 28, 2013 pukul 6:30 am

    Huuu… Gw cwek udah usia 15 tahun malah gak suka shitnetron sama sekali. Mending nonton anime kayak Naruto Shippuden, Fairy Tail, One Piece, dll. Lebih baik drpd Shitnetron :p

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: