Angkot-pun Akhirnya Mati di Tangan Motor.

Agustus 6, 2007 at 9:29 pm 7 komentar

  • Pengendara Motor 1 : “duh dasar angkot, berhenti seenaknya bikin macet aja…..” 😈
  • Pengendara Motor 2 : “iya tuh bang, masa berhenti nyari penumpang di tengah jalan, gak mikirin pengguna yang lain apa….” 👿
  • Pengendara Motor 3 : “dasar teu boga otak…!! cik atuh maju nya… pan jadi macet yeuh, budak aing geus telat asup sakola!!” (sambil membunyikan klakson motor)

Mungkin seperti itulah perasaan-perasaan yang timbul di hati para pengendara motor di kota-kota besar (khususnya Bandung). Bila diperhatikan memang semakin lama para supir angkot itu semakin goblok tak tahu aturan. Mengemudi seenaknya saja, memotong jalur orang lain, berhenti mendadak, mengetem di tengah jalan, dan lain sebagainya. Wajar saja bila banyak warga yang merasa risih dengan tingkah laku para supir angkot ini.

  • Supir Angkot 1 : “Hei kau, sudah berapa rit kau narik? sudah bisa lunas setoran belum ??”
  • Supir Angkot 2 : “Ah bang sudah dari pagi aku narik, tapi dapet setengah dari setoran aja belum.. Sepi kali ya bang penumpang kita…… 😦
  • Supir Angkot 3 : “Yo wes, mo begimana lagi toh… wong sekarang motor dimana-mana. Sekarang mah banyak yong  lebih seneng nyicil motor ketimbang naik angkot… Yo jadinya iki, sepi penumpang.” 😦

Tak ada salahnya kita melihat permasalahan ini dari perspektif si supir angkot. Mengapa mereka bertingkah laku goblok tak tahu aturan di jalan raya?? Alasan yang paling masuk akal adalah STRESS sebab kurangnya pendapatan yang mereka dapat. Lalu kenapa sampai pendapatan mereka kurang?? Ya itu tadi, sebab para pengguna jasa angkot kini mulai berpindah menggunakan sepeda motor.

Bila kita hitung-hitung iseng berhadiah. Biaya untuk menyicil motor selama 3 tahun tak jauh berbeda dengan naik angkot setiap hari. Kita ambil contoh harga motor Rp. 11.000.000,- dan bunga cicilan 20%. Berarti harganya menjadi 13.200.000.- dengan DP sebesar 500.000 berarti sisanya 12.700.000,-. Lalu kita bagi 12,7 juta ini selama 3 tahun (36 bulan) jadi hasilnya +/- Rp. 353.000,-. Berarti biaya per-harinya hanya sekitar Rp. 11.800,-. Tentunya belum termasuk biaya bensin, perawatan, dan pajak.

Lalu kita lihat biaya angkot di Kota Bandung. Untuk perjalanan dari U.Berung sampai Terminal Cicaheum yang jaraknya hanya 7 km kita harus merogoh kocek Rp. 2.500,-. Dan rata-rata setiap orang bepergian +/- 30km tiap harinya di dalam kota. Berarti biaya angkot yang harus dibayar sekitar Rp. 10.800,-/hari.

Hanya dengan selisih sedikit, keuntungan yang diperoleh sangat jauh. Cukup menunggu 3 tahun maka motor itu sudah sah 100% milik kita. Sedangkan bila naik angkot?? Sudah mahal, sering ngetem, tidak nyaman, dan so pasti gak dapet nilai lebih.

Memang tulisan ini terkesan egois. Namun bila dipikirkan kembali apakah ada hal-hal yang salah dan bertentangan dengan fakta di tulisan ini ?? Silakan cari.

Saran dari saya pribadi, sebaiknya pemerintah kota harus membenahi sistem transportasi dengan menghapus angkot dan digantikan dengan angkutan yang lebih layak dan ‘manusiawi’ seperti bus kota, mono-rail, trem, bahkan subway kalo perlu… (emangnya mampu bikin gitu….??? :mrgreen: )

sumber gambar : Pikiran-Rakyat )

Entry filed under: Manusia, Otomotif, sosial. Tags: .

Lirik Indonesia Raya Asli… I’M [not] GO-BLOG

7 Komentar Add your own

  • 1. Anggra  |  Agustus 7, 2007 pukul 9:47 am

    Masalah kaya gitu bukan hanya di kota besar saja. di kampung saya pun (Sukabumi) angkot sudah menjadi masalah besar.

    Balas
  • 2. wedulgembez  |  Agustus 7, 2007 pukul 11:40 am

    yah, kalo sudah berhubungan dengan uang,….macetpun masabodoh…kekekek,. memang naik motor lebih simpel, jarang kena macet, gak terlambat ngantor….lebih cepat. tapi kalo jalannya cuma seupil sedang yang punya motor & angkot banyak…ya susah. hehehe

    Balas
  • 3. rdayt  |  Agustus 7, 2007 pukul 5:05 pm

    Hihihi…

    Apalagi gue bro yang tinggal di jakarta
    Kalo ngantor gak afdol rasanya kalo gak ngerasain macet…. kekekekekkee

    Untungnya gue naik jemputan…
    Yang parahnya jemputan gue pernah di demo ama supir angkot gak boleh narik dengan alasan mematikan penghasilan mereka..
    kekekkeke… Parrraaaahhhh…

    Padahal kalo mereka mau mikir, idiihhhhh.. .naik angkot itu jijay jablay bajay…. sering banget ngetem…. udah gitu jalannya ama lari gue kencengan lari gue kali yaaaa…

    Kesimpulannya :

    Naik angkot = nggak masuk kantor….
    Kekekkekee

    Balas
  • 4. uwiuw  |  Agustus 7, 2007 pukul 6:17 pm

    bener euy 8) bukannya ngak kasian sama supir angkot, tapi bagaimana lagi atuh sy juga ingin meningkatkan taraf kehidupan dengan tidak tergantung ama angkot dan jadwalnya yang serba ngaret [kayak kereta api aja]. Kebayang dah kalau dipecat dari kerjaan gara-gara terlambat karena angkor ngetem .

    Balas
  • 5. purmana  |  Agustus 7, 2007 pukul 7:05 pm

    [at]Anggra
    Ya, dimana-mana… di kampung di kota, angkot selalu saja menjadi masalah.

    [at]Wedulgembez
    Kembali lagi kepada pemerintah…. Apa sih kerjaan orang2 pemerintahan???? Perhatikan donk nasib rakyat!!!!!

    [at]Rdayt
    Dulu juga sekolah gw prnah menerapkan aturan 4 kali telat dalam 1 smester maka di-skors selama 3 hari… dan hasilnya ada sekitar 20 murid dalam sebulan yg diskors,,, tentunya kesemuanya ANGKOTERS…

    [at]Uwiuw
    Kalo saya sih asal ada angkutan yang nyaman, aman, murah dan cepat pasti saya pilih… jadi ngiri nih ama Jepang atau Jerman yg punya sistem kereta-api yg bagus bgt… kalo di sana sih gw lebih milih kereta ketimbang motor bebek…:mrgreen:

    Balas
  • 6. ninoy  |  Agustus 7, 2007 pukul 9:01 pm

    heuheu jadi inget kata salah satu temen saya “angkot itu cuman buat orang kaya” secara getoh ongkos angkot hari ginih…dulu sih jaman sama sma masih 1500 itu udah PP rumah-sekolah…sekarang mah 1500 cuman cukup sekali doang itupun ga jauh jaraknya😀

    Balas
  • 7. wedulgembez  |  Agustus 8, 2007 pukul 12:06 pm

    Kembali lagi kepada pemerintah…. Apa sih kerjaan orang2 pemerintahan???? Perhatikan donk nasib rakyat!!!!!

    ## yah membenahi IPDN saja belum mampu apalagi nasib rakyat!
    *sambil mengelus dada*

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: