(Aing – Sia) Versus (Gue – Loe)

September 22, 2007 at 8:47 am 10 komentar

Ternyata Anak-Anak ITB Belum Berbaur dalam Pergaulannya

Selain sebagai tempat penyiksaan menuntut ilmu, kampus ITB (and also kampus lainnya pasti) juga berfungsi sebagai ajang bersosialisasi, berorganisasi, berpolitik, dan sebagainya. Apalagi di ITB, yang notabene disebut sebagai “miniatur Indonesia” dengan beragamnya latar belakang suku, tentunya sangat menarik bergaul dengan mahasiswa-mahasiwa ITB.

Saya sangat terkejut ketika melakukan YM! dengan teman saya dari FTSL, kira-kira obrolannya kaya gini :

Aka***gai : Kamu jadi sombong gak pernah kumpul bareng anak SMA lagi

 Geowana : Oh iya gituh??

Geowana  : Saya kan skarang dah punya temen2 baru… jadi wajar dunx

Aka***gai  : Kamu sih enak Material kan cuma dikit mahasiswanya

Aka***gai  :  Jadi gampang nyatuinnya,,, gak kaya di FTSL

Aka***gai  : Apalagi di FTSL banyak anak Jakartanya

Geowana  : Emangnya napa ma anak Jakarta???

Aka***gai  : Mereka tuh suka nge geng-gong gitu

Aka***gai  : Susah ngedeketinnya

Aka***gai  : Lagian kalo ngomong ma mereka suka gak nyambung

Geowana  : oooooooo………… 😕

Ada yang menarik dari obrolan di atas, yaitu adanya penekanan terhadap para mahasiwa dari Jakarta. Kenapa harus dari Jakarta? Bukan Padang, Malang, Medan, dsb. Apakah ini ada hubungannya dengan rivalitas PERSIB vs PERSIJA????? (Gak nyambung dunx…. :mrgreen: )

Jujur saya dapat memahami apa yang dikatakan teman saya itu, sebab latar belakang pergaulan kita saat SMA (SMAN 5 Bandung) itu cenderung sama. Kita sebagai orang Sunda sangat senang dengan kesederhanaan, keramahan, dan kerendah-hatian dalam bergaul (mungkin gak semua juga sih). Dan bila melihat dari pandangan pertama, maka orang-orang Jakarta pada umumnya tak memenuhi syarat-syarat di atas. Mereka selalu tampil eksentrik (gaul) dan lebih senang bergerombol dengan teman2 lama mereka.

Apakah masalah ini akan dibiarkan terus-menerus?? Harus ada satu yang mengalah dan berani membuat perubahan. Memang waktu pada akhirnya akan menyatukan kita, tapi kapan?? Cobalah kita mengenal satu sama lain, selalu berprasangka baik pada semua orang, dan jangan pernah minder untuk bergaul dengan orang lain.

Ada tips bagi kalian agar bisa diterima di berbagai macam komunitas :

  1. Kenali diri sendiri (Terutama posisi dalam pergaulan)
  2. Bila mulai masuk komunitas baru, maka jangan ubah posisi anda tersebut
  3. Ikuti segala norma dan kebiasaan yang baru dalam komunitas tersebut
  4. Carilah respect  dari teman-teman barumu
  5. Setelah respect tersebut cukup besar maka kamu akan memiliki influence
  6. Gunakan influence tersebut untuk membentuk kondisi yang lebih sesuai dengan keinginan kalian

Ayo kita selesaikan masalah ini, orang Bandung dan Jakarta bersatu, berjalan bersama, bercanda bersama dan juga sukses bersama. Biarlah hanya Viking dan The Jack yang ribut, kita di sini sebagai satu kesatuan yang berbeda dari mereka.

Alhamdulillah, teman2 saya di MT-07 dah menyatu semua darimanapun mereka berasal. Jadi saya baru sadar bahwa ternyata di Fakultas lain ada juga masalah seperti ini. Contoh donk anak2 MT yang kompak (hoho…. sori narsis 😀 )

Yuk ah,,,,,, PEACE BRO !!!!

Entry filed under: kuliah, Manusia, pengalaman pribadi, sosial. Tags: .

Hello everyone,,, I’m back!! Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1428 H….

10 Komentar Add your own

  • 1. purmana not purnama !!  |  September 22, 2007 pukul 8:54 am

    Pertamax masih musim gak sih????

    Balas
  • 2. wanita cantik  |  September 22, 2007 pukul 9:46 pm

    haaa rzk eksiis yeuh .
    hahaii .
    ah da gt” amat .
    hiperbol pisaan .

    Balas
  • 3. pemaen bonang yg cantik  |  September 22, 2007 pukul 9:56 pm

    sudaa .
    sudaa .
    sudaa .
    mkanya ingetin atu sblun nyuru te .

    Balas
  • 4. Dhimas Lazuardi  |  September 23, 2007 pukul 10:21 pm

    aink kasep – blegeg sia
    kalo kata wong sunda mah ieu lebih kasar daripade gue-elo:mrgreen:
    btw, si aka***gai saha?:?:

    Balas
  • 5. purmana not purnama !!  |  September 26, 2007 pukul 8:13 pm

    [at] Dhimas

    kasar jeung henteu teh relatif…urang kedah tiasa nyasuaikeun diri ambeh ditarima ku komunitas. Tong kaliwat Idealis ku adat daerah urang masing-masing.

    aka***gai teh budak FTSL 2007… tuh nu tos nyerat komen no 2 sareng 3.

    Balas
  • 6. atmo4th  |  September 28, 2007 pukul 1:56 pm

    Akhirnya kamu nulis lagi..
    saya sih tetep membudayakan aing-maneh,, bukan aing-sia,😀

    Balas
  • 7. purpurin  |  Oktober 2, 2007 pukul 12:54 am

    oiya..sebelumnya salam dulu ya.. Dulu aku se smp ma kamu…

    Oh.. di itb sih tetep membudidayakan aku-kamu atau kadang pake saya (jarang banget tapi).Ya, emang kerasa bahwa semuanya masih belum bisa nyatu. Tapi asal kita mau usaha deketan sama mereka juga, mereka lama-lama mau nyatu juga..

    ^-^

    Balas
  • 8. Shelling Ford  |  Oktober 6, 2007 pukul 3:04 pm

    yah…makanya…kuliahlah di ugm…

    Balas
  • 9. Spitod-san  |  Oktober 9, 2007 pukul 11:10 pm

    kalau dilihat sebagai masalah, ya jadi masalah.. kalau dilihat sebagai bumbu baru, jadi menarik..
    saya & teman-teman malah suka menertawai gambaran stereotip masing-masing etnis/group😀

    Balas
  • 10. Tone  |  Agustus 28, 2009 pukul 8:59 pm

    eh ad yg tw ga, artinya aing n sia paan sh?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: