3 Bulan di ITB… Apa Saja Yang Kudapat??

Oktober 15, 2007 at 8:19 pm 6 komentar

Orang bilang kuliah itu adalah masa yang sangat-sangat berbeda ketimbang masa SMP dan SMA. Ada yang bilang kuliah itu menjemukan, dosennya killer semua, banyak tugas, gak bebas lah… Tapi ada juga yang bilang kuliah itu menyenangkan, kita bisa belajar berpolitik, bebas berekspresi, bebas dari pengawasan ortu, jadwal kuliah yang tak terkekang waktu, dsb. Tapi itu semua hanya pandangan umum orang, dan tentunya saya memiliki pandangan dan perasaan yang berbeda.

Sebagai mahasiswa baru tentunya fisik dan mental saya yang masih “tempe” ,hasil didikan SMA Negeri di Indonesia yang cupu, belum mampu beradaptasi sempurna dengan atmosfir persaingan yang sangat panas (Lebih panas dari EPL lho…!). Tapi tentunya ada sedikit perubahan yang terasa pada diri saya setelah 3 bulan jadi mahasiswa baru. Misalnya :

  1. Di lingkungan kampus saya jadi terkenal aktif (tapi bukan aktif bertanya…) terutama dalam pergaulan. Saya jadi bisa bergaul dengan siapa saja, berbeda dengan di SMA dimana saya agak sedikit kesulitan bergaul dengan anak-anak “gaul” dan cewe-cewe (maklum kebanyakan gaul ama DKM/Rohis)
  2. Di lingkungan teman2 SMA saya merasa teman2 SMA saya memberikan ‘respect’ lebih terhadap saya, dan saya merasa lebih dihargai. (Entah mengapa…??)
  3. Di lingkungan keluarga saya jadi jarang ngobrol ama keluarga… pagi pergi, pulang minimal magrib terus ngerjain tugas ampe malem, gitu aja tiap hari. Walaupun saya tinggal bersama ortu tapi serasa jadi anak kost.
  4. Di lingkungan sosial saya merasa jadi lebih percaya diri dan tak pernah minder menghadapi orang, bahkan mungkin terkesan angkuh. Contohnya saya pernah berdebat dengan Polisi saat saya ditilang, dan karena terlalu berani berdebat si Polisi sampai marah dan hampir melakukan tindak kekerasan… untung aja banyak orang yang liat, dilepaslah saya tanpa didenda dipalak sedikitpun.

Mungkin masih banyak perubahan yang terjadi dan tidak saya sadari. Dunia kampus memang banyak memberikan perubahan pada kehidupan seseorang. Lalu mengenai hal-hal baru yang saya temui di kampus baru saya adalah :

  1. Pengetahuan baru (pastinya…). Misalnya fungsi tangga, pembuktian mendalam limit, entropi, postulat Dalton, Hot Rolling, Blast Furnace, dsb.
  2. Kesamaan sifat orang Indonesia, ternyata mau dari Bandung, Jakarta, Jogja, Bali, Medan, Padang, Makassar, dsb. tipe-tipe orangnya tuh sama. Buktinya saya bisa diterima oleh mereka walaupun tanpa mengubah sikap dan positioning diri saya.
  3. Cara mendekati orang keturunan Cina. Emang udah terkenal nih orang keturunan Cina tuh suka menutup diri dari lingkungan pribumi, tapi disini saya sepertinya menemukan taktik untuk bisa dekat dengan mereka. Taktiknya susah untuk dijelaskan, tapi intinya sih “sikap terbuka kita akan membuat orang lain bersikap terbuka pada kita”.
  4. Orang-orang ‘aneh’. Yah mungkin karena kebanyakan orang pinter dan malah terlalu pinter jadi aja kampus saya dipenuhi orang-orang aneh. Saya pernah liat ada mahasiswa yang sambil jalan ketawa dan senyum2 sendiri padahal dia gak sama temennya loh… Tapi sepertinya ini bersifat relatif, soalnya lingkungan SMA saya cenderung tidak ada orang seperti ini sehingga saya belum terbiasa melihatnya (Oh ya, doakan saya supaya gak jadi kaya orang yang kaya gitu ya….)

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal baru yang saya temui di kampus, misalnya “ramuan tahan melek” biar bisa belajar sampe larut malem, cara sms gratis sepuasnya, tempat2 ‘ngeceng’ cewe yang enak dan PW, dan lain sebagainya. Tapi nanti malah mengundang ke-madharatan, bukannya manfaat kalau sampai salah tafsir.

Thanx dah baca tulisan gak penting ini…..😀

Entry filed under: kuliah, pengalaman pribadi. Tags: .

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1428 H…. Catalytic Converter dan Pencemaran Udara

6 Komentar Add your own

  • 1. rozenesia  |  Oktober 18, 2007 pukul 6:53 am

    Ahahaaa… Pengalaman yang bagus. Pengalaman memang guru yang katanya baik, kan?😉
    Saya juga nanti mau menulis pengalaman kuliah semster awal juga ah.

    Cara mendekati orang keturunan Cina. Emang udah terkenal nih orang keturunan Cina tuh suka menutup diri dari lingkungan pribumi, tapi disini saya sepertinya menemukan taktik untuk bisa dekat dengan mereka. Taktiknya susah untuk dijelaskan, tapi intinya sih “sikap terbuka kita akan membuat orang lain bersikap terbuka pada kita”.

    Well… Hati-hati aja kena steorotype, mas. Sebenarnya nggak ada yang nutup-nutupin diri, kok. Bener. Saya kalo mau bergaul sama siapa aja oke. Memang, kadang saya juga minder sendiri, secara saya salah satu dari sedikit yang ‘bermata sipit’ di komunitas kampus. Tapi nggak jadi soal bagi saya ach, enjoy aja.

    Nih, saya kasih URL tulisan saya waktu masih pake blog yang lama >> http://coretangunawan.wordpress.com/2007/04/20/reflection-chapter-1-indonesia-the-largest-country-in-the-world-with-a-chinese-problem/

    Balas
  • 2. purmana  |  Oktober 18, 2007 pukul 8:34 am

    [at] Rozensia

    Sebenernya hal ini berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya tentang mahasiswa dari Jakarta. Sebenernya saya tidak ada maksud menyudutkan keturunan Tionghoa (Katanya kalo Cina konotasinya negatip yah…).

    Saya hanya ingin menunjukkan bahwa di kampusku itu suasananya sangat heterogen dengan berbagai karakter dan sifat orang sehingga saya harus pintar2 mencari cara untuk mendekati setiap karakter tersebut.

    Link-nya bagus, tapi belum dibaca smua… panjang bangeet😀

    Thanx…..

    Balas
  • 3. rozenesia  |  Oktober 19, 2007 pukul 1:22 am

    Katanya kalo Cina konotasinya negatip yah

    Bagi saya relatif, seperti yang saya tulis dalam artikel yang saya sertakan link-nya itu, kalau individu tertentu tidak bermasalah atau apalagi senang dan bangga dipanggil “Cina” dalam konotasi penghinaan, ini adalah hak dari individu yang bersangkutan.😛
    (bagi saya, saya coba anggap angin lalu aja, nggak ada gunanya gontok-gontokan)

    Baca, baca, bacaaaaa…😆
    *dibungkam*

    Balas
  • 4. wyren  |  Oktober 19, 2007 pukul 8:38 pm

    BTW, mas purnama kul jurusan en fakultas apa sih?

    Balas
  • 5. Dhima$ LN  |  Oktober 20, 2007 pukul 10:30 pm

    eh, senyum-senyum sendiri di jalan ya? kaya’nya saya ya? *ke-GR-an. 8)
    btw, taqobbalallah minna wa minka

    Balas
  • 6. Resta  |  November 8, 2007 pukul 11:42 pm

    lu gak senyum2 sendiri juga kan klo jalan?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: