Kedewasaan Beberapa Mahasiswa Baru ITB Masih Kalah Dengan Siswa SMA

Desember 9, 2007 at 8:43 pm 12 komentar

Laporan Dari Acara Dies Natalis URPA ke-32

Seorang dosen ITB pernah berkata bahwa saat ini pandangan umum tentang mahasiswa telah berubah. Mahasiswa bukan lagi manusia yang sudah dewasa tetapi sebagai manusia yang “dianggap” sudah dewasa. Sebenarnya apa saja indikator kedewasaan seseorang ?? Apakah hanya dari penampilan, kualifikasi ijazah, atau kemampuan menarik perhatian lawan jenis??

Menurut saya ada dua hal yang bisa menjadi ukuran kedewasaan, yaitu :
1. kemampuan seseorang dalam menghadapi tekanan fisik dan mental
2. kemampuan sesorang dalam berkomunikasi dengan baik dan benar

Hal-hal di atas adalah tujuan utama dari berbagai pembinaan yang sudah biasa diadakan oleh banyak organisasi dalam menjaring dan melantik anggota baru mereka. Biasanya tujuan tersebut berusaha dicapai dengan cara Stressing, mengkondisikan peserta dalam keadaan terpojok disertai dengan berbagai intimidasi untuk memancing sikap kepedulian, keberanian, kerja sama, dan inisiatif mereka untuk keluar.

Pada tanggal 8-9 Desember 2007 diadakan acara Dies Natalis ke-32 dan Pelantikan Anggota Baru Unit Renang dan Polo Air (URPA) ITB di wilayah Cikole, Lembang. Seperti acara-acara pelantikan lainnya stressing dilakukan pada malam hari dengan sistem pos, peserta dibagi dalam beberapa grup dan tiap grup harus melewati seluruh pos yang ada.

Saya sungguh aneh dan sedikit kecewa dengan beberapa teman saya yang juga sesama peserta pelantikan acara tersebut, mengapa ? Sebab yang saya pikir pada awalnya mereka yang notabene sebagai insan terpelajar dan terpilih akan mampu menjawab berbagai pertanyaan para kakak angkatan dengan lugas dan tegas malah terkesan mudah tertekan dan “tidak berkutik” menghadapi tekanan mental yang disajikan. Hal ini terlihat dari kurangnya inisiatif dalam mengambil keputusan, ketidakmampuan mengambil keputusan dalam waktu cepat, kepedulian rendah terhadap sesama peserta dan “ngelantur”-nya jawaban para peserta dalam menghadapi pertanyaan yang membutuhkan penalaran dan logika yang cukup tinggi.

Hal ini sebenarnya sungguh aneh dan agak memalukan (maaf) sebab di sekolah saya sebelumnya, SMAN 5 Bandung, respon dan inisiatif siswa dalam menghadapi acara-acara seperti ini jauh lebih bagus dari respon para mahasiswa di tempat saya kuliah sekarang. Mereka labih sigap, berani, berinisatif, cepat tanggap dan bertanggung jawab.

Tentunya hal ini perlu segera dibenahi, kita harus sadar bahwa kampus bukanlah sekedar ajang mendapatkan nilai (IP) tapi harus juga menjadi ajang untuk mendewasakan para mahasiswa agar menjadi insan yang berilmu, bertaqwa dan berkarakter tangguh. Janganlah kita menjadi anak kecil yang “terperangkap” di dalam tubuh orang dewasa.

Yah, sekali lagi… saya Cuma bisa ngoceh di sini, saya tak tahu apakah tulisan ini akan memberikan perubahan atau tidak. Terima Kasih sudah membaca tulisan ini.

Entry filed under: kuliah, Manusia, sosial. Tags: .

Pandangan Orang ‘Culun’ Tentang Geng Motor Kenapa Pengendara Motor Banyak yang ‘BODOH’ di Jalan

12 Komentar Add your own

  • 1. deKing yang biasa2 saja  |  Desember 9, 2007 pukul 11:29 pm

    Hahaha benar kata iklan salah satu produk rokok di negara kita…
    “Jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan”

    Usia dan status bukan jaminan dari lahirnya kedewasaan. Bener ga bro?

    Balas
  • 2. Darth Spitod  |  Desember 10, 2007 pukul 2:03 pm

    Dewasa… menurut saya, bukan kemampuan menghadapi tekanan atau komunikasi, tapi pada tanggung jawab.

    Balas
  • 3. purmana  |  Desember 10, 2007 pukul 7:42 pm

    @ deKing
    Saya masih diliputi pertanyaan, adakah faktor biologis yang mempengaruhi tumbuhnya kedewasaan seseorang… Karena saya yakin bukan hanya faktor lingkungan saja yang mempengaruhi kedewasaan tapi juga faktor keturunan dan biologis. Tapi apa faktor biologis itu ????

    @ Spitod
    Saya hanya memberi 2 contoh parameter kedewasaan di sini. Mengenai tanggung jawab tentu itu sangat bisa dijadikan ukuran kedewasaan tetapi pada pelaksanaannya tentu saja tetap akan berhubungan dengan dua parameter yang saya ungkapkan di sini.

    Mari Berjuang Bantai UTS 2 KIMIA DASAR !!!!

    Balas
  • 4. Gustian  |  Desember 13, 2007 pukul 11:38 am

    Masalah ini nampaknya akan semakin besar di tahun-tahun mendatang bila sistem pembelajaran di SMA tidak dirubah dan disesuaikan dengan ‘habbit’ di Perguruan Tinggi, apalagi di PT yang terkenal sibuk seperti UI, ITB dan UGM.

    Ditambah lagi dengan salahnya pendidikan yang dilakukan orang tua saat ini dalam mendidik anaknya saat menginjah usia remaja dan dewasa.

    Balas
  • 5. Cynanthia  |  Januari 6, 2008 pukul 12:13 pm

    kemampuan seseorang dalam menghadapi tekanan fisik dan mental

    Aih, kalau ditekan kayak di MOS dan kegiatan semacamnya, saya nggak akan tahan =__=”

    Kalau saya sih melihatnya lebih dari bagaimana kita mengimplementasikan sesuatu.

    Ya, ya, dari fisik dan mental saya memang belum dewasa, orang baru 14 tahun

    😀 reply: Dalam dunia yang nyata, bukan dunia sekolah yang cupu, tekanan akan datang bertubi-tubi… tekanan pasti akan disebabkan oleh fisik, mental atau keduanya. Percuma saja seorang yang jenius eksak tapi dia tidak memiliki keberanian menghadapi orang-orang yang menentang bahkan mengancamnya… Dunia itu keras, kepintaran dan kecerdasan otak tak akan bisa menghadapi segala hal yang ada.

    Balas
  • 6. hariadhi  |  Januari 6, 2008 pukul 11:44 pm

    Menurut gw udah seharusnya kedewasaan tidak diukur dalam keadaan tertekan seperti itu. Tekanan kerja sebenarnya beda kok dengan stressing malam gelap gulita di tengah teriakan senior.

    Dan kualitas orang seharusnya tidak lagi diukur dengan generalisasi. Mungkin ada yang tidak cemerlang saat dalam tekanan , tapi bisa mengkilap kalau dalam keadaan santai tanpa beban.

    Organisasi yang bagus sebenarnya menghargai variasi karakter masing-masing individu kan? Bukan mengharapkan robot-robot yang tidak cracked under pressure saja.

    Balas
  • 7. purmana  |  Januari 7, 2008 pukul 12:06 am

    @ 6

    Di sini saya membandingkan antara pengalaman saya sewaktu SMA dan Kuliah sekarang.

    Dimana saat SMA saya menemukan lebih banyak orang yang memiliki mental dan fisik yang kuat saat tertekan ketimbang saat saya kuliah sekarang.

    Sejak saat dulu memang berkembang stereotip di masyarakat bahwa mahasiswa2 kampus saya kurang gaul dan kurang bisa bermasyarakat. Nah lalu saya mencoba menghubungkan stereotip tersebut dengan faktor kedewasaan mahasiswa2 baru di kampus saya ini.

    Balas
  • 8. Hariadhi  |  Januari 7, 2008 pukul 2:59 am

    well, you’re smelling the problem. Kenapa ga lebih dalam mencari penyebabnya? Kenapa malah mengumpati kulit permasalahannya?

    Ini beneran kok, dari banyak buku yang gw baca sebenarnya bukan tekanan luar yang bikin orang lebih produktif dan tegar, tapi dorongan dari dalam. Dan itu ga bisa dimunculin dari kegiatan seminggu-dua minggu. Apalagi berharap dari acara satu malam.

    Balas
  • 9. ssw  |  Juli 29, 2008 pukul 8:53 pm

    tekanan yang palsu. Gak akan menghasilkan ketegaran yang asli.

    jangan seperti sistem digital yang hanya mengenal angka 0 dan 1. Tapi kita manusia itu adalah analog. Ada 0 dan 1, tapi ada juga ditengah-tengah itu. Kalo saling menghormati kan enak.

    saya setuju dengan pendapat hariadhi.

    Balas
  • 10. catra  |  Agustus 23, 2008 pukul 9:17 am

    saya jadi tersindir nih… hohoho:mrgreen:

    Balas
  • 11. FRIDA  |  Agustus 26, 2008 pukul 3:18 pm

    KEDEWASAAN PA NIE?????

    WAH JANGAN SALAH KITA JUGA G KALAH JAGO KOK

    Balas
  • 12. FRIDA  |  Agustus 29, 2008 pukul 1:20 pm

    knp g bs d bk c …
    siswa baru angkatan baru ne…????
    padahal kan aku mau lht doank!!!!

    uh sebel….
    ud d cari Situs nya gak ada tw . .
    BT deyh

    aku cuman pngen tw Abngku msk sn oR gx????

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: