Kenapa Pengendara Motor Banyak yang ‘BODOH’ di Jalan

Desember 24, 2007 at 6:46 pm 7 komentar

CONTOH KEBODOHAN

Bagi anda yang selalu bepergian menggunakan mobil pribadi mungkin sudah sering merasa jengkel dengan perilaku mengemudi para bikers, dan menurut pandangan saya yang telah singgah di beberapa kota di Jabar, Banten dan DKI pengemudi motor di Bandung adalah pengemudi yang paling BODOH dan tidak tahu aturan. (Applause donkz….!!!!!)😆

Apabila ada yang kurang setuju dengan pendapat saya di atas, silakan anda mengendarai mobil di jalanan protokol Kota Bandung saat jam-jam sibuk (06.00-10.00 dan 16.00-19.00), dijamin kalau anda baru pertama mengemudi di Bandung pasti anda akan cepat naik darah dan mencak-mencak gak karuan… Bayangkan baru anda injak gas sedikit sudah ada motor dari kanan memotong jalur anda dan tiba-tiba mengerem tiba2 di depan mobil anda. Otomatis anda-pun harus mengerem dengan tiba-tiba, kalo lagi gak hoki ya mobil anda bakalan nubruk tuh pantat motor, dan dijamin lagi pengemudi motor itu bakalan gak tahu menahu tentang kesalahan dia dan andalah yang akan dituntut habis-habisan. (Di sinilah biasanya orang banyak baku hantam…😆 )

Kayaknya gak usah disebutkan lagi tindakan-tindakan ‘BODOH’ dan ‘KAMPUNGAN’ yang dilakukan bikers di Indonesia, pasti kalian dah sering denger kok. Nah, di sini mari kita bahas kenapa sih mereka berperilaku seperti itu…??? Kenapa saat orang naik motor tiba-tiba dia menjadi seorang yang BODOH dan KAMPUNGAN ??? Menurut saya ada beberapa faktor, yaitu :

1. Orang Indonesia Terlalu Cepat Kaya, Atau Harga Motor yang Kelewat Murah…
Perlu dipahami bahwa tingkat ekonomi seseorang dapat mempengaruhi sikap dan tingkah-laku mereka, selain itu cara yang dilakukan untuk mencapai tingkat ekonomi tertentu-pun dapat menjadi tolak ukur seberapa baik dia dapat bersikap dan bertingkah laku. Nah menurut saya banyak orang yang berstastus OKB (Orang Kaya Baru) yang dimana tingkat intelektualitas mereka belum matang sehingga masih bersikap selayaknya orang KAMPUNGAN yang BODOH sudah bisa memiliki motor dan membesut motor barunya di jalanan dengan asal-asalan dan tidak memperhatikan peraturan-peraturan yang ada. Coba bandingkan dengan orang yang berpenghasilan pas-pasan dan harus menabung bertahun-tahun demi membeli motor, maka diperkirakan orang seperti itu akan merawat motornya dengan hati-hati karena dia ingat akan kerja-kerasnya demi mendapat motor itu.

Orang Indonesia Terlalu Pintar dan Berani Mati
Bayangkan saja seorang anak SD yang badannya masih kecil (‘itu’-nya juga masih segede korek api:mrgreen: ) sudah biasa mengendarai motor, biasanya tipe matik (Mio, Spin, Vario). Wuiiih…. ngendarain motornya kebut-kebutan lagi, bak pembalap Moto-Gp. Pinter banget bukan??? Saya yakin Valentino Rossi pas umur 7 tahun aja belum tentu berani kebut-kebutan sampe 80-100 km/jam. Saya salut dan bangga dengan anak-anak ini, semoga kalo ketubruk mobil gak langsung mati ya… kasian tuh sama orang tua kalian😀

Brang Image Motor Indonesia yang dibuat sok Racing
Nah… ini nih, lebih keliatan betapa KAMPUNGAN dan BODOH-nya ‘bikers’ Indonesia. Dikasih iklan motor “bebek” kencang langsung aja dipraktekkan di jalanan. Padahal kalian pikir, apa sih yang bisa dilakukan dengan motor bebek 100 – 135 cc, SOHC, dengan harga <15 juta??? Jangan asal geber donk, rancangan rangka, suspensi, ban dan sistem rem motor2 itu sangatlah tidak mendukung untuk pengendaraan dengan cara KAMPUNGAN kalian. Jangan samakan dengan motor2 luar negeri yang harganya selangit dengan didukung oleh rancangan dan teknologi mutakhir. Jangan sok Jagoan lah dengan motor “kecil” kalian…!!! Oh iya, ada masukan buat YAMAHA INDONESIA; kalau buat iklan yang mendidik donk !!! Jangan tampilkan adegan kebut-kebutan… Terlihat hasilnya pengemudi YAMAHA banyak yang tidak sopan jadinya di jalanan.

Nah itulah beberapa faktor versi saya pribadi, kalau anda menemukan suatu kesalahan atau ada kekurangan dan kelebihan dari tulisan ini mari kita diskusikan demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang tertib berlalu-lintas.

Entry filed under: Manusia, Otomotif, sosial. Tags: .

Kedewasaan Beberapa Mahasiswa Baru ITB Masih Kalah Dengan Siswa SMA 2007 = The Struggle for Live

7 Komentar Add your own

  • 1. hendra_ku  |  Desember 25, 2007 pukul 8:49 pm

    “Nah… ini nih, lebih keliatan betapa KAMPUNGAN dan BODOH-nya ‘bikers’ Indonesia. Dikasih iklan motor “bebek” kencang langsung aja dipraktekkan di jalanan. Padahal kalian pikir, apa sih yang bisa dilakukan dengan motor bebek 100 – 135 cc, SOHC, dengan harga <15 juta??? Jangan asal geber donk, rancangan rangka, suspensi, ban dan sistem rem motor2 itu sangatlah tidak mendukung untuk pengendaraan dengan cara KAMPUNGAN kalian. Jangan samakan dengan motor2 luar negeri yang harganya selangit dengan didukung oleh rancangan dan teknologi mutakhir. Jangan sok Jagoan lah dengan motor “kecil” kalian…!!! Oh iya, ada masukan buat YAMAHA INDONESIA; kalau buat iklan yang mendidik donk !!! Jangan tampilkan adegan kebut-kebutan… Terlihat hasilnya pengemudi YAMAHA banyak yang tidak sopan jadinya di jalanan.”

    yah, namanya juga iklan bro pasti dibuatnya melebih2kan,,,
    hmmm,,,masih ingat iklan motor yg kejar2an ama pesawat ato iklan motor yg jg kejar2 dgn helikopter,,,hebatkan?! hehehehe…
    (apalagi iklan kosmetik)

    wah lama gk komen diblog ini, gmn kabarnya bro purmana??

    Balas
  • 2. purmana  |  Desember 26, 2007 pukul 12:07 am

    @ hendra_ku

    Rakyat Indonesia mudah termakan ikan eh iklan ya😆 😆

    Ane Alhamdulillah baek2 aja… Tp agak stress nih liat nilai2 Ujian di Kuliah semester pertama ane.😀

    Eh kalo gak salah gw pernah download lagu yg judulnya “Mulan Kwok” dari multiply ente…. Lagunya kocak abis:mrgreen:

    Balas
  • 3. ardianto  |  Desember 26, 2007 pukul 12:26 pm

    SIM-nya nembak kali ya…
    Hayo ngaku, SIM-mu nembak apa bener2 tes?:mrgreen:
    Eh, nilai-nilainya udah keluar? Fisika & Kimia kep**at?
    *Nggak bisa liat karena ada di kampung*

    Balas
  • 4. agorsiloku  |  Desember 26, 2007 pukul 3:29 pm

    setuju…😀
    Sambil ngelap motor yamaha cicilan (tapi udah lunas)…😀

    Balas
  • 5. hendra_ku  |  Desember 26, 2007 pukul 4:42 pm

    @purmana

    klo konsumen termakan ama iklan tersebut itu menandakan iklan tersebut sukses shg pruduknya bsa terjual laris, hehehehe…

    oh iya, ID Multiply kmu yg namanya apa?soalnya bnyk yg donlot tuh lagu🙂

    Balas
  • 6. StreetPunk  |  Desember 31, 2007 pukul 3:23 pm

    Begitulah tingkah laku sebagian OKB yang kurang tau diri tersebut.

    Aku ada usul nih gimana kalau tulisan ini diprint aja, dicetak atau diphotocopy sebanyak-banyaknya terus dibagi-bagikan kepada para pengguna jalan (baik mobil maupun motor) di daerah yang banyak orang KAMPUNGAN dan BODOH tersebut, oke kan? Dengan begitu pasti mereka sadar atau setidaknya dapat meminimalisir segala tingkah laku salah dalam berkendara yang selama ini mungkin kurang mereka sadari.

    Balas
  • 7. Geowana  |  September 17, 2016 pukul 1:48 pm

    bukan bodoh tapi kurang hati-hati. Ramainya jalan membuat orang kehilangan konstrasi. Sama seperti orang yang kehilang konstrasi saat di tol cipali. jalan yang lebar dan lurus membuat tek menyadiri bahwa kendaraan sudah di kecepatan 120-130. yang mengakibtkan kecelakan (oleng, rem yang tak kunjung berhenti)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: