Naik Angkot di Bandung??? Cape deh….

Desember 30, 2007 at 1:31 pm 17 komentar

Sudah saatnya angkot dihapus dari Kota Bandung.

Isu pemanasan global yang disuarakan di banyak penjuru dunia menuntut agak kita melakukan efisiensi dalam hal penggunaan alat transportasi berbahan bakar fosil diantaranya dengan cara menggunakan angkutan umum bukan kendaraan pribadi seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Jepang atau Eropa.

Dengan menggunakan kendaraan umum sebenarnya kita telah melakukan banyak sekali kebaikan, misalnya menghemat konsumsi bbm dibanding menggunakan kendaraan pribadi, mengurangi kemacetan kota dan memberi pendapatan bagi puluhan ribu supir angkot di Kota Bandung. Melihat dari berbagai keuntungan tersebut maka sudah jelas bahwa kita sangat dianjurkan memilih angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi. Tetapi kenapa yang terjadi di Kota Bandung malah sebaliknya, orang-orang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang angkot atau bus kota ???

Jawabannya bukanlah kesadaran, jujur saya sangat benci pada orang yang bilang bahwa fenomena seperti ini disebabkan karena kesadaran masyarakat masih rendah untuk menggunakan kendaraan umum. Masyarakat Kota Bandung itu pintar dan bukannya tidak sadar, melainkan mereka tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan dan inginkan. Fenomena ini bukanlah salah masyarakat, sebab masyarakat pada umumnya bagaikan burung pengelana, selalu berpindah-pindah tempat pada tempat yang lebih baik dan lebih menguntungkan bagi mereka.

Faktor terbesar kenapa mereka memilih kendaraan pribadi adalah faktor ekonomis, apalagi sekarang sangat mudahnya mengredit motor ditambah uang bensin per-hari sepeda motor jauh lebih murah dari ongkos naik angkot. Sebagai pembanding bila saya pergi dari rumah (Ujung Berung) ke kampus ITB yang berjarak 15 km saya harus minimal 2 kali naik angkot dengan biaya total Rp.4500 satu balikan. Jadi satu harinya minimal saya mengeluarkan Rp.9000 belum lagi apabila pada hari itu saya harus pergi ke tempat lain maka biayanya akan tambah membengkak toh ? Namun dengan menggunakan sepeda motor bebek dengan bensin premium seharga Rp.15000 saya sudah bisa bolak-balik ke kampus selama 6 hari, jadi biaya minimum hanya Rp.2500 per-harinya. Sangat jauh kan…???

Faktor kedua adalah masalah kenyamanan. Bayangkan di udara Bandung yang tambah panas dan pengap kita berada di dalam mobil carry tanpa AC dengan tempat duduk seadanya, pasti sangat tidak nyaman kan?? Sangat jauh bila kita berada di dalam mobil pribadi dengan AC menyala, ditemani alunan musik dari CD-Player dan bisa duduk dengan nyaman dan leluasa. Selain itu kebiasaan “ngetem” para supir angkot menambah ketidaknyamanan bepergian.

Faktor ketiga adalah gengsi. Semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang maka selera mereka pun akan semakin tinggi/berkelas, dan ini tak perlu dipersalahkan karena memang sudah naluri dari setiap manusia. Tentunya seseorang yang berpenghasilan hingga jutaan per bulannya dan memegang jabatan tinggi tak akan mau berpanas-panasan ria di dalam angkot, toh dia mampu untuk membeli motor atau mobil pribadi dan pastinya akan meningkatkan prestige dia ketimbang harus naik angkot.

Dari uraian-uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bila sebuah angkutan umum tidak bisa memenuhi syarat-syarat di atas maka dipastikan akan ditinggalkan oleh para pemakainya dan itu terbukti dari semakin kosongnya muatan angkot dan bus kota di Kota Bandung. Oleh karena itu saya memberikan beberapa saran bagi pemerintah Kota Bandung :

  1. Ganti angkot dengan sarana yang lebih memadai seperti bus atau bahkan monorail
  2. Perbaiki sarana jalan raya di Bandung. Buat jalan baru dan perlebar jalan-jalan yang telah ada.
  3. Buatlah trotoar yang nyaman agar orang bisa senang berjalan kaki, lebih bagus bila ditanami pohon rindang agar suasananya semakin enak.
  4. Perbaiki sistem pemberhentian angkot dan bus kota. Sebaiknya jangan izinkan mereka berhenti di sembarang tempat, buatlah halte-halte yang nyaman tempat mereka berhenti.
  5. Bila nanti angkot dihapus dan diganti dengan sarana lain maka para bekas supir angkot haruslah diberikan pekerjaan misalnya menjadi supir bus, operator monorail atau penjaga halte.

Bila dalam jangka beberapa tahun ke depan pemerintah Kota Bandung tak melakukan reformasi dalam hal angkutan umum maka masalahnya akan menjadi tambah berat sebab sekarang sudah banyak supir angkot yang berhenti dan menganggur bila dibiarkan maka kalian bisa prediksikan apa yang terjadi. Selain itu ketidak efektifan penggunaan jalan raya, lalu masalah disiplin berlalu lintas para supir angkot dan bus yang semakin rendah akan memperparah situasi.

Sampai saat ini saya lebih memilih menggunakan motor atau mobil pribadi ketimbang naik angkot.

NAIK ANGKOT DI BANDUNG ???? Cape deh….

Entry filed under: Kota Bandung, Manusia, sosial. Tags: .

2007 = The Struggle for Live Iraha Deui nya nu jiga kieu ???

17 Komentar Add your own

  • 1. rozenesia  |  Januari 2, 2008 pukul 2:28 pm

    Hehheee… Faktor sumpeknya Bnadung mungkin salah satunya dari yang saya dengan dari teman saya, yang kebetulan baru pindah dari Bandung ke Jogja. Katanya, tahun-tahun terakhir ini pada masa-masa liburan dan akhir pekan, “plat B”-lah yang mewarnai kota Bandung, dan juga makin memperparah ‘kesumpekan’.:mrgreen:

    Balas
  • 2. purmana  |  Januari 3, 2008 pukul 6:40 pm

    Bandung dalam Master Plan beberapa puluh tahun yang lalunya memang tidak dirancang sebagai pusat perniagaan. Bandung lebih diarahkan kepada kota wisata, peristirahatan dan markas tentara. Jadi dibutuhkan suatu perubahan tata kota yang fundamental bila ingin menjadikan Kota Bandung sebagai pusat bisnis dan perdagangan.

    Balas
  • 3. Diki  |  Januari 4, 2008 pukul 9:08 am

    satuju, sebagai angkoters saya aja mulai pilih2 angkot, nyari yg sekiranya nyaman (ga penuh), cepat (ga ngetem) dan sopirnya enakeun (ga bletak bletuk dan seenak jidat)… ongkos angkot udah bisa dibilang mahal, jadi boleh dong konsumen pilih2😀 cuma ya itu milihnya kudu pake feeling:mrgreen:

    Balas
  • 4. dadang  |  Februari 6, 2008 pukul 9:03 am

    yang pendatang dari sumatra utara-tengah dan selatan kebanyakan maling, maling, maling en maling bin pencoleng, bin penipu, bin penjambret, de el el es be.
    maaaaaaaap banget ya.
    motor guwe ilang mungkin digasak ama pendatang2 harram ini.
    kusarankan, bandung harus dihuni oleh mereka yang pintar dan jangan diisi orang sumatra!!!!

    Balas
  • 5. purmana  |  Februari 7, 2008 pukul 5:17 am

    @ 4

    Waduh Mas….. Jangan meng-generalisir seperti itu donk,,

    Sebagai sesama pemilik motor saya sangat mengerti perasaan anda yang kehilangan motor kesayangan.

    Balas
  • 6. ikhsan dwitama  |  Maret 20, 2008 pukul 2:05 pm

    Setuju pisa. Ubah aja menjadi monorel/subway /atau bike to work or school. Hehehe jadi pake sepeda aja atau sepeda listrik kan leuwih alus dan yang penting duit rada hemat pisan. Dijamin cespleng dan ma’nyuus.

    Balas
  • 7. honey  |  Agustus 4, 2008 pukul 4:02 pm

    Teu satuju saya mun angkot dihapus di Bandung!!! Dikurangi iya, mo bangun monorail?? ngabenerkeun jalan wae saabad lila na benahi dulu orang2 nu aya di pamarentah cari nu sieun ka Alloh lain sieun ka pamimpin eta nu utama!!! Angkot sangat bermanfaat bagi kaum teu boga siga sayah. Hatur nuhun.

    Balas
  • 8. Lyani  |  Agustus 8, 2008 pukul 5:04 pm

    Kalo bisa angkot jgn d hapus dech . . . . .! Coz angkot sgt brmnfaat wlupun mahhal. . . . . .kalo angkot d hapus . . . .aq bolos school dong . . . .buat pemerintah tlg benahi ya. . . .:-)

    Balas
  • 9. ivan  |  Januari 25, 2009 pukul 3:52 pm

    all of my pren!!!!
    sorry nich yeee!!!!!
    ane blom pernah ke BANDUNG/ Wes japa!!!!!!
    klo g ada angkot keliling2 naek apaan dunkzzzzzz

    Balas
  • 10. natazya  |  April 2, 2009 pukul 12:02 am

    gambarnya gw pake ya😀

    Balas
  • 11. natazya  |  April 2, 2009 pukul 12:04 am

    eh ga jadi ahahahaha

    Balas
  • 12. rental elf  |  Januari 4, 2015 pukul 11:17 pm

    rental elf

    Naik Angkot di Bandung??? Cape deh…. | .:.GEOMORPHOSIS.:.

    Balas
  • 13. Jual vimax original  |  Februari 9, 2015 pukul 9:44 am

    Jual vimax original

    Naik Angkot di Bandung??? Cape deh…. | .:.GEOMORPHOSIS.:.

    Balas
  • 14. harga hp samsung galaxy  |  Februari 12, 2015 pukul 2:22 pm

    harga hp samsung galaxy

    Naik Angkot di Bandung??? Cape deh…. | .:.GEOMORPHOSIS.:.

    Balas
  • 15. herbalife murah  |  Februari 20, 2015 pukul 12:04 pm

    herbalife murah

    Naik Angkot di Bandung??? Cape deh…. | .:.GEOMORPHOSIS.:.

    Balas
  • 16. Booster 2m band  |  Februari 20, 2015 pukul 11:55 pm

    Booster 2m band

    Naik Angkot di Bandung??? Cape deh…. | .:.GEOMORPHOSIS.:.

    Balas
  • 17. khasiat minyak bulus  |  Maret 16, 2015 pukul 5:43 pm

    khasiat minyak bulus

    Naik Angkot di Bandung??? Cape deh…. | .:.GEOMORPHOSIS.:.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: