Suporter Indonesia dan sikap Kampungannya

Januari 18, 2008 at 8:00 am 16 komentar

superter-indo-1.jpg

–Nonton Bola kok KAMPUNGAN ??–

Sangsi 3 tahun bagi Aremania (suporter Arema) yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI menuai berbagai kotroversi terutama dari Aremania sendiri. Mereka menganggap PSSI haruslah mencari “api penyebab” bukan hanya “asap”-nya saja dalam insiden kerusuhan saat duel Arema vs Persiwa (16/1). Yang dimaksud dengan “api penyebab” menurut mereka adalah ketidak-becusan wasit yang memimpin pertandingan tersebut. PSSI menyatakan tidak akan merubah keputusan hukumannya itu agar menimbulkan efek jera bagi kelompok suporter lainnya.

Bila kita simak kutipan berita di atas, yang saya dengar dari acara LENSA OLAH RAGA ANTV (18/1), maka kita dapat menangkap sebuah pernyataan yang kalau bahasa Jawanya sih “ngeyel” diucapkan oleh seorang Aremania. Pernyataan itu mengenai mencari “api penyebab” peristiwa yang menurut mereka adalah ketidak-becusan wasit yang memimpin pertandingan. Menurut saya pernyataan itu adalah pernyataan yang cukup bodoh dan kurang elegan untuk dijadikan sebuah pembelaan.

Mereka (Aremania) sepertinya hanya ingin menimpakan kesalahan kepada pihak lain tanpa melihat buah dari tindakan bodoh, kampungan dan anarkis mereka. Mereka seperti merasa benar saat memukul kepala wasit, membakar bangku stadion, gawang dan papan reklame. Mereka seperti merasa bahwa tindakan itu disebabkan oleh sikap wasit dan itu semua adalah tanggung jawab wasit bukan urusan mereka, yang penting mereka bisa senang berbuat anarkis. Coba pikirkan siapa yang patut dijadikan “api penyebab” yang mereka maksud, wasit atau sikap suporter itu sendiri ?

Di sini saya tidak membahas tentang benar atau tidaknya keputusan wasit di pertandingan itu, saya juga tidak ada maksud menghina Aremania. Saya hanya ingin mengajak kita semua berpikir tentang tindakan yang kita lakukan, baik dan buruknya. Sebenarnya tidaklah sulit untuk merenung tentang kesalahan-kesalahan yang kita perbuat dan mengimplementasikannya di hari esok. Sudahlah cukup kekerasan yang kita perbuat dan coreng di wajah sepakbola negeri kita ini. Sudahlah cukup tindakan KAMPUNGAN yang selalu kita lakukan. Cobalah bersikap dewasa.

Kemana Slogan “FAIR PLAY” yang selalu dikibarkan di setiap awal pertandingan ?? Apakah itu hanya sebuah seremoni belaka tanpa tujuan ?

Bila kita memang tidak setuju dengan keputusan yang terjadi di lapangan hijau, tak usahlah kita melakukan tindakan kekerasan, sudah bukan zamannya lagi tindakan otot untuk menyelesaikan masalah. Carilah cara yang lebih elegan untuk mengungkapkan perasaan itu.

Semoga kita bisa berubah di masa mendatang.

BRAVO SEPAK BOLA INDONESIA !!!

Entry filed under: Indonesia, Manusia, Olah Raga, sosial. Tags: .

ADA APA DENGAN BLOGGERS WORDPRESS ??? Bicara Sedikit Tentang Manajemen

16 Komentar Add your own

  • 1. Goenawan Lee  |  Januari 18, 2008 pukul 10:40 am

    Heheheee… Ini adalah efek dari massa. Massa di sini hanyalah kerumunan, di mana susah untuk mengkoordinasikannya. Lagipula, sikap cari pembenaran ini ada di hampir semua bidang. Misalnya para simpatisan ngamuk calonnya ga kepilih terus nyalahin KPU ga becus. Dll… Komplit pake telor…😆

    Balas
  • 2. Cynanthia  |  Januari 18, 2008 pukul 2:44 pm

    Beginilah kalau kita lebih mengedepankan emosi ketimbang logika😆 . Contohnya seperti yang dibilang ama Mas Gun itu…

    Balas
  • 3. bumisegoro  |  Januari 18, 2008 pukul 2:51 pm

    orang kampung ramah-ramah dan suka damai, dengan demikian kalau dibilang suporter urakan sbg kampungan kurang tepat juga tuh😉.

    btw, salam kenal dari sesama fans ACMilan.

    Balas
  • 4. purmana  |  Januari 18, 2008 pukul 5:27 pm

    @ 3….

    Orang “Kampung” sama “Kampungan” tuh beda Mas….

    BRAVO MILAN !!!

    Balas
  • 5. StreetPunk (logged out)  |  Januari 21, 2008 pukul 1:20 am

    Kalau saya perhatikan persepakbolaan di negeri tercinta ini, kayaknya hal-hal semacam ini sudah biasa terjadi.

    Dan ya, tentang pemukulan yang dilakukan Aremania terhadap wasit itu, terlepas dari benar tidaknya keputusan wasit tersebut, tetap nggak pantas mereka bertindak seperti itu.

    Kalau di luar negeri, biasanya sekeliling di luar garis lapangan, berdiri para penjaga keamanan yang memegang senapan sehingga penonton tak akan berani mendekati lapangan hijau..

    Balas
  • 6. Tito  |  Januari 21, 2008 pukul 4:29 pm

    meneruskan pendapat teman disuatu milis
    ====================================
    SELAMAT ATAS KEBERHASILAN PANPEL KEDIRI menunaikan Tugas Konspirasi
    yang sangat Kasar dari PSSI & BLI serta DJARUM untuk melakukan
    PEMBUSUKAN terhadap AREMA & AREMANIA melalui Oknum Aremania Palsu
    pakai Kaos Aremania (bisa beli dimana aja) yang melakukan Pemukulan
    dan provokasi pembakaran, serta Keamanan yang begitu longgar walaupun
    banyak aparat.

    Ludrukan yang telah disetting sesuai alurnya, dimulai dari manuver
    provokasi Panpel beberapa hari sebelum hajatan yang selalu enyudutkan
    AREMANIA agar tidak membuat Kerusuhan.
    padahal pecinta Bola tahu AREMA ANTI RUSUH, ini dibuktikan pada Liga
    Indonesia tahun lalu di Solo, walaupun AREMA gagal, namun tidak ada
    kerusuhan sedikitpun, begitu juga kegagalan AREMA di Coppa 2007 pun
    ditanggapi dengan Legowo oleh AREMANIA.
    eh..ehh.. gak ada hujan gak ada angin tiba2 panpel memprovokasi
    AREMANIA dg statemen2 yang provokatif.

    Sebenarnya saya pribadi sudah curiga sejak statemen tsb dilansir
    melalui berbagai media, bahwa AREMANIA akan dijebak di Kediri,
    apalagi beberapa bulan sebelumnya di Stadion Brawijaya ada Provokasi
    Spanduk “Di sini Kuburan AREMANIA”.

    Kecurigaan saya semakin kuat saat tahu wasit yg mimpin adalah JAJAT
    SUBEJAT yg pernah mengerjain AREMA pada Final Coppa 2005 di Senayan.
    dan akhirnya terbuktilah semuanya…mulai Wasit yang Bobrok dg
    keputusan kontroversial sampai Asst wasit yg pura2 jatuh dan diganti.

    Betul2 ketoprak yang konyol dan Memuakkan, gak punya urat malu
    padahal ditonton berjuta2 mata di Indonesia.

    Selama ini AREMANIA sangat sabar walaupun sering didholimi. Kemarin
    merupakan puncak kesabaran AREMANIA, begitu kedholiman dilakukan
    dengan sangat kasar, apalagi dipicu Provokasi oleh Oknum Sewaan
    Aremania Palsu, akhirnya sebagian Aremania yang masih muda terpancing
    ikut kerusuhan.

    Sekali Lagi SELAMAT atas Keberhasilan menjalankan Skenario Guoblok
    yang semakin memperpuruk Persepakbolaan Nasional.

    Kejadian semacam ini akan terus berulang selama PSSI dipimpin oleh
    KRIMINAL/NARAPIDANA .

    SOLUSINYA :

    MUNASLUB PSSI SECEPATNYA !!!
    GANTI NURDIN & BEGUNDALNYA !!!
    ===================================

    Balas
  • 7. azkaa,,  |  Januari 22, 2008 pukul 4:46 am

    dedek aja makanya yg jd ketua PSSI.. hhi..
    jd pngen nonton snapshot metro tv ntar mlm ttg ini..

    Balas
  • 8. Marduk  |  Januari 25, 2008 pukul 5:07 pm

    Yap, bubarin aja PSSI! Ato paling gak pecat Nurdin Halid dan pasukan penjilat pantatnya dilarang terlibat lagi dalam persepakbolaan nasional!

    Balas
  • 9. Yari NK  |  Januari 26, 2008 pukul 8:31 am

    Kalau menurut saya sih supporter Indonesia nggak kampungan tapi norak dan geblekz **halaah**, udah prestasi menurun supporternya norak dan geblekz pula…. lengkap sudah penederitaan persepakbolaan Indonesia…….

    Balas
  • 10. anas fauzi rakhman  |  Januari 28, 2008 pukul 5:29 pm

    Bubarkan persib, bubarkan persija !!!!

    Balas
  • 11. hendra_ku  |  Januari 29, 2008 pukul 5:19 pm

    gimana gk rusuh, lha pemimpin PSSInya aja narapidana, satu2nya di dunia loh…hehehe..

    –Aku Siogo Mbelo PSIS–

    Balas
  • 12. superliga-indonesia.com  |  Juli 16, 2008 pukul 5:33 pm

    tpi komdis PSSI tuk LigaSuper taon ini udah mulai terlihat tegas,,, ada pelanggaran, langsung di sidang!!Smoga ini dapat di pertahankan!!

    http://www.superliga-indonesia.com

    Balas
  • 13. dodosyahputra  |  November 12, 2008 pukul 7:11 pm

    pssinya aja yang kampungan

    Balas
  • 14. dodosyahputra  |  November 12, 2008 pukul 7:18 pm

    Hai,PSSI kenapa stadiun TELADAN tak lyk pakai,toh nyatanya bnyk stadiun yg lbh tak lyk dr TELADAN,nyatanya ttp lykdigunakan…PSSI aja yg buat semuanya jd kmpngan

    Dr ; KAMPAK FC,, jaya terus PSMS MEDAN

    Balas
  • 15. kaka  |  November 20, 2008 pukul 11:53 am

    PSSI

    PERSATUAN SETAN SETAN INDONESIA

    PERSTUAN SEPAKBOLA SUSAH berprestasI

    nordin DANCOK

    SLEMANIA KOTA JOGJAKARTA

    Balas
  • 16. cecep  |  Maret 10, 2010 pukul 7:00 pm

    wah yang buat artikel ini kayaknya g ngerti. bukan orang lapangan
    wong polisi aja binggung apalagi kamu cuma bisa ngomong
    kapan2 lait bola itu langsung ke stadion biar ngerti apa yang sedang terjadi.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: