Bicara Sedikit Tentang Manajemen

Januari 25, 2008 at 7:11 am 5 komentar

Manajemen, suatu bidang yang sedang marak-maraknya digeluti oleh banyak orang. Peminat jurusan manajemen sekarang mungkin sudah lebih banyak ketimbang peminat jurusan teknik dan kedokteran. Mungkin dalam pandangan sebagian besar orang bekerja di bagian manajemen itu enak, nyaman dan bergaji tinggi tentunya. Hal itu nampaknya sangat tepat dengan kondisi saat ini.

Kita perlu tahu dalam suatu perusahaan, misal perusahaan manufaktur, ada dua bidang yang bisa kita masuki yaitu bagian manajemen dan bagian teknik. Bagian manajemen mengatur rumah tangga perusahaan, strategi pemasaran, public relationship, hubungan kerja sama, dsb. Sedangkan bagian teknik mengatur tentang sistem produksi barang/produk yang akan dijual kepada konsumen. Walaupun nanti dalam pelaksanaannya ada bidang yang saling menghubungkan satu sama lainnya. Kedua bidang ini sama pentingnya, bila ada satu yang kualifikasinya buruk maka seluruh bagian perusahaan dipastikan akan terkena dampaknya.

Yang jadi masalah menurut saya saat ini adalah kita terlalu banyak mengeluarkan ahli manajemen ketimbang ahli-ahli teknik yang berkualitas. Perlu diketahui bahwa manajemen itu adalah ilmu mengelola “sesuatu yang sudah ada”. Dan untuk menghasilkan “sesuatu yang sudah ada” tersebut diperlukanlah ahli-ahli teknik yang berkualitas. Bisa kita lihat kondisi di Indonesia, dimana tingginya angka impor barang terutama di bidang manufaktur dapat membuktikan bahwa ahli-ahli teknik saat ini kurang dimaksimalkan potensinya sehingga orang-orang manajemen lebih memilih mengimpor barang lalu mengelola barang impor tersebut untuk dipasarkan di negeri kita ini.

Yang akan saya sedikit bicarakan di sini adalah tentang paradigma dari orang-orang manajemen yang saya pikir banyak bertindak kurang efektif. Terutama di dalam pengelolaan sekolah dan perguruan tinggi. Jika kalian adalah aktivis di perguruan tinggi atau minimal banyak tahu tentang isu-isu yang berkembang, coba kalian lihat berapa dana anggaran fakultas kalian, tentunya perguruan tinggi yang besar semacam ITB, Unpad, UI, dsb. memiliki anggaran yang cukup besar untuk proses pendidikan mahasiswanya. Tapi pada kenyataannya anggaran itu sebagian besar akan habis untuk bidang manajemen-nya saja. Entah itu insentif Dekan, PD I, PD II, PD III, Bendahara, Sekretaris, dll. Lalu untuk biaya rapat ini-itu yang mewah dan terkadang harus menyewa hotel. Namun bila kita lihat pada pelaksanaan utama-nya semua itu nothing. Pelaksanaan utama yang saya maksud adalah pelayanan kepada mahasiswa. Karena tujuan dari perguruan tinggi pada dasarnya adalah mendidik mahasiswa, itu saja.

Kita bisa lihat di beberapa perguruan tinggi ataupun sekolah dasar/menengah, ruang kelas yang jelek dan kurang nyaman dipakai belajar, lalu kualitas guru/dosen yang rendah, mungkin karena rendahnya gaji mereka. Tapi coba lihat ruangan Rektor, Dekan, Pembantu Dekan, ruangannya sangatlah nyaman dilengkapi oleh AC dan dipasangi televisi layar datar. Dapatkah kalian melihat sebuah tindakan yang sengat memboroskan. Padahal bila orang-orang yang bergerak di bidang manajemen tersebut mau berpikir hemat dan efektif maka tidak perlu ruangan rektor itu lebih bagus ketimbang ruang kuliah atau WC dekan itu lebih bersih dan lebih harum ketimbang WC di perpustakaan, toh yang menjadi sasaran pengelolaannya adalah siswa/mahasiswa, tentunya pelayanan pada merekalah yang harus diutamakan bukannya malah melayani dan mengenakkan diri sendiri.

Contoh di atas nampaknya bisa menggambarkan bagaimana paradigma manajemen di negeri kita ini. Saya sebenarnya punya contoh sistem manajemen yang baik dan efektif, yaitu sistem manajemen tempat les/bimbel. Saya yang pernah merasakan ikut bimbel merasa sangat puas akan pelayanan yang diberikan tempat tersebut, ruangan bersih, nyaman, ber-AC, dilengkapi TV dan komputer serta akses internet. Dan lebihnya lagi saat saya lihat ruangan kantor direktur bimbel tersebut sangatlah sederhana, hanya dilengkapi kipas angin dan tanpa TV. Padahal direktur tempat bimbel tersebut adalah orang yang sangat kaya, mobilnya saja Jaguar. Itulah contoh manajemen yang menurut saya cukup baik dan efektif. Mengutamakan kepuasan dan kenyamanan konsumen ketimbang untuk dirinya sendiri.

Entry filed under: Lingkungan, Manusia, pengalaman pribadi, sosial. Tags: .

Suporter Indonesia dan sikap Kampungannya Anyer yang Mengecewakan

5 Komentar Add your own

  • 1. kangadesaputra  |  Januari 25, 2008 pukul 10:59 am

    Kang, thanks udah komen n bagi2 nasihat untuk para siswa yang akan ngikutin ujian tahun ini… kalo punya kiat2 lain jangan sungkan2 kirim ke akang untuk dimuat di blog akang atau muat aja disini nanti ku akang di link ke blog akang, ok… BRAVO & Hidup Persib!🙂

    Balas
  • 2. Goenawan Lee  |  Januari 25, 2008 pukul 2:38 pm

    Btw, kalau saya yang bakal ambil MK Manajemen Konflik gimana tuh?:mrgreen:

    *digampar akibat OOT*

    Balas
  • 3. azkaa,,  |  Januari 26, 2008 pukul 1:49 am

    hohoho.. saya sebagai mahasiswa manajemen jadi tersanjung.. (lah, atas dasar sebab apa harus tersanjung? hha)
    well, doain saya cepet jadi manajer perusahaan sendiri yah.. ^^

    bdw, blognya saya link ya dedek 3 bulankuw? *sok tuwa*

    Balas
  • 4. StreetPunk  |  Januari 30, 2008 pukul 10:36 pm

    Ya, banyak yang menggemari manajemen karena sepertinya bidang itu lebih mudah dijalani🙄 .

    Balas
  • 5. tutymunawaroh MPd  |  Desember 14, 2012 pukul 4:48 pm

    awalnya sy kuliah S2 mengambil manajemen administrasi pendidikan, saat itu tdk terbesit utk apa apa ilmu tersebut, ternyata setelah melihat peluang maka sy mulai coba ilmu tersebut, kini sy mengelolah sebuah lembaga bimbel dan saat ini yg ada dibenak sy bgm sy bs membuka lapangan kerja seluas2nya, alhamdullilah saat ini sdh ada 450 siswa dan 35 tutor yg semuanya adalah guru2 sekolah SD/SMP sekecamatan, ternyata asyik jg menjadi seorg direktur yg bebas berekspresi menuangkan ide ide

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: