Kalahkan ITB dengan Semangat Anak SD !!!

Februari 1, 2008 at 3:36 pm 17 komentar

mahasiswa-do-1.gif

“Kalahkan ITB dengan semangat anak SD !!”

Ya, kata-kata itulah yang pertama kali diucapkan oleh seorang dosen T.Material ITB kepada para mahasiswa barunya. Kenapa ITB harus dikalahkan ?? Lalu kenapa harus dengan semangat anak SD mengalahkannya ??πŸ˜•

Perlu dikatehui bahwa salah satu ancaman terbesar yang sangat ditakuti oleh sebagian besar mahasiswa baru ITB adalah ancaman drop-out… Ya, dengan standar soal dan nilai yang dipatok cukup tinggi, lalu atmosfer belajar serta persaingan yang sangat panas di antara para mahasiswa akan membuat beberapa mahasiswa baru sedikit “keteteran” dalam mengikuti pembelajaran di sini, tak peduli apakah saat SMA-nya dia juara umum bahkan juara olimpiade sains sekalipun. Sebab yang menentukan keberhasilan di sini adalah kualitas mental, bukan lagi tingkat kepintaran. Dan inilah yang dimaksud bahwa ITB itu harus dikalahkan. Maksudnya kita harus bisa melewati segala proses pembelajaran di sini dengan hasil yang memuaskan.

πŸ˜• Lalu apa hubungannya dengan semangat “anak SD”….???

Yupz…. pasti kalian semua sudah pernah SD kan?? Coba kalian ingat kembali masa-masa kecil kalian yang penuh tawaπŸ˜€ . Kenapa sewaktu SD kalian penuh tawa ?? Itu karena kalian tidak memiliki beban atau tidak menganggap sesuatu masalah itu adalah beban. Sewaktu pagi hari kalian bangun dan langsung berlari ke kamar mandi karena gembira akan pergi ke sekolah….. Coba bandingkan dengan saat mahasiswa, bangun pagi saja susah, lalu mandi pun susah, pergi ke kampus juga susah… Maka wajarlah bila nilai yang didapat pun akan “susah”πŸ˜† .

Coba lihat lagi anak SD. Bila mereka di kelas, mereka sangat aktif. Saat ada guru mengajukan sebuah pertanyaan maka semua murid berebutan untuk menjawab, “Saya Bu, saya bisa menjawabnya Bu….!!” Begitu riuhnya suasana kelas di SD. Tapi di tempat kuliah, bila ada dosen mengajukan pertanyaan maka para mahasiswa pun hanya bisa menunduk, pura-pura sibuk menghitung atau menulis…… Kenapa bisa terjadi seperti ini??

Kesemua hal di atas dikarenakan kita sebagai mahasiswa sudah kehilangan semangat untuk berjuang dan mencari ilmu. Saat kecil kita haus akan ilmu karena ketidak-tahuan kita. Akan tetapi setelah beranjak dewasa nampaknya rasa haus itu sudah tidak ada lagi. Kita sebagai mahasiswa atau manusia yang sudah dewasa harusnya malu bila melihat diri kita sewaktu kecil, sewaktu SD yang tidak pernah mengeluh saat guru kita memberi PR, yang selalu aktif di kelas dan selalu gembira bersama teman-teman.

ITB dengan ancaman drop-out nya tentunya dapat kita kalahkan dengan cukup mudah apabila kita minimal memiliki semangat seperti anak SD…. bukankah begitu ???πŸ˜€

Entry filed under: Aneh-Aneh, kuliah, Manusia, pengalaman pribadi. Tags: .

Hidup di Bandung kok Gak Tau Bandung seeh ?? Nyari Kado Buat Kopdar

17 Komentar Add your own

  • 1. BLOGIE  |  Februari 1, 2008 pukul 3:52 pm

    rupanya suasana KBM belajar mahasiswa seperti itu ya…

    sepertinya mahasiswa masa kini tak punya lagi motivasi..

    ryt?

    Balas
  • 2. purmana  |  Februari 1, 2008 pukul 3:57 pm

    @ Blogie….

    Tidak semuanya kok, tapi ya…. kebanyakan sih gituπŸ˜›

    Balas
  • 3. deethalsya  |  Februari 1, 2008 pukul 4:47 pm

    dt mah waktu SD dlu, gak prnh tuh ngacung2 gitu.. xp
    waktu SD suka-a bs maen kejar2an di sklh..
    seru pisan euy..!!:mrgreen:
    *OOT mode on*

    Balas
  • 4. atmo4th  |  Februari 1, 2008 pukul 4:58 pm

    waktu sd, saya ngobrol terus di bangku belakang,,

    jangan ditiru yah, hihi…

    Balas
  • 5. Rizki on benbego  |  Februari 1, 2008 pukul 8:40 pm

    wah, kasian juga tuh ade gue yg lg perang di itb. mudah2an lulus aja deh dan punya semangat anak sd.

    Balas
  • 6. Goenawan Lee  |  Februari 2, 2008 pukul 5:11 am

    Xixixixiii…

    Saya terancam DO pula…kayaknya.

    MK Agama saja tidak lulus akibat tidak diizinkan ikut ujian karena konfrontasi dengan dosen…πŸ˜†

    SMP aja ah, SD ndak ada pacaran soale….πŸ˜†

    Balas
  • 7. ranywaisya  |  Februari 2, 2008 pukul 6:49 am

    Semangat! Semangat!
    Jgn smangat anak sd, tp coba smangat pejuang kt!

    Balas
  • 8. maxbreaker  |  Februari 2, 2008 pukul 9:25 am

    Setuju!
    saya juga di SD lebih berprestasi daripada di SMA sekarang ini…

    Balas
  • 9. Spitodsaurus Rex  |  Februari 2, 2008 pukul 10:35 am

    semangat SD, ya..
    Ini karena semakin tinggi jenjang, sikap pengajar juga berbeda. Makin galak. Kalau masih TK, SD kelas-kelas pertama, gurunya tidak mengeluh/jengkel kalau kita salah.

    Balas
  • 10. Ardianto  |  Februari 2, 2008 pukul 4:31 pm

    Jadi inget waktu pertemuan terakhir Kimia semester lalu…
    “Yang nilainya di bawah 40 jangan datang…” Kata pak Dosen
    Ternyata di peretemuan itu, dia memberi nasehat
    “Waktu ujian, ingatlah wajah ibu kalian yang melahirkan kalian, bla bla bla…”
    Efektif! saya dapet A:mrgreen:

    Balas
  • 11. haniif..  |  Februari 25, 2008 pukul 1:01 pm

    kayaknya lo salah hari dech ge..
    ahaha..

    Balas
  • 12. dhida  |  Maret 1, 2008 pukul 9:06 pm

    bukannya semangat anak SD itu…ke sekolah

    1. bisa dapat uang jajan
    2. bisa main sepuasnya di sekolah
    3. bisa bebas ngerjain teman ma guru ( ga’ bakal dihukum berat ini, secara masih dibawah umur..heheh)
    4. Bosan kalie dirumah…

    “sewaktu SD yang tidak pernah mengeluh saat guru kita memberi PR, yang selalu aktif di kelas dan selalu gembira bersama teman-teman….”
    (kayaknya qta2 ga’ gitu2 amat degh..hihihihi)

    ===========================================================================================

    reply: Saya kan berbicara secara kolektif bukan orang per-orangπŸ˜€

    Balas
  • 13. marlina  |  Mei 6, 2008 pukul 4:56 pm

    yup menurut saya sech bagus juga uraian nya. Soal klo ank SD itu
    kadang gak maoo kalah,misal nya ne pengalaman saya waktu SD.
    kadang gelouse ama tmn yang bisa jawab pertanyaan guru,trs dari situ tu kita2 dimotivasi buat gak kalh ma tmn2,trs dari situ juga timbul semangat belajar
    ya gakkkkkk !!!!!!! (@_@)

    Balas
  • 14. lovers  |  Juni 15, 2008 pukul 7:10 am

    klo dosennya baik-baik kaya guru sd sih oK
    g mn klo dosen nya cuek garang njutekin nanya dikit balik nanya hayo…!!!!!!!!!

    Balas
  • 15. Guspur  |  Juli 10, 2008 pukul 7:32 am

    Gitu aja kok repot………..he….he… he…
    pusing – pusing amat

    Balas
  • 16. Vivi  |  Juli 19, 2008 pukul 8:05 am

    Ooo……..jadi gtu ya situasi d’Universitas.
    Tapi apa semua universitas di Indonesia seperti itu??

    Balas
  • 17. Catra  |  Agustus 23, 2008 pukul 8:43 am

    tips yang bagus nih,, menghadapi setumpuk tugas dengan keceriaan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: