Kelompok Kecil di Dalam Kelompok Besar

Februari 23, 2008 at 10:54 pm 5 komentar

Kelompok, perkumpulan, organisasi atau apapun namanya sebenarnya hanyalah merupakan suatu tempat berkumpulnya banyak orang untuk menyamakan pikiran dan tindakan yang dimana kedua hal tersebut akan memberikan keuntungan yang adil bagi seluruh elemen yang terdapat di dalamnya. Sungguh sebuah pemikiran kuno yang menganggap bahwa jalannya suatu perkumpulan/kelompok hanya dilakukan oleh beberapa gelintir anggotanya saja, biasanya “kaum elit” kelompok tersebut.

Setelah sedikit banyak mengikuti berbagai perkumpulan/kelompok, baik itu mulai dari tingkat Kelas, Sekolah, Ekstrakurikuler bahkan Himpunan, Unit Kegiatan Mahasiswa, dan Kampus, ternyata saya dapat menggeneralisir salah satu permasalahan “klasik” yang dimiliki oleh tiap perkumpulan/kelompok. Permasalahan klasik tersebut adalah selalu munculnya beberapa anggota yang “malas” dan cenderung memisahkan diri dari kelompok tersebut.

Pernahkah kalian sadari bila kalian mengikuti sebuah organisasi khususnya tingkat sekolah atau kampus maka dapat dipastikan selalu ada saja anggota yang terlihat tak acuh dengan progress dari kegiatan organisasi tersebut. Mereka jarang mengikuti rapat, kalaupun ikut paling hanya duduk di belakang dan melamun memikirkan hal lain, mereka pun jarang terlihat bersama dengan anggota lainnya dalam kesehariannya sehingga lama kelamaan keberadaan dia pun akan terlupakan. Tak akan ada yang bertanya keadaan mereka di saat mereka tidak tampak, tak ada yang peduli akan kesulitan bahkan keberhasilan yang mereka dapat. Pokoknya mereka itu dapat dikatakan sebagai “orang-orang tidak penting” yang ada di dalam suatu kelompok.

Saya di sini tidak akan menghina orang-orang seperti di atas, bukan pula akan membela dan membenarkan sikap tak peduli mereka akan organisasinya. Saya hanya mencoba untuk memberikan sebuah solusi agar permasalahan ini dapat terselesaikan, agar tak ada lagi orang-orang yang merasa sebagai “yang tidak penting” di dalam sebuah kelompok maupun orang-orang yang merasa “sok penting” dan “sok eksis“.

Saya rasa perlu dijabarkan pula hasil pengamatan sederhana saya tentang kelompok-kelompok kecil yang biasanya terbentuk dalam sebuah organisasi/kelompok besar, yaitu;

1. Kelompok Eksekutif

Kelompok ini biasanya diisi oleh orang-orang yang memiliki kelebihan di dalam dirinya sehingga teman-temannya akan sedikit hormat dan respect pada dirinya. Kelebihan tersebut dapat berupa kelebihan fisik, materil, talenta maupun kepribadian yang unik. Kelompok ini sangat bersemangat sekali untuk ikut dalam berorganisasi, mereka selalu diposisikan sebagai pemimpin.

Namun kelompok ini memiliki kekurangan yang fatal, yaitu sering meng-eksklusifkan diri mereka dibanding teman-temannya. Mereka lebih senang berkumpul dengan teman yang itu-itu saja. Mereka sepertinya kurang bisa bergaul dengan orang-orang “tidak penting” yang ada di organisasi mereka. Mereka terkadang egois dan selalu menganggap bahwa setiap orang harusnya bisa melakukan apa yang mereka lakukan.

2. Kelompok Eksis/Periang

Kelompok ini tidak memliki karisma yang bagus untuk dijadikan pemimpin. Mereka hanya senang tampil di depan dan merebut perhatian publik, biasanya dengan gaya bicara ringan dan penuh canda mereka. Mereka pun memiliki semangat yang tinggi dalam berorganisasi dan bekerja. Mereka nampaknya adalah pendukung setia dari pemimpin organisasi yang berkuasa, memiliki loyalitas yang tinggi pula.

Kelemahan kelompok ini juga cukup fatal, terutama keluar dari sikap periang mereka yang dimana bagi sebagian teman-temannya akan dianggap berlebihan. Mereka pun dapat menjadi penghambat dalam bekerja karena biasanya mereka lebih banyak bermainnya ketimbang melakukan hal-hal yang berguna.

3. Kelompok Soleh dan Jaim

Selalu saja ada orang yang memiliki kelebihan dalam pengetahuan agamanya dalam setiap organisasi. Mereka biasanya pendiam, namun sekali mereka bicara rata-rata akan dihargai oleh yang lainnya. Selalu berhati-hati dalam bertindak, lebih senang bertindak di belakang layar, rajin dan bersemangat dalam bekerjanya. Paling sering dijadikan pembaca Do’a😀

Kelemahan mereka ada pada orang-orang yang terlalu ekstrim dalam melaksanakan keyakinan agama mereka. Mereka kadang memisahkan diri dari pergaulan teman-temannya. Beberapa terlihat canggung dalam bercanda, kurang tertarik bila diajak pada acara-acara yang bersifat hiburan untuk mempererat pertemanan.

4. Kelompok Oposisi

Kelompok ini biasanya berisi orang-orang yang aktif dan pandai berbicara serta pintar tentunya. Bahkan kepandaian berbicara serta kepintaran mereka seringkali lebih bagus ketimbang pemimpin organisasi. Mereka orang-orang yang berpikir praktis dan nampaknya kurang senang dengan kondisi organisasi yang serba sibuk dan teratur. Mereka tipe orang yang susah untuk disuruh, dan dengan influence mereka yang tinggi mereka bisa mengubah pemikiran banyak anggota lainnya.

Kelompok ini biasanya tak akan menunjukkan langsung keberadaannya. Mereka akan berusaha tampil seperti anggota yang lainnya untuk bisa “eksis”, namun dibalik itu mereka selalu saja mencari kelemahan dan kejelekan pemimpin organisasi dan konco-konconya itu.

5. Kelompok Terbuang/Tak Penting

Ya… inilah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang sama sekali tidak memiliki minat berorganisasi. Mereka datang rapat telat dan lalu duduk melamun di belakang bahkan sering bolos rapat atau kerja lainnya. Kehadiran mereka pun merupakan sesuatu yang tidak penting. Ada atau tiada mereka nampaknya suasana organisasi tak akan berbeda, bahkan kadang tak ada orang yang bertanya akan kabar mereka saat mereka tidak hadir.

Kasian banget ya….😦 😦

_______

Sebenarnya semua kelompok kecil di atas dapat menjadi suatu batu penghalang bagi kelancaran suatu organisasi, namun di sini saya akan lebih menyoroti kelompok “yang terbuang”, yang terdiri dari orang-orang yang tidak “eksis”. Siapa yang harus bertanggung jawab untuk membuat mereka peduli akan organisasinya ? Cara apa yang harus dipakai ?

Yang harus bertanggung jawab tentunya adalah sang pemimpin dan konco-konco “eksis”-nya itu. Sebab yang membuat mereka merasa terbuang adalah karena sikap eksklusif mereka yang menyebabkan beberapa orang tersebut merasa kurang nyaman bergaul dengan orang-orang “eksis” itu. Pemimpin organisasi harus bisa berbicara secara personal pada setiap anggotanya bukan hanya berbicara di depan forum atau rapat, sang pemimpin haruslah bisa merakyat dan membaur sama rata dengan berbagai tipe orang dan kepribadian mereka.

Cara paling efektif untuk menyadarkan orang-orang “tidak eksis” tadi adalah pendekatan secara personal. Biasanya pendekatan seperti ini dapat dilakukan dalam keadaan non formal atau kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya pulang bersama, belajar bersama, makan bersama, dsb. Dengan cara itu maka orang-orang “tidak eksis” tadi akan merasa dekat dengan para anggota “eksis” dan juga ketua organisasinya yang lalu akan membuat mereka merasa diterima dan mampu untuk bergaul.

Cara sekarang ini kebanyakan adalah dengan cara intimidasi, dengan sedikit emosi dan mengancam agar seluruh anggota organisasi bisa aktif dan berkontribusi. Biasanya pemimpin organisasi akan sedikit marah-marah di depan rapat atau forum dan mengancam para anggota “tidak eksis” tadi agar mereka mau bekerja pada organisasi itu lagi. Cara ini jelaslah sebuah cara kuno dan kampungan yang merefleksikan kebodohan otak sang pemimpin organisasi.

Terbentuknya kelompok-kelompok kecil dalam suatu organisasi itu adalah hal yang wajar karena sifat manusia yang selalu ingin berkumpul dengan orang-orang yang sepemahaman dengan dirinya, namun kita juga harus bisa memaksimalkan potensi dari seluruh anggota kelompok sehingga tidak ada lagi nantinya anggota “aktif/eksis” dan anggota yang hanya “numpang” atau “tidak eksis”. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan suatu cara yang tepat dan efektif bukannya dengan emosi dan tindakan bodoh.

Entry filed under: Manusia, pengalaman pribadi, sosial. Tags: .

Masih Kecil Udah Nyanyi Cinta-Cintaan… DOWNLOAD SOAL UN DAN SPMB 2008 ASLI !!!

5 Komentar Add your own

  • 1. Gunawan Kere Kemplu  |  Februari 24, 2008 pukul 6:01 am

    Yang perlu diketahui pertama adalah faktor-faktor timbulnya kelompok terbuang. APakah karena memang sengaja dicuekin, atau terlalu pemalu mengeluarka pendapat. Dan mengapa orang-orang ini bisa tergabung… Masa ga niat terus gabung aja?:mrgreen:

    Balas
  • 2. Cynanthia  |  Februari 24, 2008 pukul 9:15 am

    Mungkin saya termasuk kelompok terbuang…😦
    Meskipun bukan karena saya tidak punya minat atau semacamnya, tapi saya suka nggak dianggap, seolah-olah aku ini hantu👿

    Balas
  • 3. ghie  |  Maret 19, 2008 pukul 7:26 pm

    pertama saya ucapkan terima kasih kepada penulis membahs tentang organisasi saya setuju sekali dengan oendapat anda saya pernah mengalami menjadi kelompok terbuang akan tetapi dengan semangat untuk memberikan yang terbaik sehingga pada akhirnya aku bisa mendapatkan tempat menjadi seorang pemimpin dan ada sebuah permasalahan kembali ketika kelompok terbuang menjadi pemimpin akan mendapat kesulitan untuk mengatur yang saya tanyakan bagaimanakah menyatukan kembali kelompok2 tersebut agar saling mengisi dan berjuang bersama membangun organisasi? trimakasih

    Balas
  • 4. khonsa_1989  |  Desember 28, 2008 pukul 9:48 pm

    yup s7 geo..
    tapi terkadang “kelompok terbuang” ni juga akibat dari leadernya,,
    yang kurang menumbuhkan kemandirian pada staff, shg mereka sll bergantung, menganggap dirinya tak penting, dan hati2 bisa2 hilang dari peradaban..alias kluar dari organisasi tsb,,

    seonggok ginjal yang kecil, tak kelihatan, tak mencolok, ternyata punya fungsi yg vital,,
    so..
    jangan pernah anggap diri kita tak penting dan jangan pernah anggap orang lain tak penting..

    orang bisa blg kita under estimate,, tapi kita jg bisa buktikan bahwa kita layak diperjuangkan..

    salut bt blogmu..
    bravo..

    Balas
  • 5. Jack Daniels  |  Agustus 5, 2009 pukul 4:35 pm

    Kelompok terbuang adalah semacam orang yang Hard People yang sukar mengendalikan emosinya …………..Sehingga kadang membingungkan Karena Jawabannya Hanya Pada Gabung atau Pergi ………..

    Capek Kan mau ngertiin dia kadang kita dibuat puter otak ampe putar Kaki Karena aneh jawabannya ……..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: