Jual Status di Depan Anak SMA

Maret 12, 2008 at 9:17 pm 15 komentar

Mahasiswa ITB…..???
Wuih keren, pasti pinter n rajin ya ?😀

Mungkin seperti itulah pikiran sebagian orang terhadap orang-orang yang berstatus sebagai mahasiswa ITB saat ini. Bukannya mau sombong, tapi memang kenyataan sampai saat ini begitu kok. Terbukti dengan tingginya minat orang untuk memasuki institusi penyiksaan pendidikan yang katanya “terbaik di-Indonesia”.

Dikarenakan image baik ITB itulah maka mahasiswa-mahasiwanya pun ikut-ikutan dicap sebagai orang-orang baik. Tak peduli dia mahasiswa macam apa, yang penting berstatus mahasiswa ITB dan belum di-DO maka dia akan dianggap seseorang yang lebih di masyarakat. Hmmm… saya rasa itu adalah suatu beban dan bukannya kebanggaan.

Belakangan ini di kampus ITB semakin banyak saja kunjungan baik itu resmi ataupun tidak (cuma jalan-jalan) khususnya dari siswa/i SMA berbagai daerah. Entah apa tujuan dari kunjungan itu, apakah dengan berkunjung ke kampus mungil idaman mereka ini mereka akan tambah semangat belajar ? Da saya mah malah akan Il-Feel kalo liat kondisi kampus yang sebenarnya sih… 😀

Mungkin dikarenakan sebagian mahasiswa ITB pun menyadari akan anggapan berlebihan dari siswa/i SMA terhadap kemampuan mereka (termasuk saya ini:mrgreen: ), maka mereka memanfaatkan status mahasiswa ITB mereka ini untuk mencari perhatian dari siswi-siswi SMA yang hilir mudik di lingkungan kampus. Kenapa hanya para siswi? Tentu saja karena yang cari perhatiannya adalah para “lelaki normal” yang jenuh akan “kegersangan” ITB ini.

Beberapa mahasiswa ini (termasuk saya:mrgreen: ) mulai berlagak sok cool sambil sesekali melirik bila ada siswi SMA yang kebetulan memang cantik. Dan tak jarang siswi-siswi itu pun balas melirik 😳

Ah eta mah Ka-GeEr an we mahasiswa-na ! :mrgreen:

Tapi kalau dipikir-pikir enak juga sih menyandang sebuah status yang “menjual”. Semoga nanti kalau saya sudah lulus dan bertitel maka status saya yang baru itu bakal bisa memikat kembang-kembang desa (Oaalaaahhh… makin ngaco aja😆 )

Ya udah, sebagai saran aja bagi adek-adek ku yang imut2 dan manis2 ini;

“Kalian harus belajar dengan sungguh-sungguh biar bisa masuk ITB ya !!!” (Kayaknya ada udang di balik saran deh🙄 )

Mengenai strategi biar bisa lulus tes masuk (USM, SPMB) saya rasa sudah banyak BIMBEL yang merumuskan tentang hal ini. Jangan percaya sepenuhnya !!! Percayalah pada diri dengan harapan dan keyakinan….. Terus belajar dan berdoa, jangan lupa terus merenung akan pilihan yang kalian buat.

Terima Kasih😀

Entry filed under: Aneh-Aneh, kuliah, Manusia, pengalaman pribadi, Salam, sosial. Tags: .

Cedera Paling Sadis dan Mengerikan dalam Sepakbola Kepengen Nikahin Anak Bill Gates

15 Komentar Add your own

  • 1. BLOGIE  |  Maret 12, 2008 pukul 9:50 pm

    Ternyata berat ya memikul beban image ITB… Padahal aslinya…
    Nnnggggg…..

    Huuu….
    Masi doyan siul sana sini yeee…
    :mrgreen:

    Jomblo? Santai aja pol…
    😉

    =============================================================================================
    reply: “Masi doyan siul sana-sini”……………..??? Jangan lupakan bahwa dulunya juga kami, mahasiswa ITB adalah siswa2 SMA biasa. Ada yang seneng nongkrong, hang-out, maen DotA, CS, RO, dsb.. jadi intinya, dengan latar belakang yang sama dengan orang2 pada umumnya, kita dianggap memiliki sesuatu yang lebih…. itulah beratnya.

    Balas
  • 2. iman brotoseno  |  Maret 12, 2008 pukul 10:35 pm

    kemarin ponakan saya nunjukin formullir pendaftaran ITB,..yang jalur mandiri…minimal sumbangan 45 juta walahhhh

    ==============================================================================================

    reply: Taun kemaren juga segitu kan…? Memang sepertinya besar uang sumbangan pokok USM harus dikaji ulang kembali.

    Balas
  • 3. hevi.fauzan  |  Maret 13, 2008 pukul 9:44 am

    koq meliriknya kembang desa sich, udah gak laku ya di kota,

    *kabuuurr…
    ===============================================================================================
    reply: Bukannya yang di desa tuh lebih ayu, seger dan lugu:mrgreen:

    Balas
  • 4. phuongnana  |  Maret 13, 2008 pukul 1:17 pm

    This post is very hoting, and this blog is high ranked in
    the top blogs report
    . You can
    earn some money with a good blog
    like this.

    Balas
  • 5. takochan  |  Maret 13, 2008 pukul 1:34 pm

    Ahaha.. bolehlah..:mrgreen:
    tapi kok ya kembang desa sih?

    eh, yg komen di atas saya nyepam yak🙄

    Balas
  • 6. Effendi  |  Maret 13, 2008 pukul 1:46 pm

    Beruntungnya saya kuliah di fakultas yang surga wanita…:mrgreen:

    Balas
  • 7. maxbreaker  |  Maret 13, 2008 pukul 3:27 pm

    Nama besar memang sering membuat silau…

    Balas
  • 8. dobelden  |  Maret 13, 2008 pukul 3:36 pm

    ya semoga kampus2 tidak melacurkan nama, tp tidak mempertahankan kualitas

    Balas
  • 9. Wildan  |  Maret 13, 2008 pukul 5:48 pm

    hahaha..sayang, cuma berlaku nyekem anak sma.. kalau siswi ini udah kuliah. Boro2..malah kena scam mahasiswi kampus sebelah ntar..

    Balas
  • 10. al  |  Maret 18, 2008 pukul 10:36 pm

    ah, itu mah hanya sikap orang yang ga berpikiran dewasa,,memandang sesuatu status sebagai bahan jualan, bukan sebagai suatu tanggung jawab yang besar…huheu..

    ================================================================================================
    reply: Lah apa salahnya menampilkan suatu status untuk menarik perhatian orang lain…?? Bukankah nanti kalau kita melamar kerja malah harus lebih bisa menunjukkan status dan kapasitas yang kita miliki agar dianggap baik oleh perusahaan.. Kalau dipakai untuk yang baik2 sih ya gpp lah. Kecuali kalo dipake buat tindakan kriminal,,,

    Balas
  • 11. puput nomundi  |  Maret 22, 2008 pukul 12:20 am

    Saya sekalipun belum pernah menginjakkan kaki di ITB sebelum saya diterima di sini. Kadang-kadang saya juga gak nyadar kalo udah kuliah di ITB. Nyadarnya biasanya kalo lagi praktikum fidas / kidas, trus ngeliat modul yang ada gambar gajahnya. Hehehe… Soalnya kenyataannya, ITB gak se”wah” yang saya kira. Fasilitas n kualitasnya juga biasa aja.

    Balas
  • 12. iksares  |  Maret 23, 2008 pukul 11:15 pm

    Itu pemahaman keliru orang luar.
    99.9% mahasiswa ITB jalur SPMB menyebut Institut Tak Bermutu.
    Jadi bagi mereka tidak ada beban ataupun hal yang perlu dibanggakan.
    Entahlah, bagi mahasiswa yang diterima 2 atau 3 tahun terakhir melalui jalur toll. Bangga karena materi atau otaknya ? Syukur-syukur kalau kedua-duanya.

    Balas
  • 13. bellemoth  |  Mei 2, 2008 pukul 10:58 am

    mau dong anak itb, kenalin ama temenmu boleh?

    Balas
  • 14. suartika  |  Mei 22, 2008 pukul 7:02 pm

    ITB adalah perguruan tinggi Cap Ayam Kampus. Enak Yahh !

    Balas
  • 15. arek bonek  |  Juli 20, 2010 pukul 7:05 pm

    kmu mau gak jual diri ke aku

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: