Solusi Ringan Mengenai Kenaikan BBM

Mei 18, 2008 at 12:55 pm 23 komentar

Saya jujur merasa kurang setuju dengan demo-demo yang dilakukan teman2 saya sesama mahasiswa yang menuntut agar bbm tidak dinaikkan. Ini juga bukan berarti saya tidak pro rakyat, saya sebagai mahasiswa tentunya berkewajiban menjalankan peran sesuai posisi middle class, namun saya ingin agar kita lebih membuka wawasan sedikit dan tetap tenang menghadapi masalah. Tak usahlah ngotot-ngotot teriak sampai pukul-pukulan dengan polisi demi membela rakyat ini.

Mengapa BBM Harus Naik

Minyak mentah yang dihasilkan Indonesia saat ini berkisar 1 juta barrel/hari. Minyak yang berkualitas baik kebanyakan dihasilkan dari kilang di Minas (Caltex) yang memiliki sedikit kandungan belerang maupun lilin. Harganya memang mahal dan disukai oleh negara-negara maju seperti Amerika atau Jepang yang sangat peduli dengan polusi dan oktan.

Masalahnya adalah kilang-kilang minyak di Indonesia ini tidak cocok dalam mengolah minyak kualitas tinggi tersebut. Refinery kita lebih cocok untuk mengolah minyak jenis light crude yang berasal dari wilayah Arab nun jauh di sana. Jadi, meskipun minyak kita laris di pasaran dunia, kita tak mampu mendapatkan nilai tambah dari hal tersebut.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, Indonesia harus mengimpor minyak dengan kualitas lebih rendah sekitar 400-500 juta barrel/tahun dengan rata-rata peningkatan sebesar 5% setiap tahunnya. Biaya untuk mengimpor minyak ini adalah 20-30 trilyun/tahun. Patokan harga yang digunakan pun menggunakan patokan regional semacam International Petroleum Exchange (IPE), akibatnya bila harga minyak dunia naik kita pun harus membayar lebih banyak. Inilah yang menyebabkan Indonesia menderita kala harga minyak dunia naik.

Selain itu kinerja Pertamina pun cukup buruk, bayangkan minyak hasil sulingannya dari kilang minyak yang ada di Balongan, Cilacap dan Balikpapan memiliki harga yang lebih mahal ketimbang minyak yang dibeli dari Singapura. Selain itu kilang minyak di Balongan dibangun dengan biaya dua kali lipat lebih besar ketimbang kilang-kilang lain yang berkapasitas sama padahal kualitas mesinnya jauh lebih buruk, tercatat hampir tiga kali setahun kilang minyak ini harus turun mesin.

Kita Harus Tetap Tenang

Terlepas dari masalah-masalah minyak Indonesia di atas dan hubungannya dengan sistem kapitalisme dan korupsi besar-besaran di pemerintah dan khususnya Pertamina mari kita sebagai wong cilik berpikir mengenai masalah ini dan mencari solusi yang aplikatif.

Sikap agresif yang gencar dilakukan saat ini nampaknya perlu dilihat efektifitasnya, tak terlepas dari siapa oknum yang berperan dari tindakan-tindakan itu. Tindakan seperti itu kini bukan zamannya lagi, dimana kini kita sudah bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat, tidak seperti zaman Orba dulu. Gunakanlah kesempatan dan kebebasan itu untuk merubah kondisi.

Solusi dari Saya

Ah, berhubung saya sih masih bodoh dan gak terlalu ngerti apa itu politik dan sistem ekonomi yang berlaku saat ini beserta sistem birokrasinya yang kerap menjadi perbincangan hangat, maka dari itu saya hanya menawarkan beberapa pemikiran saya yang sederhana ini :

  1. Mulailah hidup lebih hemat, khususnya hemat BBM. Salah satu caranya adalah mengendarai motor/mobil dengan benar dan sopan serta selalu menjaga kondisi kendaraan anda agar terawat. Janganlah mobil/motor dimodif racing yang membuat kencang namun boros. Saya pernah lihat ada orang yang pulang demo bbm memakai motor dan dia kebut-kebutan bersama teman-temannya. Sikap macam apa ini ???
  2. Perbaiki sistem transportasi umum, karena menurut survei sebuah tabloid otomotif pengguna kendaraan umum di perkotaan tak lebih dari 10% saja. Tentunya masalah kenyamanan dan ketepatan waktu menjadi hal yang perlu diperbaiki dari transportasi umum.
  3. Beri contoh yang baik bagi orang lain, khususnya bagi mereka yang berduit dan memakai kendaraan mewah, coba anda beri contoh dengan pergi menggunakan sepeda atau berbagi kendaraan. Khususnya bagi bapak2 pemerintah, gak usahlah anda melenggang dengan mobil ber-cc besar. Cobalah jadi teladan yang baik bagi rakyatnya.
  4. Tinggalkanlah gaya hidup hedonisme (berhura-hura), gaya hidup seperti ini banyak dipertontonkan di sinetron-sinetron lokal yang tambah ancur aja saat ini. Gaya hidup ini sangat tidak cocok melihat perlunya sikap simpati dan empati terhadap rakyat yang kesusahan.

Nampaknya hanya itu yang bisa saya sampaikan saat ini, semoga bisa bermanfaat bagi yang kebetulan membacanya😀

Entry filed under: Manusia, Nasionalisme, sosial. Tags: .

Saat Guru Tak Berdaya di Depan Muridnya Liburan Tersibuk

23 Komentar Add your own

  • 1. GR  |  Mei 18, 2008 pukul 3:39 pm

    Aha. Iya, solusi yang simpel ituh. Tapi kadang masyarakat indonesia selalu menganggap remeh-temeh sesuatu yang simpel.

    Baidewe, kumaha damang?🙂
    Udah lama ndak ngeblog nih?

    Balas
  • 2. fachrulhilate  |  Mei 18, 2008 pukul 6:17 pm

    menurut gue nih pemerintah naikkin bbm untuk banyak hal seperti bayar hutang dan keperluan lain misal perbaiikan jalan dan membangun sarana!!!
    salam
    http://fachrulhilate.wordpress.com

    Balas
  • 3. zoel chaniago  |  Mei 18, 2008 pukul 7:20 pm

    solusi yang bagusss

    Balas
  • 4. infogue  |  Mei 19, 2008 pukul 9:33 am

    Artikel di blog ini bagus-bagus dan berguna bagi para pembaca. Anda bisa lebih mempromosikan artikel Anda di infoGue.com dan jadikan artikel Anda Topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia segera plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com
    http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/solusi_ringan_mengenai_kenaikan_bbm

    Balas
  • 5. gendovara  |  Mei 20, 2008 pukul 12:09 am

    Demonstranspun punya solusi yang jauh lebih indah dari apa yang anda sampaikan.
    maaf pernyataan ini perlu saya sampaikan , karena selalu ada tarikan garis demarkasi antara orang yang mengaku “intelektual dengan kawan2 yang mencoba mengaktualisasikan tuntutan dijalan?

    bahkan kelompok jalanan (demonstras) sudah jauh melangkah dengan solusi yang jauh lebih maju dari apa yang anda sampaikan.

    siapa yang anda ajarkan dengan solusi itu?
    state, rakyat ato siapa??
    kalo kepada state ato penguasa….maaf bung negeri ini negeri biadab.

    kalo memberi contoh, maka rakyat sidah memberi contoh dengan marjinalisasi kehidupan yang tiap detik dilakoni.
    hidup hemat adalah berlaku untuk orang-orang kaya
    yang sudah terlalu tercekik pinggangnya.

    mungkin anda harus mencari data. seberapa besar konsumsi BBM yang dipake untuk transportasi rakyat dengan konsumsi BBM oleh para pemodal termasuk oleh BUKAKA milik jusuf kalla.
    dan lihatlah berapa triliun rupiah pajak rakyat yang dihabiskan negara untuk membiaya pengemlang BLBI. para pemilik Bank yang bangkrut karena memakai uangnya untuk taruhan maen valas lalu bangkrut dan dibantu BI????

    mada bicara kebebasan berpendapatkan?? lau apa yang salah dengan cara demonstarasi sebagai bentuk dari kebebasan berpendapat itu????

    kalo kita bicara persoalan cara maka kita berbicara pada keyakinan metode gerak. berbicara kepada keyakinan garis politik
    thx

    Balas
  • 6. gendovara  |  Mei 20, 2008 pukul 12:10 am

    *

    Demonstranspun punya solusi yang jauh lebih indah dari apa yang anda sampaikan.
    maaf pernyataan ini perlu saya sampaikan , karena selalu ada tarikan garis demarkasi antara orang yang mengaku “intelektual dengan kawan2 yang mencoba mengaktualisasikan tuntutan dijalan?

    bahkan kelompok jalanan (demonstras) sudah jauh melangkah dengan solusi yang jauh lebih maju dari apa yang anda sampaikan.

    siapa yang anda ajarkan dengan solusi itu?
    state, rakyat ato siapa??
    kalo kepada state ato penguasa….maaf bung negeri ini negeri biadab.

    kalo memberi contoh, maka rakyat sidah memberi contoh dengan marjinalisasi kehidupan yang tiap detik dilakoni.
    hidup hemat adalah berlaku untuk orang-orang kaya
    RAKYAT sudah terlalu tercekik pinggangnya.

    mungkin anda harus mencari data. seberapa besar konsumsi BBM yang dipake untuk transportasi rakyat dengan konsumsi BBM oleh para pemodal termasuk oleh BUKAKA milik jusuf kalla.
    dan lihatlah berapa triliun rupiah pajak rakyat yang dihabiskan negara untuk membiaya pengemlang BLBI. para pemilik Bank yang bangkrut karena memakai uangnya untuk taruhan maen valas lalu bangkrut dan dibantu BI????

    mada bicara kebebasan berpendapatkan?? lau apa yang salah dengan cara demonstarasi sebagai bentuk dari kebebasan berpendapat itu????

    kalo kita bicara persoalan cara maka kita berbicara pada keyakinan metode gerak. berbicara kepada keyakinan garis politik
    thx

    Leave a Comment

    Balas
  • 7. Purmana  |  Mei 20, 2008 pukul 6:44 am

    @ gendovara

    Demonstrasi itu memang bagus dalam rangka mengaktualisasikan bentuk kebebasan berpendapat, namun perlu dperhatikan dalam hal pelaksanaannya di lapangan… Apakah sikap2 para demonstran itu menggambarkan sebuah pengaktualisasian demokrasi secara benar???

    Yang saya tulis di sini adalah, saya mencoba memberi pemikiran2 aplikatif yang dapat dipakai langsung dalam rangka menghemat bbm ini. Kalo kita terus2an mengumbar solusi2 yg “berat” seperti penangguhan hutang, perbaikan UU Migas, Pencairan APBN yg mengendap sebagai SBI, dan lain2 sebagainya… Toh bila nanti semua solusi itu gagal dan bbm jadi dinaikkan kita harus mau tak mau sebagai “wong cilik” menerima dan siap menyesuaikan dengan gaya hidup kita.

    Saya di sini berfikir realistis saja sesuai kapasitas saya. Memang solusi2 yg ditawarkan oleh para demonstran jauh lebih bagus dan “indah” dari solusi yg saya tulis di sini… Namun tak ada salahnya kita memikirkan beberapa solusi alternatif yg lebih bisa dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat.

    Kenapa kita para mahasiswa dan golongan “intelek” tidak mencoba berkontribusi melalu bidang ilmu yang kita dalami, itu mungkin salah satu solusi yg jauh lebih baik.

    Balas
  • 8. Muhammad Zulfikar  |  Mei 20, 2008 pukul 9:36 pm

    saLam kenal mas….

    Balas
  • 9. sinteniki  |  Mei 21, 2008 pukul 12:15 pm

    Secra matematis hitungan yg disaampaikan Kwik..Gie di beberapa Komunikasi dengn beberapa Tokoh di Negeri ini Todays Dialouge ( Metro TV) biasay untuk merubh Minyak Emntah ke Premium adalah Rp.650an/Liter dan Harga Premium di pasaran Rp.4500 jadi masih ada sisa…
    Memang kenaikan harga BBM tidak bisa dipungkiri lagi dampak dari naiknya Harga minyak mentah dunia, tapai apakah pemerintah tidak ada persiapan sejak dari dulu bahwa kenaikan ini bis terjadi. US saja sekarang sudha banyak mengeplorasi energi alternatif, lha kita ? klo budaaya boros itu memang masing-masing orang punya kebiasaan sendiri kedepannya jika BBM naik dan Harga barang-barang ikut naik toh akhirnya mereka juga kan mikir dan tentunya bisa berhemat.
    saya rasa kenaikan BBM terlalu mendadak dan terburu-buru… jika pengen mencabut subsidi harusnya dengan cra bertahap.. dalam jangka 5 tahun misalnya hanya 25% subsidi yg ditarik.. jadi rakyat tidak akan merasa keberatan.. krena bertahap dan cenderung bisa menyesuaikan..
    ok gitu saja thanks

    Balas
  • 10. ginjoy666  |  Mei 23, 2008 pukul 11:16 am


    Mustahil Kristen Bisa Menjawab

    mustahil-kristen-bisa-menjawab.blogspot.com

    Balas
  • 11. aRuL  |  Mei 23, 2008 pukul 2:10 pm

    tapi sy masih mempertanyakan kenaikan harga BBM😀 *ada 3 tulisan di blog saya😀 *

    Balas
  • 12. Bri  |  Mei 23, 2008 pukul 3:38 pm

    Iya betul. kenapa BBM harus naik??? tidak adakah opsi lain yang lebih pro rakyat kecil???

    Balas
  • 13. robby  |  Mei 26, 2008 pukul 11:01 am

    yang demo sebagai bentuk protes dikarenakan lembaga perwakilan tidak bisa mewakili kepentingan rakyat banyak.
    solusinya bagus tuh, mungkin bisa ditambah jika didalam mungkin bisa menggunakan sepeda jika jaraknya dekat dan jika lumayan jauh coba pakai yang nama motor elektrik.

    terima kasih

    Balas
  • 14. economatic  |  Mei 28, 2008 pukul 1:16 pm

    Thanks atas uraian yang bermanfaat dari Anda. Kalau saja semua Mahasiswa konstruktif dan kreatif seperti Anda, mungkin saja Negara tercinta ini akan menjadi lebih baik dari saat ini. Apakah ada kemungkinan Demo Mahasiswa saat ini telah dimanfaatkan sekelompok Elite Politik yach?
    Salam Kenal http://economatic.wordpress.com/

    Balas
  • 15. BUTET  |  Mei 28, 2008 pukul 1:39 pm

    Solusi yang cermat juga! Terimakasih
    salam kenal!

    Balas
  • 16. mbah_jingan said  |  Mei 28, 2008 pukul 8:27 pm

    bbm itu pasti naek
    yang lo jelasin itu bener smua n gw lebih tertarik dengan membenahi sistem transportasi qt
    bukanny taksi doang tapi smuany
    gw aja yg sebagai anak sma bingung harus naek apa buat ke sekolah
    kl naek taksi pasti mahal , apalagi angkutan umum pasti rawan terorismenya
    bis DAMRI yang fasilitas lengkap tetap aja sepi gara” tarif yg terlalu tinggi
    PAK SBY tolong lah jgn berantem molo sama PAK JK
    sebaiknya urusin aja rakyak
    N gw jg ga setuju dengan kebijakan yang dulu mengenai setiap pejabat harus memiliki LAPTOP
    padahal LAPTOP itu hanya di gunakan untuk bermain game SOLITAIRE doang
    meding uangnya buat program padat karya dan buka lapangan usaha
    apakah perlu pemerintah di ajari lagi oleh guru SMA lagi mengenai lapangan usaha ???????
    tq buat waktunya
    PEACE N LOVE

    Balas
  • 17. PUTRI  |  Mei 30, 2008 pukul 1:00 pm

    klol menurut saya,pemerinth harus tetap menaikan harga bbm dikarenakan APBDN yang semakin menurun dan oleh karena itulah pemerintah melakukan kebijakan tersebut………

    Balas
  • 18. indocoolz  |  Mei 30, 2008 pukul 8:29 pm


    AYO LAH KITA MERAMEKAN KOMUNITAS “Axxyc.com”

    (Komunitas Indo, ngak perlu register)

    Balas
  • 19. Purmana  |  Mei 30, 2008 pukul 8:55 pm

    Oh ya,,,,

    Satu lagi menurut gw. Harga BBM sebenarnya tak masalah mau dinaikkan setinggi apapun, bahkan bila dilepas ke harga pasaran dunia. Hal ini dapat dilakukan bila kondisi ekonomi masyarakat kita sudah kuat, tak ada pengangguran, gaji yang besar dan harga2 kebutuhan pokok lainnya terkendali.

    Jadi intinya bila pemerintah mau melepaskan harga bbm ke harga pasaran, maka perlu diperhatikan poin di atas. Niscaya demo dan aksi penolakan tak akan terjadi.

    Balas
  • 20. azkaa,,  |  Mei 31, 2008 pukul 5:41 pm

    ah dek, tulisanmu selalu saja membuat saya minder.. hhe.. jadi ndak boleh hura-hura lagi ya? humm, humm.. kalo backpackingan pas libur ntar bukan hura-hura kan ya??

    Balas
  • 21. Ana_32070003  |  Juni 5, 2008 pukul 3:18 pm

    admin category-inspirasi y2008 m05 d13 h21″>
    Solusi Kenaikan BBM
    Pemberlakuan kenaikan BBM semakin dekat (menurut pemerintah akhir mei ini), Besaran kenaikannya berkisar 25 persen sampai 30 persen. Apakah yang Anda lakukan? menggerutu, mencaci maki pemerintah atau Anda mengumpulkan massa untuk berdemo di depan istana dan gedung DPR/MPR?
    Apapun yang Anda lakukan itu semua hak Anda. Namun saya ingin bertanya, apakah semua itu bermanfaat bagi kita? apakah dengan gerutuan, cacian dan makian akan menurunkan BBM?
    Kalau boleh saya bantu jawab, itu semua tidak akan membuat harga BBM kita turun kembali, terlebih lagi tidak akan menyelesaikan masalah bangsa ini, bahkan menambah masalah.
    Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang harus kita lakukan?
    Pertama, saya menyarankan untuk bersyukur. Maksudnya bukan bersyukur atas kenaikan BBM, tapi kita bersyukur karena masih bisa menikmati BBM, kita masih bisa menggunakan kendaraan dengan semestinya, bersyukur karena kita masih bisa makan dan ribuan alasan syukur lainnya. Kita masih ingat ada beberapa daerah di Indonesia yang masih kelaparan.
    Kedua, ada beberapa kelompok masyarakat yang menjawab kenaikan BBM ini dengan kreatifitas, mereka melakukan berbagai cara untuk mencari solusi. Diantaranya beberapa kelompok masyarakat di Garut yang memproses kotoran sapi menjadi gas yang digunakan untuk memasak, di daerah lain ada orang yang memanfaatkan panas sinar matahari sebagai pengganti minyak tanah dan gas elpiji, sebagian warga Jakarta yang merasa perlu untuk mengurangi polusi udara sekaligus menghemat BBM menggunakan sepeda ke tempat kerjanya.
    Solusi seperti itu yang diperlukan bangsa ini, coba perhatikan!, mereka yang menjawab kenaikan BBM dengan solusi tidak merepotkan siapapun, bahkan memberikan imbas yang positif kepada kita semua.
    Hidup akan lebih indah, nyaman, aman dan tentram dengan bersyukur. Hidup ini akan terasa sumpek dan sempit jika hanya diisi dengan keluhan.
    Salam
    DS Rachmat

    Solusi Kenaikan BBM, Pakai EFT Bisa Hemat BBM Hingga 45%
    EFT adl penghemat BBM buatan LIPI,yg bekerja mengurai molekul bbm shingga lbh mudah terbakar sehingga lbh efisien dan ramah lingkungan.Dg metode LARMOR EFT dp menambah tenaga mesin, gas lbh ringan,getran mesin lbh halus dan pembakaran sempurna shg ramah lingkungan.EFT memiliki hak paten dan teruji di lab terakreditasi standar Euro 2.EFT dp membersihkan kotoran pd karburator shg pemeliharaan mesin kendaraan lbh mudah.Sdh terbukti pd banyak pengguna.Garansi 1th dg daya tahan hingga 4 th.Hub (021) 99654423,08128337427,081908361615 atau dtg lgs ke PT Ahad-Net Internasional Komp Ruko Atrium Senen Blok H-18 sd. H-21 Jak Pus 10410.

    Saya jujur merasa kurang setuju dengan demo-demo yang dilakukan teman2 saya sesama mahasiswa yang menuntut agar bbm tidak dinaikkan. Ini juga bukan berarti saya tidak pro rakyat, saya sebagai mahasiswa tentunya berkewajiban menjalankan peran sesuai posisi middle class, namun saya ingin agar kita lebih membuka wawasan sedikit dan tetap tenang menghadapi masalah. Tak usahlah ngotot-ngotot teriak sampai pukul-pukulan dengan polisi demi membela rakyat ini.
    Mengapa BBM Harus Naik
    Minyak mentah yang dihasilkan Indonesia saat ini berkisar 1 juta barrel/hari. Minyak yang berkualitas baik kebanyakan dihasilkan dari kilang di Minas (Caltex) yang memiliki sedikit kandungan belerang maupun lilin. Harganya memang mahal dan disukai oleh negara-negara maju seperti Amerika atau Jepang yang sangat peduli dengan polusi dan oktan.
    Masalahnya adalah kilang-kilang minyak di Indonesia ini tidak cocok dalam mengolah minyak kualitas tinggi tersebut. Refinery kita lebih cocok untuk mengolah minyak jenis light crude yang berasal dari wilayah Arab nun jauh di sana. Jadi, meskipun minyak kita laris di pasaran dunia, kita tak mampu mendapatkan nilai tambah dari hal tersebut.
    Nah, untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, Indonesia harus mengimpor minyak dengan kualitas lebih rendah sekitar 400-500 juta barrel/tahun dengan rata-rata peningkatan sebesar 5% setiap tahunnya. Biaya untuk mengimpor minyak ini adalah 20-30 trilyun/tahun. Patokan harga yang digunakan pun menggunakan patokan regional semacam International Petroleum Exchange (IPE), akibatnya bila harga minyak dunia naik kita pun harus membayar lebih banyak. Inilah yang menyebabkan Indonesia menderita kala harga minyak dunia naik.
    Selain itu kinerja Pertamina pun cukup buruk, bayangkan minyak hasil sulingannya dari kilang minyak yang ada di Balongan, Cilacap dan Balikpapan memiliki harga yang lebih mahal ketimbang minyak yang dibeli dari Singapura. Selain itu kilang minyak di Balongan dibangun dengan biaya dua kali lipat lebih besar ketimbang kilang-kilang lain yang berkapasitas sama padahal kualitas mesinnya jauh lebih buruk, tercatat hampir tiga kali setahun kilang minyak ini harus turun mesin.
    Kita Harus Tetap Tenang
    Terlepas dari masalah-masalah minyak Indonesia di atas dan hubungannya dengan sistem kapitalisme dan korupsi besar-besaran di pemerintah dan khususnya Pertamina mari kita sebagai wong cilik berpikir mengenai masalah ini dan mencari solusi yang aplikatif.
    Sikap agresif yang gencar dilakukan saat ini nampaknya perlu dilihat efektifitasnya, tak terlepas dari siapa oknum yang berperan dari tindakan-tindakan itu. Tindakan seperti itu kini bukan zamannya lagi, dimana kini kita sudah bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat, tidak seperti zaman Orba dulu. Gunakanlah kesempatan dan kebebasan itu untuk merubah kondisi.
    Solusi dari Saya
    Ah, berhubung saya sih masih bodoh dan gak terlalu ngerti apa itu politik dan sistem ekonomi yang berlaku saat ini beserta sistem birokrasinya yang kerap menjadi perbincangan hangat, maka dari itu saya hanya menawarkan beberapa pemikiran saya yang sederhana ini :
    1. Mulailah hidup lebih hemat, khususnya hemat BBM. Salah satu caranya adalah mengendarai motor/mobil dengan benar dan sopan serta selalu menjaga kondisi kendaraan anda agar terawat. Janganlah mobil/motor dimodif racing yang membuat kencang namun boros. Saya pernah lihat ada orang yang pulang demo bbm memakai motor dan dia kebut-kebutan bersama teman-temannya. Sikap macam apa ini ???
    2. Perbaiki sistem transportasi umum, karena menurut survei sebuah tabloid otomotif pengguna kendaraan umum di perkotaan tak lebih dari 10% saja. Tentunya masalah kenyamanan dan ketepatan waktu menjadi hal yang perlu diperbaiki dari transportasi umum.
    3. Beri contoh yang baik bagi orang lain, khususnya bagi mereka yang berduit dan memakai kendaraan mewah, coba anda beri contoh dengan pergi menggunakan sepeda atau berbagi kendaraan. Khususnya bagi bapak2 pemerintah, gak usahlah anda melenggang dengan mobil ber-cc besar. Cobalah jadi teladan yang baik bagi rakyatnya.
    4. Tinggalkanlah gaya hidup hedonisme (berhura-hura), gaya hidup seperti ini banyak dipertontonkan di sinetron-sinetron lokal yang tambah ancur aja saat ini. Gaya hidup ini sangat tidak cocok melihat perlunya sikap simpati dan empati terhadap rakyat yang kesusahan.
    Nampaknya hanya itu yang bisa saya sampaikan saat ini, semoga bisa bermanfaat bagi yang kebetulan membacanya

    Demonstranspun punya solusi yang jauh lebih indah dari apa yang anda sampaikan.
    maaf pernyataan ini perlu saya sampaikan , karena selalu ada tarikan garis demarkasi antara orang yang mengaku “intelektual dengan kawan2 yang mencoba mengaktualisasikan tuntutan dijalan?
    bahkan kelompok jalanan (demonstras) sudah jauh melangkah dengan solusi yang jauh lebih maju dari apa yang anda sampaikan.
    siapa yang anda ajarkan dengan solusi itu?
    state, rakyat ato siapa??
    kalo kepada state ato penguasa….maaf bung negeri ini negeri biadab.
    kalo memberi contoh, maka rakyat sidah memberi contoh dengan marjinalisasi kehidupan yang tiap detik dilakoni.
    hidup hemat adalah berlaku untuk orang-orang kaya
    yang sudah terlalu tercekik pinggangnya.
    mungkin anda harus mencari data. seberapa besar konsumsi BBM yang dipake untuk transportasi rakyat dengan konsumsi BBM oleh para pemodal termasuk oleh BUKAKA milik jusuf kalla.
    dan lihatlah berapa triliun rupiah pajak rakyat yang dihabiskan negara untuk membiaya pengemlang BLBI. para pemilik Bank yang bangkrut karena memakai uangnya untuk taruhan maen valas lalu bangkrut dan dibantu BI????
    mada bicara kebebasan berpendapatkan?? lau apa yang salah dengan cara demonstarasi sebagai bentuk dari kebebasan berpendapat itu????
    kalo kita bicara persoalan cara maka kita berbicara pada keyakinan metode gerak. berbicara kepada keyakinan garis politik
    thx

    • Demonstrasi itu memang bagus dalam rangka mengaktualisasikan bentuk kebebasan berpendapat, namun perlu dperhatikan dalam hal pelaksanaannya di lapangan… Apakah sikap2 para demonstran itu menggambarkan sebuah pengaktualisasian demokrasi secara benar???
    Yang saya tulis di sini adalah, saya mencoba memberi pemikiran2 aplikatif yang dapat dipakai langsung dalam rangka menghemat bbm ini. Kalo kita terus2an mengumbar solusi2 yg “berat” seperti penangguhan hutang, perbaikan UU Migas, Pencairan APBN yg mengendap sebagai SBI, dan lain2 sebagainya… Toh bila nanti semua solusi itu gagal dan bbm jadi dinaikkan kita harus mau tak mau sebagai “wong cilik” menerima dan siap menyesuaikan dengan gaya hidup kita.
    Saya di sini berfikir realistis saja sesuai kapasitas saya. Memang solusi2 yg ditawarkan oleh para demonstran jauh lebih bagus dan “indah” dari solusi yg saya tulis di sini… Namun tak ada salahnya kita memikirkan beberapa solusi alternatif yg lebih bisa dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat.
    Kenapa kita para mahasiswa dan golongan “intelek” tidak mencoba berkontribusi melalu bidang ilmu yang kita dalami, itu mungkin salah satu solusi yg jauh lebih baik.
    • 8. Muhammad Zulfikar | Mei 20, 2008 at 9:36 pm
    saLam kenal mas….
    • 9. sinteniki | Mei 21, 2008 at 12:15 pm
    Secra matematis hitungan yg disaampaikan Kwik..Gie di beberapa Komunikasi dengn beberapa Tokoh di Negeri ini Todays Dialouge ( Metro TV) biasay untuk merubh Minyak Emntah ke Premium adalah Rp.650an/Liter dan Harga Premium di pasaran Rp.4500 jadi masih ada sisa…
    Memang kenaikan harga BBM tidak bisa dipungkiri lagi dampak dari naiknya Harga minyak mentah dunia, tapai apakah pemerintah tidak ada persiapan sejak dari dulu bahwa kenaikan ini bis terjadi. US saja sekarang sudha banyak mengeplorasi energi alternatif, lha kita ? klo budaaya boros itu memang masing-masing orang punya kebiasaan sendiri kedepannya jika BBM naik dan Harga barang-barang ikut naik toh akhirnya mereka juga kan mikir dan tentunya bisa berhemat.
    saya rasa kenaikan BBM terlalu mendadak dan terburu-buru… jika pengen mencabut subsidi harusnya dengan cra bertahap.. dalam jangka 5 tahun misalnya hanya 25% subsidi yg ditarik.. jadi rakyat tidak akan merasa keberatan.. krena bertahap dan cenderung bisa menyesuaikan..
    ok gitu saja thanks

    Akhir-akhir ini isu kenaikan BBM sedang gencar-gencarnya di informasikan baik dari media tv, radio, koran, majalah dan tak terkecuali Internet. Memang tragis disaat masyarakat kita yang mayoritas adalah tergolong masyarakat menengah dan kecil eh malah BBM mau dinaikkan lagi. Dengan harga BBM sekarang (Premium : Rp. 4500) saja banyak orang kelaparan, pengangguran semakin banyak. Lalu apa jadinya kalau harga BBM kembali dinaikkan.
    Saya sendiri terus terang “KURANG SETUJU” dengan keputusan pemerintah dalam hal yang satu ini. OK lah dengan berdalih ini dan itu … namun coba tolong difikirkan dampak dari kenaikan BBM dimasa sekarang yang boleh dibilang bisa makan aja Syukur Alhamdulillah. Tapi siapalah SAYA yang cuma RAKYAT BIASA yang TIDAK TAHU APA APA.
    Mungkin sebelum menaikkan BBM ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah.
    1. BBM Naik = Sembako Naik
    2. BBM Naik = Biaya Transportasi Naik
    3. BBM Naik = Biaya Operasional Naik
    4. BBM Naik = Kriminalitas Naik
    5. BBM Naik = Jumlah Pengangguran Naik
    6. Dsb …
    OK lah kalau banyak alasan yang bisa menjawab beberapa pertanyaan tersebut diatas. Tapi yang jelas kenaikan BBM ini tidak sebanding dengan pendapatan rata-rata Masyarakat Indonesia saat ini. Pernahkah terbayang di benak pemerintah … berapa banyak orang yang naik transportasi umum (Mikrolet, Bus, Ojek, dsb) harus merogoh lebih dalam lagi kantong mereka untuk dapat membayar biaya transportasinya. Karena OTOMATIS biaya operasional transportasi umum juga naik.
    Saya harap pemerintah lebih bijak dalam berfikir dan lebih objektif lagi jangan terlalu gampang bicara BLT (Bantuan Langsung Tunai). Coba fikirkan juga dari BLT tersebut berapa persen (%) yang benar-benar sampai ke kantong RAKYAT KECIL. Dan berapa persen yang di COMOT dan dimasukkan ke kantong RAKYAT BESAR (%). Hal ini juga perlu diperhitungkan matang-matang.
    Apakah Kenaikan BBM Merupakan Solusi Terbaik ?
    Jikalau memang kenaikan harga BBM adalah solusi terbaik … kami selaku RAKYAT hanya bisa sami’na wa atho’na tapi ingit tanggung jawab sepenuhnya dipikul oleh ANDA – PARA WAKIL RAKYAT. Dunia-Akhirat segala keputusan yang anda ambil akan dipertanggung-jawabkan dimata Allah SWT kelak.
    Sesuai Hadits Rosul : Akan datang sesudahku penguasa. Di atas mimbar memberi petunjuk dengan bijaksana. Tapi bila turun dari mimbar mereka menipu dan mencuri. Hati mereka lebih busuk dari bangkai. (HR. Ath-Thabrani)‏
    Pengkhianat paling besar adalah penguasa yang memperdagangkan rakyatnya. (HR. Ath-Thabrani)

    Saya jujur merasa kurang setuju dengan demo-demo yang dilakukan teman2 saya sesama mahasiswa yang menuntut agar bbm tidak dinaikkan. Ini juga bukan berarti saya tidak pro rakyat, saya sebagai mahasiswa tentunya berkewajiban menjalankan peran sesuai posisi middle class, namun saya ingin agar kita lebih membuka wawasan sedikit dan tetap tenang menghadapi masalah. Tak usahlah ngotot-ngotot teriak sampai pukul-pukulan dengan polisi demi membela rakyat ini.
    Mengapa BBM Harus Naik
    Minyak mentah yang dihasilkan Indonesia saat ini berkisar 1 juta barrel/hari. Minyak yang berkualitas baik kebanyakan dihasilkan dari kilang di Minas (Caltex) yang memiliki sedikit kandungan belerang maupun lilin. Harganya memang mahal dan disukai oleh negara-negara maju seperti Amerika atau Jepang yang sangat peduli dengan polusi dan oktan.
    Masalahnya adalah kilang-kilang minyak di Indonesia ini tidak cocok dalam mengolah minyak kualitas tinggi tersebut. Refinery kita lebih cocok untuk mengolah minyak jenis light crude yang berasal dari wilayah Arab nun jauh di sana. Jadi, meskipun minyak kita laris di pasaran dunia, kita tak mampu mendapatkan nilai tambah dari hal tersebut.
    Nah, untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, Indonesia harus mengimpor minyak dengan kualitas lebih rendah sekitar 400-500 juta barrel/tahun dengan rata-rata peningkatan sebesar 5% setiap tahunnya. Biaya untuk mengimpor minyak ini adalah 20-30 trilyun/tahun. Patokan harga yang digunakan pun menggunakan patokan regional semacam International Petroleum Exchange (IPE), akibatnya bila harga minyak dunia naik kita pun harus membayar lebih banyak. Inilah yang menyebabkan Indonesia menderita kala harga minyak dunia naik.
    Selain itu kinerja Pertamina pun cukup buruk, bayangkan minyak hasil sulingannya dari kilang minyak yang ada di Balongan, Cilacap dan Balikpapan memiliki harga yang lebih mahal ketimbang minyak yang dibeli dari Singapura. Selain itu kilang minyak di Balongan dibangun dengan biaya dua kali lipat lebih besar ketimbang kilang-kilang lain yang berkapasitas sama padahal kualitas mesinnya jauh lebih buruk, tercatat hampir tiga kali setahun kilang minyak ini harus turun mesin.
    Kita Harus Tetap Tenang
    Terlepas dari masalah-masalah minyak Indonesia di atas dan hubungannya dengan sistem kapitalisme dan korupsi besar-besaran di pemerintah dan khususnya Pertamina mari kita sebagai wong cilik berpikir mengenai masalah ini dan mencari solusi yang aplikatif.
    Sikap agresif yang gencar dilakukan saat ini nampaknya perlu dilihat efektifitasnya, tak terlepas dari siapa oknum yang berperan dari tindakan-tindakan itu. Tindakan seperti itu kini bukan zamannya lagi, dimana kini kita sudah bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat, tidak seperti zaman Orba dulu. Gunakanlah kesempatan dan kebebasan itu untuk merubah kondisi.
    Solusi dari Saya
    Ah, berhubung saya sih masih bodoh dan gak terlalu ngerti apa itu politik dan sistem ekonomi yang berlaku saat ini beserta sistem birokrasinya yang kerap menjadi perbincangan hangat, maka dari itu saya hanya menawarkan beberapa pemikiran saya yang sederhana ini :
    1. Mulailah hidup lebih hemat, khususnya hemat BBM. Salah satu caranya adalah mengendarai motor/mobil dengan benar dan sopan serta selalu menjaga kondisi kendaraan anda agar terawat. Janganlah mobil/motor dimodif racing yang membuat kencang namun boros. Saya pernah lihat ada orang yang pulang demo bbm memakai motor dan dia kebut-kebutan bersama teman-temannya. Sikap macam apa ini ???
    2. Perbaiki sistem transportasi umum, karena menurut survei sebuah tabloid otomotif pengguna kendaraan umum di perkotaan tak lebih dari 10% saja. Tentunya masalah kenyamanan dan ketepatan waktu menjadi hal yang perlu diperbaiki dari transportasi umum.
    3. Beri contoh yang baik bagi orang lain, khususnya bagi mereka yang berduit dan memakai kendaraan mewah, coba anda beri contoh dengan pergi menggunakan sepeda atau berbagi kendaraan. Khususnya bagi bapak2 pemerintah, gak usahlah anda melenggang dengan mobil ber-cc besar. Cobalah jadi teladan yang baik bagi rakyatnya.
    4. Tinggalkanlah gaya hidup hedonisme (berhura-hura), gaya hidup seperti ini banyak dipertontonkan di sinetron-sinetron lokal yang tambah ancur aja saat ini. Gaya hidup ini sangat tidak cocok melihat perlunya sikap simpati dan empati terhadap rakyat yang kesusahan.
    Nampaknya hanya itu yang bisa saya sampaikan saat ini, semoga bisa bermanfaat bagi yang kebetulan membacanya
    Entry Filed under: Manusia, Nasionalisme, sosial. .

    Balas
  • 22. ahsani taqwiem  |  Juni 25, 2008 pukul 11:19 am

    ya berhemat lah yang paling bisa kita lakukan…
    tabik!

    Balas
  • 23. bandartogelterpercaya.info  |  April 3, 2016 pukul 8:03 am

    makasih gan tentang infonya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: