Apa Tipe Kepribadian Saya

Juni 26, 2008 at 3:51 am 9 komentar

Berdasarkan hasil tes kepribadian diklat penerimaan mahasiswa baru 2008, tipe kepribadian saya adalah Koleris-Sanguinis, yang (katanya) berarti saya adalah tipe orang berkarakter pemimpin, mampu mengorganisir, dan jeleknya adalah gak mau disalahkan.

Menurut data yang saya dapatkan sampai saat ini, tipe kepribadian koleris adalah tipe kepribadian yang kuat dimana tipe orang seperti ini memiliki kepribadian yang kuat, dinamis dan aktif, dapat memotivasi orang lain, tak mudah putus cinta asa, bebas dan mandiri, dan selalu yakin dalam bertindak. Lalu hal-hal buruk yang dimiliki pribadi koleris diantaranya; sulit diatur, tidak mau menerima kesalahan diri sendiri, tidak senang akan kepemimpinan orang lain, suka sok mengatur dan memberi nasihat walaupun tak diperlukan, dan sering over-confident.

Pertanyaan saya adalah, “Benarkah seperti itu kepribadian saya ???” Apakah semudah itu membaca kepribadian seorang Geowana Yuka Purmana. Perlu diketahui bahwa kepribadian saya ini telah dibangun selama 19 tahun, lalu apakah hanya dengan waktu kurang dari 10 menit saja sudah bisa menggambarkan kepribadian saya secara total ?? Saya tak yakin akan hal itu. Kepribadian seseorang sangatlah rumit dan diperlukan sebuah metode yang lebih rumit tentunya untuk menguak hal tersebut.

Harus diakui memang sebagian besar dari definisi kepribadian koleris di atas cukup sesuai dengan apa yang saya tahu tentang diri saya saat ini, namun tetap saja itu semua bukan gambaran tentang diri saya. Saya tak ingin nantinya orang tahu bahwa saya tipe orang koleris dan lalu beranggapan bahwa saya adalah orang yang tak mau disalahkan, egois, jago memimpin, dan pandai memotivasi orang. Hal itu jelaslah sangat tak mengenakkan hati saya.

Saran saya, bolehlah kita memandang orang berdasarkan hasil tes kepribadiannya apakah seseorang itu sanguinis, koleris, plegmatis, atau melankolis. Namun tetap saja kita tak pantas memperlakukan seseorang hanya berdasarkan hasil tes tersebut. Hal terbaik untuk mengenal seseorang adalah dengan berusaha akrab dengannya dan jadilah temannya, bila hal itu telah dilakukan maka kita akan tahu seperti apa orang itu sebenarnya.

Persahabatan itu timbul dengan mengarungi waktu bersama, persahabatan tak bisa dipaksakan, namun persahabatan dapat memaksakan.

Entry filed under: Manusia, pengalaman pribadi. Tags: .

Liburan Tersibuk Harga Diri dan Malu

9 Komentar Add your own

  • 1. BayuHebat  |  Juni 26, 2008 pukul 8:26 am

    sebenernya tuh bisa dinilai 10 menit. cuman gak mungkin secara total. yang dinilai setahu saya itu adalah kebiasaan kamunya. makanya bisa ditentuin tipenya. lagian yang ngisi tuh lebar kan dirimu. otomatis yang nilai sebenernya dirimu juga

    Balas
  • 2. hevi.fauzan  |  Juni 26, 2008 pukul 12:16 pm

    Salam kenal,

    Dari reaksi kamu menerima hasil test juga akan kelihatan kamu bertype seperti apa.

    Konsentrasi pada nilai positifnya aja ….

    Peace, wassalam

    Balas
  • 3. purmana  |  Juni 26, 2008 pukul 2:10 pm

    @ 1

    Nah itu yang jadi pemikiran saya… “GAK SECARA TOTAL”. Mungkin saja banyak sifat2 orang yang mungkin mengasyikkan atau menyebalkan yang tak tersurat atau tersirat dari tes selama 10 menit tersebut. Padahal bisa saja sifat2 yang tak diketahui tersebut merupakan sesuatu yg sangat penting dan spesial dari orang itu.

    @ 2

    Saya agak pusing apakah kebiasaan saya yang senang mengkritisi sesuatu ini timbul alami dari kepribadian saya ataukah hanya sebagai dampak dari pola pendidikan di kampus yang saya dapatkan akhir-akhir ini.

    Sebenernya inti dari tulisan ini tuh saya gak ingin orang terlalu mendewakan hasil tes ini sehingga dengan cepat menilai kebaikan dan keburukan seseorang. Kan gak enak misalnya ada seseorang yang tiba2 dicap sebagai “pundungan”, “egois”, “berantakan”, dsb…. Padahal kita kenal saja belum.

    Yap,,, benar atau salahnya hasil tes memang sebaiknya diambil positifnya aja. Lebih baik bila dijadikan bahan introspeksi diri.

    Balas
  • 4. azkaa,,  |  Juni 26, 2008 pukul 10:57 pm

    saya sanguin-kol.

    sejauh ini sesuai. hhe. tapi setuju kok ama kesimpulan geo, dipake buat introspeksi aja. lagian kol (dan yg lainnya) kan banyak bagusnya pur, jangan kebanyakan dipikirin yang jeleknya lah.

    Balas
  • 5. Hadi Nuryadi  |  April 3, 2009 pukul 1:17 pm

    oke

    Balas
  • 6. Hadi Nuryadi  |  April 3, 2009 pukul 1:18 pm

    oke deh

    Balas
  • 7. Maria Utari  |  April 18, 2009 pukul 2:32 pm

    I’m a choleric. Dan saya bangga. Entah kenapa! Walau pun saya merasa ga semua sifat/ciri2 orang koleris ada didiri saya. Karena saya sangat mudah bergaul, saya periang, saya sangat menghargai teman2 saya, saya tidak menutup diri untuk bergaul atau untuk sekedar berkumpul dgn teman2. Tapi saat kondisi mengharuskan saya serius, saya benar2 berubah menjadi seorang koleris yg selalu memimpin. Ya saya diantara sanguinis dan koleris.

    Balas
  • 8. wilda  |  Juli 4, 2009 pukul 9:45 am

    wew, diriku juga punya tipe seperti itu, Sanguinis-koleris… yah, ambil positifnya ajah lah, sedangkan yang negatifnya diubah…

    Balas
  • 9. anonim  |  Mei 25, 2011 pukul 12:41 am

    emm,, dri krimanmu ni,, kykx km emng gtu,, hehe..
    sntai sis, sya jg trmsuk org yg dnilai gtu sma tmen,, jdiin bhan renungan aj,, klo rda nggak trima, yo wes, biarin aj.. sya, kamu,, kita dah ckup bsar untuk nyikapi hal2 kyk gni.. hehe (koq jdi nggak nyambung gni komenx) nd p2 wes, numpang komen aj. hehe..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: