Perihal Pilkada Kota Bandung 2008

Juli 16, 2008 at 9:54 pm 5 komentar

Cuma Menurut Pandangan Manusia Biasa😀

Pilkada Kota Bandung tinggal sebentar lagi euy…! Calon-calonnya sudah ada dan semuanya menawarkan berbagai kelebihan dan janji-janji manis beserta seabrek solusi bagi masalah-masalah di Kota Bandung ini. Saya sebagai orang yang “masih” biasa-biasa saja hanya bisa nonton dan memilih.

Hingga saat ini nampaknya setiap calon memiliki pangsa pasar yang berbeda-beda (kawas barang dagangan wae). Bagi calon Incumben nampaknya masih banyak diidolakan oleh PNS di Kota Bandung ini, dengan janji-janji manisnya untuk meneruskan program-program bagus yang telah terlaksana di Kota Bandung ini. Padahal setelah saya teliti “program bagus” tersebut diantaranya adalah insentif yang diberikan beberapa bulan sekali. Para PNS khawatir bila nanti walikotanya ganti maka insentif bagi mereka tak akan berlaku lagi, padahal tak ada jaminan bila calon incumben itu terpilih lagi maka akan terus ada insentif. (Ngarana oge pejabat ngan sok loba janji wungkul, inget eta !! )

Selanjutnya bagi calon yang mengusung nama lain dari “MODIS” atau “BEKEN” sebagai nama kampanye mereka, nampaknya calon ini sangat laku di kalangan muda khususnya mahasiswa. Apalagi di kampus saya, Institut Teknologi Bandung, si calon yang juga pernah terdaftar sebagai staff pengajar di Biologi ITB ini sangatlah terkenal dan dekat namanya di hati para mahasiswa. Asal para pembaca tahu saja, bahwa influence para mahasiswa ini sangatlah besar, jadi bila para mahasiswa sudah mendukung calon ini maka sangat besar peluang dia untuk menang. Ambil contoh saja dulu saat pasangan HADE menang. Pasangan ini cukup gaul juga dengan kampanye lewat friendster. Hapunteun simkuring hilap alamat FS-na…😀

Lalu untuk calon independen-nya jujur saya gak tau euy, teu kenal ah jadi teu wani ngomong nanaon. Mungkin nanti bila saya sudah baca sedikit-sedikit baru menulis tentang calon ini.

Bisa Tidak Memperbaiki Kota Bandung

Prinsip saya sebagai manusia yang “masih” biasa-biasa saja ini adalah ‘Siapapun Walikotanya yang Penting Bandung Maju’. Betul tidak ? Rakyat teu butuh politik, rakyat teu butuh ku janji-janji, yang rakyat butuhkan hanyalah perubahan nyata terhadap Kota Bandung ini.

Tidak usahlah ada salah satu calon yang mengeluarkan program klise seperti penyediaan SD gratis di wilayah kecamatan Cicadas, padahal semua SD gratis itu adalah SD yang “minor” atau yang kurang siswanya selama ini. Kalau mau sih gratiskan saja SD Merdeka dan SD Banjarsari jangan SD-SD nu dekeut leweung. Tidak usah pula sampai menggelar money politic, malu dong ah…!! Sudah tua-tua masih bertindak licik macam itu. Bagaimana mau jadi teladan yang baik bagi generasi muda ?

Yang rakyat butuhkan adalah perubahan nyata. Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh Kota Bandung misalnya kemacetan, dan tata kota yang kacau, disamping tentunya masalah kemiskinan, pendidikan, hingga sampah yang terus menerus belum terselesaikan. Coba kalian pikir, mau sampai kapan Terminal Cicaheum, Dago, Kiara Condong, Pasar Kordon, dan tempat lainnya macet dan macet saja ?? Apakah mau terus dibiarkan seperti itu keadaannya hingga puluhan tahun kedepan ? Lalu masalah pengrusakan lahan hijau sebagai wilayah resapan air, sebagai paru-paru kota, yang dijadikan mall-mall dengan ijin dari pemerintah, apakah akan seperti itu seterusnya ? Apakah akan bertambah lagi mall-mall yang sebenarnya tidak diperlukan lagi di Kota Bandung ini…??

Seharusnya bila pemerintah ingin menjadikan Kota Bandung sebagai kota jasa, sudah selayaknyalah pemerintah membenahi sarana dan prasarana di Kota Bandung ini. Kalau pemerintah merasa tidak mampu tentunya pemerintah harus membatasi perkembangan dari Kota Bandung itu sendiri, misalnya dengan membatasi jumlah mall dan tempat-tempat wisata sehingga nantinya jumlah orang yang datang ke Bandung ini sedikit dan pastinya jalanan jadi lancar dan kota menjadi nyaman. Jika pilihan kedua terasa tidak realistis juga yah sebaiknya tidak usah jadi walikota saja atuh…!!

Jadi Walikota Itu Susah Oleh Karena Itu Kita Butuh Orang yang Benar-Benar Cocok

Dengan segudang masalah yang belum semuanya memiliki solusi jitu, Kota Bandung memerlukan pemimpin yang berani, jujur, cerdas, dan bertaqwa. Jadi walikota Bandung itu sangatlah susah, Da lamun gampang mah geus we simkuring nu jadi walikota… :mrgreen: . Oleh karena itu hanya orang-orang tertentu dan terpilihlah yang sanggup mengemban amanah ini.

Jujur saya merasa aneh masih ada saja orang yang berani mencalonkan diri menjadi walikota Bandung. Semoga saja mereka sadar bahwa menjadi walikota itu amanah bukan sekedar “anugerah” semata. Tidak ada yang patut dibanggakan dengan gelar dan jabatan selama kita tidak bisa menjalankannya dengan baik, Betul tidak…??

Semoga saja walikota Bandung yang selanjutnya adalah orang yang benar-benar cocok.

Pokokna simkuring mah BRAVO PERSIB wae lah 😆 😆

Entry filed under: ITB, Kota Bandung, Lingkungan, Manusia, sunda. Tags: .

Tulisan Saya Masuk di PilihanGue.com 10 Misteri Terpopuler di Dunia

5 Komentar Add your own

  • 1. t4rum4  |  Juli 17, 2008 pukul 6:56 am

    Walah,, saya mah gak bakal milih nih..

    Balas
  • 2. Fajar GM  |  Juli 17, 2008 pukul 12:22 pm

    Saya bakalan milih walikota yang kampanyenya bukan dengan menempelkan kertas di tembok-tembok umum😛

    Balas
  • 3. ndinanani  |  Juli 19, 2008 pukul 2:26 pm

    wah kalo manusia biasa bandung kaya akang smua…
    bandung bakal punya solusi jitu n kongkrit bwt lebih maju…
    tapi, menurut saya sich kita juga punya kesalahan euy…
    pernah gak si kita dalam sminggu ini nyebrang di zebracross…
    atau nunggu lampu merah nyala baru kita nyebrang…
    atau naik turun angkot cuma di halte….
    atau gak ngerokok di angkot, bis, n tempat umum lainnya…
    atau gak buang sampah, walaupun cuma air ludah, sembarangan…..
    atau mengambil sampah, bungkus permen aja, dari jalan trus dibuang di tempat sampah….
    atau berhenti sebelum garis zebracross pas di lampu merah kalo kita nyetir kendaraan…
    atau gak make trotoar bwt jalan motor….
    kalau ada sepuluh aja yang kaya gitu dan ngajak orang lain minimal 10 lagi dan orang lain itu ngajak lagi dan ngajak lagi dan seterusnya…
    mungkin bandung jadi kota yang jauh lebih baik dari kota roma…
    tapi selalu ada dari kesalahan bawahan yang merupakan kesalahan atasannya…
    so kalo ada pemimpin yang bisa kaya gitu selama minimal 1 minggu setiap bulan saya pasti bakalan milih dia…
    karna saya juga belum bisa….
    hehehe…….
    sory just my opinion…..

    Balas
  • 4. bagus onyet  |  Juli 21, 2008 pukul 12:25 pm

    mari kita… kawal… smoga semua lancar
    siapapun yang memimpin… kita doakan… kita dukung… kita bantu… lamun ewuh perbaikan.. gusur we!!!!!

    Balas
  • 5. gibran  |  Juli 25, 2008 pukul 2:43 pm

    takut sama pasangan no.2, bnyak munafiknya….mau nggak mau yg sdh pengalaman menjabat di eksekutif. Kalau nggak ikut nyoblos berarti hidupnya memang mau enak sendiri….udah tau kita hidup cuma dikasih dua pilihan resiko nanggung hidup di dunia & resiko amal perbuatan sehabis ninggalin dunia. Hati2 ma yg mau Golput mereka orang yg pengennya enak melulu, tapi cari kesalahan orang paling doyan…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: