KM ITB dan Antusiasme Massa Kampus

September 27, 2008 at 10:14 am 11 komentar

Saya Hanya Mahasiswa ITB bukan Anggota KM

Mungkin banyak kalimat seperti di atas yang keluar dari mulut mahasiswa-mahasiswa ITB saat ini. Mereka menganggap (Atau KM-nya sendiri yang beranggapan ya ??) bahwa segala kegiatan yang dilakukan oleh KM itu hanya berhubungan dengan segelintir mahasiswa (baca : Kabinet KM). KM yang seyogyanya dapat menjadi fasilitator mahasiswa untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik seakan tidak dimiliki oleh siapa-siapa lagi. Fungsi mahasiswa tersebut adalah yang pertama, mahasiswa harus berupaya mengembangkan diri untuk menjadi lapisan masyarakat masa depan yang berkualitas, dengan kata lain mahasiswa harus siap untuk menjadi seorang sarjana. Kedua, dengan berlandaskan nilai ilmiah dan moralitas yang seharusnya difahami oleh seluruh mahasiswa, maka mahasiswa harus bisa berperan aktif dalam masyarakat, masuk dalam tatanan kehidupan masyarakat, dan bersama-sama merasakan dan mencari solusi atas permasalahan rakyat.

Anggapan bahwa KM itu hanya milik “sebagian” orang (mahasiswa) jelaslah merupakan pernyataan yang keliru, sebab secara statusnya saja setiap mahasiswa ITB merupakan bagian dari KM, masuk dalam struktur organisasi KM, dan memiliki hak untuk bersuara. Mungkin anggapan itu muncul seiring mulai memudarnya hasrat mahasiswa masa kini untuk berorganisasi, mulai hilangnya rasa peka sosial yang dibarengi dengan tumbuhnya sikap individualis.

Ketatnya peraturan kampus dalam hal akademik masih menjadi alasan utama bagi banyak mahasiswa untuk “malas” mengikuti berbagai organisasi atau kegiatan/kepanitiaan. Mahasiswa kerap kali berlindung di bawah panji kepentingan akademik untuk meninggalkan sebagian fungsi mereka. Yang lebih parah lagi adalah mahasiswa kini nampaknya lebih senang menghabiskan waktu luang mereka untuk memikirkan game, music, movies, dan berbagai entertainment lainnya ketimbang memikirkan bagaimana cara mengaplikasikan ilmu yang didapat di kuliah dalam kehidupan sehari-hari. Yah, nampaknya mahasiswa kini sudah terjebak dalam jeratan hedonisme yang semakin parah, bila sudah sampai seperti ini lantas siapa lagi yang bisa dibebani harapan untuk merubah bangsa ini??

Budaya SO (Study Oriented) dan hedonisme beberapa mahasiswa telah membuat hati mereka “berpaling” dari fungsi mahasiswa yang seharusnya mereka jalankan dengan segenap hati dan raga, maka tak aneh bila saat ini organisasi-organisasi kampus tidak seramai masa-masa lalu.

KM-ITB, yang pada hakikatnya dimiliki oleh semua mahasiswa ITB kini nampaknya seperti sebuah rumah besar nan mewah yang tak bertuan, yang bila dibiarkan terus akan kotor, lapuk, rusak, dan hancur. Orang-orang yang kini masih peduli terhadap KM tentulah sangat kurang jumlahnya mengingat begitu beratnya tugas yang dipikul oleh KM itu sendiri. Bahkan bila dihitung secara kuantitatif, jumlah mahasiswa yang aktif membantu kegiatan KM sangatlah sedikit bila dibandingkan dengan jumlah total mahasiswa yang hilir mudik di dalam kampus ITB ini.

Akhir kata, saya berharap seluruh di dalam diri massa kampus ITB akan tumbuh kesadaran akan status kemahasiswaan mereka, semangat untuk berorganisasi dan memikirkan keadaan bangsa, dan yang paling penting adalah semangat untuk bertindak secara nyata membawa kondisi bangsa ini ke keadaan yang lebih baik tak masalah bila tindakan itu besar atau sekecil apapun.

UNTUK TUHAN, BANGSA, DAN ALMAMATER

Entry filed under: Indonesia, ITB, kuliah, Manusia, Nasionalisme, sosial. Tags: , , , , , , , , , .

Data Transfer SERIE-A 2008/2009 Perjalanan Panjang Sang Baja

11 Komentar Add your own

  • 1. petra  |  September 27, 2008 pukul 1:13 pm

    mau ikutan mau gak ya pilihan khan?

    Balas
  • 2. purmana  |  September 27, 2008 pukul 8:02 pm

    @ 1

    Maka dari itu, pilihlah dengan hati nurani๐Ÿ˜€

    Balas
  • 3. rani!  |  September 29, 2008 pukul 6:12 pm

    hmmm…setuju sama petra…
    tapi, gw lebih milih berorganisasi sih๐Ÿ˜€

    Balas
  • 4. purmana  |  September 30, 2008 pukul 11:48 pm

    Kalo menurut saya sih pernyataan Petra tuh kurang tepat. Sama aja kaya gini :
    “Mau belajar ato gak belajar ya itu pilihan kita….”

    Jadi memang kita punya pilihan, namun dalam kasus ini hanya ada satu pilihan yang saya kira paling tepat dan benar. Benar sesuai hati, dan tepat sesuai logika.

    Balas
  • 5. Silur  |  Oktober 12, 2008 pukul 11:44 pm

    Ada yang memikirkan game, jadi gamer pro,
    music? jadi musisi, movies, jadi artis.๐Ÿ˜€
    Asal jangan jadi koruptor kaya kasus kppu, m iqbal yang katanya dulu aktivis itb.

    Balas
  • 6. purmana  |  Oktober 17, 2008 pukul 11:50 pm

    @ 5

    Kalo mahasiswa yang hobinya pacaran mulu mau jadi apa Lur ??
    ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

    Balas
  • 7. De Allanize  |  Oktober 18, 2008 pukul 2:38 pm

    Wah sangat ironis dan disayangkan jika mahasiswa ITB yang katanya tingkat ekonomi dan pendidikannya udah lebih tinggi standarnya masih bertanya tentang kepentingan berorganisasi, pendidikan organisasi dan sgala hal lain. apa bedanya kita ama orang2 jaman dulu yang udah pernah ngebahas ini?berarti kita ga berkembang

    solusi singkatnya,….. kalo anda orang indonesia dan anda menikmati pendidikan yang diselenggarakan indonesia, maka bacalah tujuan pendidikan nasional.

    saya harap dari situ anda tidak banyak bertanya lagi tentang pendidikan.

    Balas
  • 8. Aktivis yang Tidak Aktif « .:.GEOMORPHOSIS.:.  |  November 30, 2008 pukul 4:25 pm

    […] dengan benar maka anda akan melihat suatu kontradiksi antara tulisan ini dengan tulisan saya yang sebelumnya. Saya menulis tulisan ini karena saya melihat adanya suatu fenomena yang sudah biasa terlihat dalam […]

    Balas
  • 9. Catra?  |  Februari 16, 2009 pukul 12:09 pm

    itulah realita kemahasiswaan ITB sekarang. kemahasiswaan terpusat seolah-olah tidak dianggap oleh massa kampus yang cenderung beraktivitas di himpunan atau unit

    Balas
  • 10. _aku_kau  |  Maret 8, 2009 pukul 10:26 am

    seandanya manusia mempunyai pikiran yang indah tentang alam2 ini mungkin kita akan hudup tenteram dan damai di hati.
    kamu bisa?
    aku merasa dunia ini sudah muak dengan manusinya yang selalu serakah dengan rakusnya harta dan kepolitikkan dan kekuwasaan tentang
    ?????????????

    Balas
  • 11. bandartogelterpercaya.info  |  April 3, 2016 pukul 8:18 am

    mantap bos

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: