Aktivis yang Tidak Aktif

November 30, 2008 at 4:28 pm 7 komentar

Pantaskah Merelakan Akademik demi Menjadi Aktivis ??

Bila anda tidak membaca tulisan ini dengan benar maka anda akan melihat suatu kontradiksi antara tulisan ini dengan tulisan saya yang sebelumnya. Saya menulis tulisan ini karena saya melihat adanya suatu fenomena yang sudah biasa terlihat dalam dunia kemahasiswaan, yaitu mahasiswa yang menjadi aktivis kebanyakan adalah mahasiswa yang kurang berprestasi dalam akademisnya.

Sebenarnya perlu diteliti kembali mengenai berbagai motif dan semangat mahasiswa saat memutuskan aktif berorganisasi dalam sebuah wadah di luar keprofesiannya. Terlebih lagi ketika kegiatan organisasi tersebut (yang tak berhubungan dengan keprofesinya) memakan cukup banyak waktu melebihi waktunya untuk menunaikan tanggung jawab menyelesaikan studinya. Bisa saja mahasiswa mengikuti sebuah organisasi dan menjadi aktivis karena dia merasa tidak menemukan suatu kebanggaan akan bidang studi dan keprofesian yang ditekuninya. Mereka mungkin menemukan sebuah ketidakpuasan saat belajar di ruang kuliah, lalu mereka berusaha mencari sebuah bentuk eksistensi di lingkungan lain. Hal tersebut akan menimbulkan sebuah ketidakfokusan dan ketidakseimbangan dalam menjalani hidup mereka sebagai mahasiswa.

Saya kadang merasa kasihan saat melihat beberapa teman saya tertidur kelelahan di ruang kuliah saat dosen mengajar di depannya, terlebih saat menanyakan alasan kenapa mereka bisa kelelahan, beberapa menjawab karena semalaman mereka rapat KM (BEM-nya ITB), menyelesaikan LPJ, membuat SOP, membahas kaderisasi, dan jawaban lain sebagainya. Saya tidak mempermasalahkan apakah nantinya mereka mengerti akan materi kuliah yang diajarkan, namun tindakan seperti itu menurut saya cukup mencerminkan bahwa tidak adanya keseimbangan dalam diri mereka sebagai mahasiswa. Terlebih saya berpendapat bahwa bila seorang mahasiswa sampai tega mengorbankan akademisnya demi mengurus hal-hal lain, maka orang tersebut tidak pantas menjadi aktivis bahkan tidak pantas menjadi mahasiwa.

Jangan Jadikan Keaktifan di Luar Kuliah Sebagai Penghambat Akademis !!

Di tulisan saya sebelumnya, saya pernah menulis bahwa “jangan jadikan akademis sebagai alasan untuk bersikap apatis sebagai mahasiswa”. Kini pernyataan tersebut saya rasa kurang lengkap dan harus ditambah dengan ” Jangan jadikan hal-hal di luar kuliah sebagai penghambat meraih prestasi akademis”. Sudah seharusnya kita sadar bahwa suatu saat nanti kita akan lulus sebagai seorang sarjana dalam keprofesian kita masing-masing bukannya sebagai sarjana unit kesenian, keagamaan, ataupun kajian dan pengabdian masyarakat.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana caranya bisa menjadi seorang aktivis dengan prestasi akademis yang membanggakan ?? Saya kira sangat banyak di luar sana yang telah sukses menjadi orang seperti itu. Intinya adalah kita harus pandai mengukur kemampuan diri sendiri. Bila kalian termasuk orang yang dikaruniai otak cerdas (sekali buka buku langsung mengerti), maka kalian tentunya memiliki banyak waktu senggang untuk beraktivitas lainnya, namun bila kalian merasa memiliki kemampuan biasa-biasa saja (bahkan cenderung belet seperti saya😀 ) maka kalian seharusnya sadar diri untuk berusaha lebih keras dalam menyelesaikan studi kalian.

Permasalahannya adalah akademis itu bersifat mutlak dan parametris. Rektorat bisa dengan mudah men-drop out mahasiswanya yang memiliki nilai buruk, namun tak akan ada hukuman apapun kepada para mahasiswa yang bersikap apatis. Hal inilah sudah seharusnya dipahami oleh setiap mahasiswa dan jadikanlah sebagai sebuah tantangan yang diselesaikan dengan “elegan” bukannya nekat atau bodoh.

Saya sangat menghargai bahkan mengagumi para teman-teman mahasiswa yang mampu menjadi seorang aktivis di luar bidang kuliahnya serta berprestasi dalam akademisnya. Saya pun hingga saat ini sedang berusaha untuk menjadi orang seperti itu walaupun nampaknya masih jauh…

Entry filed under: ITB, kuliah, Manusia, Nasionalisme, pengalaman pribadi, sosial. Tags: , , , , , , .

Perjalanan Panjang Sang Baja ITB Mau Multikampus…

7 Komentar Add your own

  • 1. agah suragah  |  November 30, 2008 pukul 6:47 pm

    aktipis nih ye🙂

    Balas
  • 2. Goenawan Lee  |  Desember 11, 2008 pukul 10:32 am

    Kadang poisi sebagai mahasiswa terombang-ambing antara idealis dan oportunis (saya males make kata realistis) ya…😆

    Balas
  • 3. naafi  |  Desember 16, 2008 pukul 3:23 pm

    di tahun 1997 sy sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di bandung juga ikut gerakan untuk menurunkan kepemimpinan Orde Baru, tapi pada saat itu sy hanya ikut2 saja nggak lebih.
    ketakutan kegiatan akademis jadi anjlok terus menghantui sy.
    saat itu jiwa saya berusaha mengikuti semua kegiatan aktivis para mahasiswa dengan ikutan demo (( sekedar ikut2 an ))
    nilai yg di dapat tdk ada untuk diri sy mungkin tuk rakyat banyak ada manfaatnya dengan turunya kepemimpinan orde baru, atau mungkin kita semua pd saat itu sdg di politisi oleh sekelompok orang tuk memperebutkan kekuasaan ((( semuanya mungkin )) hanya Allah yang tau..

    Mau Tambahan Usah Join ada di sini http://tinyurl.com/5l46wb

    Balas
  • 4. khonsa_1989  |  Desember 28, 2008 pukul 9:16 pm

    pernah dalam suatu penelitian,(sudah dibuktikan dgn SPSS) bahwa tak ada korelasi yang kuat antara IPK dengan banyaknya amanah..
    hamasah..!!
    karena pemenang bekerja lebih keras dari pecundang dan punya banyak waktu,,
    dan seorang yang gagal terlalu sibuk tuk mengerjakan sesuatu yang penting..

    blog bagus..
    salam kenal..

    Balas
  • 5. afif  |  Mei 19, 2009 pukul 12:51 am

    kenal
    khabib khumaini gak??FMIPA kimia ITB
    kenal
    Aslih Dameitry gak??STEI ITB t.elektro

    Balas
  • 6. seli_usel  |  Agustus 18, 2011 pukul 8:26 am

    menurut saya, seorang yang gagal melakukan aktivitasnya terlalu sibik dalam mengerjakan sesuatu yang penting bagi diri sendiri.

    Balas
  • 7. Doddy s  |  Maret 2, 2012 pukul 2:02 am

    Aktivis…….Rumit klo bicara tentang hal yng itu.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: