Dunia Bagi Seseorang yang Dicintai

Desember 14, 2008 at 7:40 pm 7 komentar

Hidup di dunia ini memang tidak puasnya. Jika bisa dunia ini pun akan kita lahap habis. Hal ini sering kali kita lupakan bahwa ada sesuatu yang sangat tidak bernilai harganya tapi sering kali kita lupakan. Bagi yang belum memiliki, sangat berharap ia ada, tapi saat ia ada ia sering terlupakan dengan alasan yang terkadang seolah olah bahwa semua itu kita lakukan untuk dirinya. Pernahkah kita bertanya apa sebenarnya yang paling ia perlukan dalam hidupnya..??

Gaji Papa Berapa?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. “Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak.

Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ?Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.

Tapi Papa…”

Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.

Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew

“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.

“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”

Entry filed under: Aneh-Aneh, Manusia, sosial. Tags: .

ITB Mau Multikampus… Hidup ini Hanya Untuk Kesenangan

7 Komentar Add your own

  • 1. yogie  |  Desember 14, 2008 pukul 8:30 pm

    setujuuuu……

    Balas
  • 2. puty  |  Desember 25, 2008 pukul 7:15 am

    a bit exaggerating, tapi, heheh, nancep juga ya geo..

    apa kabar geo? gw udah lama ga pernah kopdar sama batagor lagi.. lagi hectic banget di kampus😛

    Balas
  • 3. azkaa,,  |  Januari 1, 2009 pukul 3:27 am

    hehe, cerita ini ada banyak versi ya.. tapi intinya sama..

    yang penting emang kita harus inget juga ‘u don’t know what u’ve got till it’s gone’..

    Balas
  • 4. adhinatalia  |  Maret 12, 2009 pukul 5:56 pm

    Berapa banyak harta sih yang bs qta bawa mati, atw nikmati? Mengupayakan kesejahteraan keluarga memang harus, namun qta jg mesti bisa membagi waktu untuk membuat keluarga qta menikmatinya juga..seringkali ngumpul2 sambil main dan ngobrol2 aja sdh sangat menyenangkan…jangan sampai jadi budak pekerjaan…sedih klo tau banyak anak yang kesepian akhirnya jd anak bebas gaul trs salah gaul…

    Balas
  • 5. ariel  |  Mei 24, 2010 pukul 10:36 am

    sae uy..

    Balas
  • 6. seli_usel  |  Agustus 15, 2011 pukul 9:35 am

    . setuju ,,,
    karena saya sedih kalau lihat orang/anak yang kesepian akhirnya jadi anak bebas pergaulan trus sallah memilih pergaulan.
    itu yang saya takutkan.

    Balas
  • 7. beligha tarunawijaya hibrida.  |  September 10, 2011 pukul 5:55 pm

    kasihan sarah masih nkecil disuruh membayar bapaknya..hanya untuk diajak main ular tangga 30 menit..
    hmmmm dunia sungguh kejam

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: