Data Transfer SERIE-A 2008/2009

Bursa transfer pemain Eropa sudah ditutup resmi pada Senin, 1 September 2008, pukul 24.00 waktu setempat. Berikut adalah daftar lengkap pemain yang masuk dan keluar di klub-klub Serie A Italia pada bursa transfer musim panas ini.

ATALANTA


Masuk: Valdes (Lecce), Defendi (Chievo), Rinaldi (Udinese), Vieri (Free agent), Garics (Napoli), Cigarini (Parma), Tiboni (Sassuolo), Consigli (Rimini), Cerci (Roma)
Keluar: Langella (Udinese), Belleri (Lazio), Carrozzieri (Palermo), Tissone (Udinese), Paolucci (Catania), Lazzari (Cagliari), Fissore (Vicenza), Campisi (Verona), Simone Inzaghi (Lazio), Muslimovic (PAOK), Cisse (Albinoleffe)

BOLOGNA


Masuk: Paonessa (Avellino), Volpi (Sampdoria), Bernacci (Ascoli), C Zenoni (Sampdoria), Coda (Crotone), Coelho (Corinthians), Rodriguez (Penarol), Mudingayi (Lazio), Britos (Montevideo Wanderers), Lanna (Torino), Campironi (Milan), Di Vaio (Genoa), Marchini (Triestina)
Keluar: Di Gennaro (Genoa), Bucchi (Napoli), Coda (Cremonese)

CAGLIARI


Masuk: Astori (Cremonese), Marchetti (Albinoleffe), Bizera (Maccabi Tel Aviv), Marruocco (Ravenna), Lazzari (Atalanta), Matheu (Independiente)
Keluar: Storari (Milan), Capecchi (Ravenna), Marchini (Triestina), Mancosu (Rimini), Shala (belum ada klub), Garau (Alghero), D Puddu (Alghero), R Puddu (Alghero), Del Grosso (Siena)

CATANIA


Masuk: Di Cosmo (Igea Virtus), Kosicki (Inter Bratislava), Carboni (Red Bull), D`Elia (Francavilla), Babu (Triestina), Paolucci (Atalanta), Catellani (Reggiana), Dica (Steaua Bucharest), Ledesma (Boca Juniors)
Keluar: Rossi (Triestina), Pia (Napoli), Vargas (Fiorentina), Mezavilla (Perugia), Gazzola (Avellino), Babu (Avellino), Di Cosmo (Paganese), Sottil (Rimini), Catellani (Modena)

CHIEVO

Masuk: Frey (Modena), Andriani (Sansovino), Diagouraga (Massese), Kouassi (Sansovino), D`Anna (Pisa), Sorrentino (Recreativo Huelva), Grippo (Bellinzona), Patrascu (Piacenza), Langella (Udinese), Pinzi (Udinese), Granoche (Triestina), Morero (Udinese), Esposito (Roma), Kerlon (Cruzeiro), Yepes (PSG), Savini (Napoli)
Keluar: Rosi (Roma), Defendi (Atalanta), Antonazzo (Frosinone), De Paula (Foligno), Girardi (Verona), Parolo (Verona), De Falco (Ancona), Olivieri (Ancona), Cortese (Pistoiese), Mengoni (Piacenza), Marchese (Salernitana), Obinna (Inter), Gasparetto (Pisa), Granoche (Triestina)

Klik Untuk Baca Keseluruhan…

Iklan

September 3, 2008 at 6:30 am 2 komentar

FOTO KELOMPOK 34

Ini dia foto kelompok 34 yang rame, lucu, dan kompak. Diambil saat OHU-ITB tanggal 17 Agustus 2008.

Foto yang asli, yang telah diedit, ukurannya terlalu besar, saya kasihan pada para netter yang fakir bendwit.

Agustus 28, 2008 at 11:11 pm 6 komentar

INKM 2008 (dalam kenangan)

Tak terasa seluruh perjuangan itu telah selesai. Kini tak ada lagi keramaian, tak ada lagi kesibukan, tak ada lagi kelelahan, kekacauan, dan emosi yang bergelora. Yah, kini semuanya sudah berlalu, meninggalkan berjuta kenangan di hati ini.

INKM 2008, momentum awal kemahasiswaan bagi mahasiswa baru 2008, menjadi sebuah pengalaman yang sangat berkesan dan berharga. Sudah banyak pengorbanan kukeluarkan walaupun ku tak tahu apakah itu akan banyak membantu. Aku tidak ingin menjadi yang terbaik dalam kegiatan ini, aku hanya ingin menjadikan kegiatan ini terbaik bagi semuanya, terbaik bagi mahasiswa baru 2008.

Semua perjuangan yang telah kulakukan selama 3 bulan itu bagaikan mimpi, indah dirasa, namun sekelebat menghilang menggores kenangan manis yang sulit terlupa. Semua bagaikan mimpi saat kulihat sang ketua acara menutup resmi kegiatan INKM 2008 ini. Nampaknya baru saja kemarin aku mengikuti diklat calon panitia, namun kini aku sedang melihat ujung dari semua pengorbananku ini.

Aku takut bila aku dan hanya aku yang merasakan perasaan ini, perasaan kehilangan karena harus berpisah dengan sesuatu yang sudah kita cintai. Aku takut bila akhirnya semua pengorbananku ini menjadi sia-sia, semua pengorbananku ini ternyata belum mampu memenuhi tujuan acara tersebut. Aku takut bila nanti segala kesalan yang kuperbuat akan berdampak besar bagi kemahasiswaan itu sendiri dan bagi sikap dan mental mahasiswa baru 2008.

Berikut adalah beberapa kenangan yang berhasil terabadikan dalam kode-kode digital :

Dan foto yang paling berkesan adalah foto yang ada di bawah ini, yaitu foto saya bersama anggota kelompok saya (kelompok 34). Di foto ini tampak sekali kehangatan dan kebahagian yang terlukis di raut setiap wajah anggota kami. Eh, di foto terebut juga terdapat saya loh !! Coba tebak aja yang mana ayo…!? Sayang dalam foto tersebut, pasangan taplok saya yang wanita tidak ikut berfoto.

Akhir kata, saya berharap dengan berakhirnya INKM ini maka dimulailah era baru dalam kemahasiswaan ITB yang lebih dinamis dan positif. Semoga semua perjuangan yang telah saya dan teman-teman saya perbuat tidaklah sia-sia akhirnya. Terima kasih semuanya.

UNTUK TUHAN, BANGSA, DAN ALMAMATER

Agustus 21, 2008 at 9:57 pm 7 komentar

PERAN FUNGSI DAN POSISI MAHASISWA

(oleh : Geowana Yuka Purmana)

Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dsb. Sehingga mahasiswa dapat dikatakan (seharusnya) memiliki idealisme. Idealisme adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser makna kebenaran tersebut.

Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran, fungsi, dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut.

1. Peran Mahasiswa

1.1 Mahasiswa Sebagai “Iron Stock”

Mahasiswa dapat menjadi Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.

Dalam konsep Islam sendiri, peran pemuda sebagai generasi pengganti tersirat dalam Al-Maidah:54, yaitu pemuda sebagai pengganti generasi yang sudah rusak dan memiliki karakter mencintai dan dicintai, lemah lembut kepada orang yang beriman, dan bersikap keras terhadap kaum kafir.

Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi, dari zaman nabi, kolonialisme, hingga reformasi, pemudalah yang menjadi garda depan perubah kondisi bangsa.

Lantas sekarang apa yang kita bisa lakukan dalam memenuhi peran Iron Stock tersebut ? Jawabannya tak lain adalah dengan memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan, dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya.

Lalu kenapa harus Iron Stock ?? Bukan Golden Stock saja, kan lebih bagus dan mahal ?? Mungkin didasarkan atas sifat besi itu sendiri yang akan berkarat dalam jangka waktu lama, sehingga diperlukanlah penggantian dengan besi-besi baru yang lebih bagus dan kokoh. Hal itu sesuai dengan kodrat manusia yang memiliki keterbatasan waktu, tenaga, dan pikiran.

1.2 Mahasiswa Sebagai “Guardian of Value”

Mahasiswa sebagai Guardian of Value berarti mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat. Lalu sekarang pertanyaannya adalah, “Nilai seperti apa yang harus dijaga ??” Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus melihat mahasiswa sebagai insan akademis yang selalu berpikir ilmiah dalam mencari kebenaran. Kita harus memulainya dari hal tersebut karena bila kita renungkan kembali sifat nilai yang harus dijaga tersebut haruslah mutlak kebenarannya sehingga mahasiswa diwajibkan menjaganya.

Sedikit sudah jelas, bahwa nilai yang harus dijaga adalah sesuatu yang bersifat benar mutlak, dan tidak ada keraguan lagi di dalamnya. Nilai itu jelaslah bukan hasil dari pragmatisme, nilai itu haruslah bersumber dari suatu dzat yang Maha Benar dan Maha Mengetahui.

Selain nilai yang di atas, masih ada satu nilai lagi yang memenuhi kriteria sebagai nilai yang wajib dijaga oleh mahasiswa, nilai tersebut adalah nilai-nilai dari kebenaran ilmiah. Walaupun memang kebenaran ilmiah tersebut merupakan representasi dari kebesaran dan keeksisan Allah, sebagai dzat yang Maha Mengetahui. Kita sebagai mahasiswa harus mampu mencari berbagai kebenaran berlandaskan watak ilmiah yang bersumber dari ilmu-ilmu yang kita dapatkan dan selanjutnya harus kita terapkan dan jaga di masyarakat.

Pemikiran Guardian of Value yang berkembang selama ini hanyalah sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada sebelumya, atau menjaga nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kesigapan, dan lain sebagainya. Hal itu tidaklah salah, namun apakah sesederhana itu nilai yang harus mahasiswa jaga ? Lantas apa hubungannya nilai-nilai tersebut dengan watak ilmu yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa ? Oleh karena itu saya berpendapat bahwa Guardian of Value adalah penyampai, dan penjaga nilai-nilai kebenaran mutlak dimana nilai-nilai tersebut diperoleh berdasarkan watak ilmu yang dimiliki mahasiswa itu sendiri. Watak ilmu sendiri adalah selalu mencari kebanaran ilmiah.

Penjelasan Guardian of Value hanya sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada juga memiliki kelemahan yaitu bilamana terjadi sebuah pergeseran nilai, dan nilai yang telah bergeser tersebut sudah terlanjur menjadi sebuah perimeter kebaikan di masyarakat, maka kita akan kesulitan dalam memandang arti kebenaran nilai itu sendiri.

Klik Untuk Baca Keseluruhan…

Agustus 10, 2008 at 5:28 pm 62 komentar

CAWALKOT BANDUNG KALAHKA NGONGOTORAN BANDUNG

Tah nya,,, can ge jadi walikota Bandung, geus ngongotoran Kota Bandung ku poster jeung spanduk nu dipasang di mana-mana, teu tartib pisan yeuh !!!

Nyarios we bade ngawangun Bandung, bade nyeleseikeun masalah sampah, jeung lain2 sajabana. Tapi cik ku urang pikir, ti eta cara-cara kampanye teh aya teu nu mencerminkan yen janji-janji eta teh bakal kalaksana atawa teu ??

Ieu nya nu ngaranna DEMOKRASI di negeri urang teh ?? 😕  😕

(photo was taken by SE P1i smartphone @ Jl.Pelesiran, Bandung)

Juli 25, 2008 at 11:09 pm 12 komentar

62,7% Remaja Sudah Tidak Perawan Benarkah Itu

Cobalah perhatikan data yang tersaji di atas, renungkanlah hal tersebut. Terlepas dari benar atau tidaknya data tersebut, yang pasti itu dapat menjadi peringatan bagi kita semua.

Jujur, saya pribadi cenderung setuju dengan kesimpulan dari data di atas, tetapi bukan berarti saya setuju dengan data-data angka yang tertulis tersebut. Bahwa cukup banyak remaja yang perilakunya sungguh kelewatan, bahkan sampai-sampai dapat dikatakan tak beradab.

SALAH SIAPA SEMUA INI ???

APA SOLUSI UNTUK MENYELESAIKANNYA ???

Sungguh setelah merenung tentang hal ini saya jadi sedikit ragu, ‘Nampaknya Kehidupan Bangsa Indonesia Tak Akan Lebih Maju di Masa-Masa Mendatang’.

sumber berita : liputan6.com

Juli 23, 2008 at 10:55 pm 37 komentar

Apakah Muka Saya Sudah Cukup Menyeramkan

Wajah memang anugerah dari Allah, kita wajib mensyukuri pemberian tersebut. Setiap orang memiliki wajah yang berbeda-beda dan itulah salah satu yang menyebabkan orang tersebut dapat dikenali dan dibedakan dengan orang lainnya.

Wajah seseorang merupakan ciri khas, bahkan ada orang yang mengatakan bahwa wajah menyiratkan kepribadian dalam dirinya. Jadi bila ada orang yang bertampang menyeramkam, maka ia akan dianggap berkepribadian keras, lalu bila ada orang yang berwajah culun, maka ia akan dianggap sebagai orang berkepribadian culun pula. Benarkah seperti itu….???

Memang ada teori yang cukup terkenal, ‘Bahwa penilaian seseorang terhadap orang lain tergantung dari 30 detik awal mereka bertemu’. Ini menyiratkan bahwa penilaian terhadap seseorang tergantung dari cara orang tersebut menampilkan dirinya terhadap orang lain. Baik itu dari penampilan bawaan seperti postur dan wajah, ataupun dari penampilan lainnya seperti gaya rambut, pakaian, dan cara berbicara. Kesemua hal tersebut yang akan biasanya dilihat di awal-awal perkenalan.

Kembali ke masalah wajah. Apakah kalian setuju kalau seseorang dengan muka “sangar” akan berkepribadian “sangar” pula, ataupun seseorang dengan muka “culun” akan berkepribadian “culun” ??

Di bawah ini ada satu foto wajah saya, yang kalau kata orang sih culun (ada juga kok yang bilang manis :mrgreen: ) Tapi bedanya wajah saya sudah sedikit dipermak agak menyeramkan, apakah memang jadi menyeramkan ?? Atau malah tetap culun…….. ??

Klik untuk melihat selanjutnya……..

Juli 22, 2008 at 4:49 pm 12 komentar

Pos-pos Lebih Lama Pos-pos Lebih Baru


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Kata Mereka

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

Arsip