Perjalanan Panjang Sang Baja

Saat kita memegang sendok, berteduh di bawah atap kanopi, bersandar di dinding beton, atau bermimpi tentang menara Eiffel, sesungguhnya kita sedang berhubungan dengan suatu material bernama baja. Sebenarnya apa itu baja, berasal dari mana, dan Bagaimana cara membuatnya ? Saya kira kita semua harus tahu mengenai hal ini mengingat betapa dekatnya kita dengan material yang satu ini.

Perlu diketahui bahwa penggunaan besi dan baja meliputi 95% dari total produksi logam dunia. Besi dan baja dapat memenuhi banyak sekali persyaratan teknis maupun ekonomis, namun seiring berkembangnya teknologi dan tuntutan kebutuhan pasar, kini besi dan baja kian mendapat saingan dari logam bukan besi bahkan bahan non-logam.

Perlu diluruskan perbedaan antara besi (ferrous) dan baja (steel). Besi adalah unsur yang terdapat di alam, dan banyak dalam bentuk oksidanya, di dalam tabel unsur kimia unsur ini dinamakan Fe (Mr=56). Sedangkan baja merupakan paduan antara besi dengan bahan-bahan lainnya seperti karbon, krom, nikel, mangan, fosfor, dan sebagainya. Di pasaran kadang orang menyebut baja dengan kadar karbon < 1% sebagai besi saja, sedangkan yang berkadar lebih dari itu baru disebut baja. Hal tersebut tentu saja tidak bisa dibenarkan bila kita bicara dalam lingkup ilmiah.

BIJI BESI (Iron Ore)

Semua bermula dari sini, bijih besi banyak ditemukan dalam bentuk senyawa besi-oksida dan memiliki berbagai macam warna mulai dari abu, kuning, ungu, hingga merah. Bijih besi yang dimaksud itu sendiri diantaranya adalah pyrite (FeS2), Magnetite (Fe3O4), dan Hematite (Fe2O3). Hematit adalah bijih besi yang paling banyak dimanfaatkan karena kadar besinya tinggi, mencapai 66%, dan kadar kotorannya relatif rendah. Pada tahap selanjutnya hematit ini akan dimasukkan ke dalam blast furnace, yaitu tungku besar yang berfungsi melebur biji besi pada tahap awal.

BLAST FURNACE

Hematit akan dimasukkan ke dalam blast furnace, disertai denganbeberapa bahan lainnya seperti kokas (coke), batu kapur(limestone), dan udara panas. Bahan baku yang terdiri dari campuran biji besi, kokas, dan batu kapur, dinaikkan ke puncakblast furnace yang tingginya bisa mencapai 60 meter.

Setelah bahan-bahan dimasukkan ke dalam blast furnace, lalu udara panas dialirkan dari dasar tungku dan menyebabkan kokas terbakar sehingga nantinya akan membentuk karbon monoksida (CO). Reaksi reduksi pun terjadi, yaitu sebagai berikut :

Fe2O3 + 3CO → 2Fe + 3CO2

Maka didapatlah besi (Fe) yang kita inginkan. Namun besi tersebut masih mengandung karbon yang cukup banyak yaitu 3% – 4,5%, padahal besi yang paling banyak digunakan saat ini adalah yang berkadar karbon kurang dari 1% saja. Besi yang mengandung karbon dengan kadar >4% biasa disebut pig iron.

Batu kapur digunakan sebagai fluks yang mengikat kotoran-kotoran yang terdapat dalam bijih besi.

Berikut merupakan gambaran asli blast furnace :

Perlu diperhatikan bahwa bijih besi yang akan dimasukkan ke dalam blast furnace haruslah digumpalkan terlebih dahulu. Hal tersebut berguna agar aliran udara panas bisa dengan mudah bergerak melewati celan-celah biji besi dan tentunya akan mempercepat proses reduksi.

Selain dengan cara blast furnace seperti di atas, pembuatan besi kasar (pig iron) dapat pula dilakukan dengan metode reduksi langsung (direct reduction).

Reduksi Langsung (Direct Reduction)

Di dalam proses reduksi langsung ini, bijih besi direaksikan dengan gas alam sehingga terbentuklah butiran besi yang dinamakan besi spons. Besi spons kemudian diolah lebih lanjut di dalam sebuah tungku yang bernama dapur listrik (Electric Arc Furnace). Di sini besi spons akan dicampur dengan besi tua (scrap), dan paduan fero untuk diubah menjadi batangan baja, biasa disebut billet.

Proses reduksi langsung ini salah satunya dipakai oleh P.T. Karakatau Steel. Fungsi dari gas alam itu sendiri sebenarnya adakalah sebagai gas reduktor, dimana gas alam mengandung CO dan H2, yang dapat bereaksi dengan bijih menghasilkan besi murni (Fe).

Keuntungan dari proses reduksi langsung ketimbang blast furnace adalah :

  1. Besi spons memiliki kandungan besi lebih tinggi ketimbang pig iron, hasil blast furnace.
  2. Zat reduktor menggunakan gas (CO atau H2) yang terkandung dalam gas alam, sehingga tidak diperlukan kokas yang harganya cukup mahal.

Baca Keseluruhan…

November 16, 2008 at 6:13 pm 15 komentar

KM ITB dan Antusiasme Massa Kampus

Saya Hanya Mahasiswa ITB bukan Anggota KM

Mungkin banyak kalimat seperti di atas yang keluar dari mulut mahasiswa-mahasiswa ITB saat ini. Mereka menganggap (Atau KM-nya sendiri yang beranggapan ya ??) bahwa segala kegiatan yang dilakukan oleh KM itu hanya berhubungan dengan segelintir mahasiswa (baca : Kabinet KM). KM yang seyogyanya dapat menjadi fasilitator mahasiswa untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik seakan tidak dimiliki oleh siapa-siapa lagi. Fungsi mahasiswa tersebut adalah yang pertama, mahasiswa harus berupaya mengembangkan diri untuk menjadi lapisan masyarakat masa depan yang berkualitas, dengan kata lain mahasiswa harus siap untuk menjadi seorang sarjana. Kedua, dengan berlandaskan nilai ilmiah dan moralitas yang seharusnya difahami oleh seluruh mahasiswa, maka mahasiswa harus bisa berperan aktif dalam masyarakat, masuk dalam tatanan kehidupan masyarakat, dan bersama-sama merasakan dan mencari solusi atas permasalahan rakyat.

Anggapan bahwa KM itu hanya milik “sebagian” orang (mahasiswa) jelaslah merupakan pernyataan yang keliru, sebab secara statusnya saja setiap mahasiswa ITB merupakan bagian dari KM, masuk dalam struktur organisasi KM, dan memiliki hak untuk bersuara. Mungkin anggapan itu muncul seiring mulai memudarnya hasrat mahasiswa masa kini untuk berorganisasi, mulai hilangnya rasa peka sosial yang dibarengi dengan tumbuhnya sikap individualis.

Ketatnya peraturan kampus dalam hal akademik masih menjadi alasan utama bagi banyak mahasiswa untuk “malas” mengikuti berbagai organisasi atau kegiatan/kepanitiaan. Mahasiswa kerap kali berlindung di bawah panji kepentingan akademik untuk meninggalkan sebagian fungsi mereka. Yang lebih parah lagi adalah mahasiswa kini nampaknya lebih senang menghabiskan waktu luang mereka untuk memikirkan game, music, movies, dan berbagai entertainment lainnya ketimbang memikirkan bagaimana cara mengaplikasikan ilmu yang didapat di kuliah dalam kehidupan sehari-hari. Yah, nampaknya mahasiswa kini sudah terjebak dalam jeratan hedonisme yang semakin parah, bila sudah sampai seperti ini lantas siapa lagi yang bisa dibebani harapan untuk merubah bangsa ini??

Klik Untuk Baca Keseluruhan

September 27, 2008 at 10:14 am 11 komentar

Data Transfer SERIE-A 2008/2009

Bursa transfer pemain Eropa sudah ditutup resmi pada Senin, 1 September 2008, pukul 24.00 waktu setempat. Berikut adalah daftar lengkap pemain yang masuk dan keluar di klub-klub Serie A Italia pada bursa transfer musim panas ini.

ATALANTA


Masuk: Valdes (Lecce), Defendi (Chievo), Rinaldi (Udinese), Vieri (Free agent), Garics (Napoli), Cigarini (Parma), Tiboni (Sassuolo), Consigli (Rimini), Cerci (Roma)
Keluar: Langella (Udinese), Belleri (Lazio), Carrozzieri (Palermo), Tissone (Udinese), Paolucci (Catania), Lazzari (Cagliari), Fissore (Vicenza), Campisi (Verona), Simone Inzaghi (Lazio), Muslimovic (PAOK), Cisse (Albinoleffe)

BOLOGNA


Masuk: Paonessa (Avellino), Volpi (Sampdoria), Bernacci (Ascoli), C Zenoni (Sampdoria), Coda (Crotone), Coelho (Corinthians), Rodriguez (Penarol), Mudingayi (Lazio), Britos (Montevideo Wanderers), Lanna (Torino), Campironi (Milan), Di Vaio (Genoa), Marchini (Triestina)
Keluar: Di Gennaro (Genoa), Bucchi (Napoli), Coda (Cremonese)

CAGLIARI


Masuk: Astori (Cremonese), Marchetti (Albinoleffe), Bizera (Maccabi Tel Aviv), Marruocco (Ravenna), Lazzari (Atalanta), Matheu (Independiente)
Keluar: Storari (Milan), Capecchi (Ravenna), Marchini (Triestina), Mancosu (Rimini), Shala (belum ada klub), Garau (Alghero), D Puddu (Alghero), R Puddu (Alghero), Del Grosso (Siena)

CATANIA


Masuk: Di Cosmo (Igea Virtus), Kosicki (Inter Bratislava), Carboni (Red Bull), D`Elia (Francavilla), Babu (Triestina), Paolucci (Atalanta), Catellani (Reggiana), Dica (Steaua Bucharest), Ledesma (Boca Juniors)
Keluar: Rossi (Triestina), Pia (Napoli), Vargas (Fiorentina), Mezavilla (Perugia), Gazzola (Avellino), Babu (Avellino), Di Cosmo (Paganese), Sottil (Rimini), Catellani (Modena)

CHIEVO

Masuk: Frey (Modena), Andriani (Sansovino), Diagouraga (Massese), Kouassi (Sansovino), D`Anna (Pisa), Sorrentino (Recreativo Huelva), Grippo (Bellinzona), Patrascu (Piacenza), Langella (Udinese), Pinzi (Udinese), Granoche (Triestina), Morero (Udinese), Esposito (Roma), Kerlon (Cruzeiro), Yepes (PSG), Savini (Napoli)
Keluar: Rosi (Roma), Defendi (Atalanta), Antonazzo (Frosinone), De Paula (Foligno), Girardi (Verona), Parolo (Verona), De Falco (Ancona), Olivieri (Ancona), Cortese (Pistoiese), Mengoni (Piacenza), Marchese (Salernitana), Obinna (Inter), Gasparetto (Pisa), Granoche (Triestina)

Klik Untuk Baca Keseluruhan…

September 3, 2008 at 6:30 am 2 komentar

FOTO KELOMPOK 34

Ini dia foto kelompok 34 yang rame, lucu, dan kompak. Diambil saat OHU-ITB tanggal 17 Agustus 2008.

Foto yang asli, yang telah diedit, ukurannya terlalu besar, saya kasihan pada para netter yang fakir bendwit.

Agustus 28, 2008 at 11:11 pm 6 komentar

INKM 2008 (dalam kenangan)

Tak terasa seluruh perjuangan itu telah selesai. Kini tak ada lagi keramaian, tak ada lagi kesibukan, tak ada lagi kelelahan, kekacauan, dan emosi yang bergelora. Yah, kini semuanya sudah berlalu, meninggalkan berjuta kenangan di hati ini.

INKM 2008, momentum awal kemahasiswaan bagi mahasiswa baru 2008, menjadi sebuah pengalaman yang sangat berkesan dan berharga. Sudah banyak pengorbanan kukeluarkan walaupun ku tak tahu apakah itu akan banyak membantu. Aku tidak ingin menjadi yang terbaik dalam kegiatan ini, aku hanya ingin menjadikan kegiatan ini terbaik bagi semuanya, terbaik bagi mahasiswa baru 2008.

Semua perjuangan yang telah kulakukan selama 3 bulan itu bagaikan mimpi, indah dirasa, namun sekelebat menghilang menggores kenangan manis yang sulit terlupa. Semua bagaikan mimpi saat kulihat sang ketua acara menutup resmi kegiatan INKM 2008 ini. Nampaknya baru saja kemarin aku mengikuti diklat calon panitia, namun kini aku sedang melihat ujung dari semua pengorbananku ini.

Aku takut bila aku dan hanya aku yang merasakan perasaan ini, perasaan kehilangan karena harus berpisah dengan sesuatu yang sudah kita cintai. Aku takut bila akhirnya semua pengorbananku ini menjadi sia-sia, semua pengorbananku ini ternyata belum mampu memenuhi tujuan acara tersebut. Aku takut bila nanti segala kesalan yang kuperbuat akan berdampak besar bagi kemahasiswaan itu sendiri dan bagi sikap dan mental mahasiswa baru 2008.

Berikut adalah beberapa kenangan yang berhasil terabadikan dalam kode-kode digital :

Dan foto yang paling berkesan adalah foto yang ada di bawah ini, yaitu foto saya bersama anggota kelompok saya (kelompok 34). Di foto ini tampak sekali kehangatan dan kebahagian yang terlukis di raut setiap wajah anggota kami. Eh, di foto terebut juga terdapat saya loh !! Coba tebak aja yang mana ayo…!? Sayang dalam foto tersebut, pasangan taplok saya yang wanita tidak ikut berfoto.

Akhir kata, saya berharap dengan berakhirnya INKM ini maka dimulailah era baru dalam kemahasiswaan ITB yang lebih dinamis dan positif. Semoga semua perjuangan yang telah saya dan teman-teman saya perbuat tidaklah sia-sia akhirnya. Terima kasih semuanya.

UNTUK TUHAN, BANGSA, DAN ALMAMATER

Agustus 21, 2008 at 9:57 pm 7 komentar

Pos-pos Lebih Lama Pos-pos Lebih Baru


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

RSS Berita Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip