PERAN FUNGSI DAN POSISI MAHASISWA

Agustus 10, 2008 at 5:28 pm 57 komentar

(oleh : Geowana Yuka Purmana)

Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dsb. Sehingga mahasiswa dapat dikatakan (seharusnya) memiliki idealisme. Idealisme adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser makna kebenaran tersebut.

Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran, fungsi, dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut.

1. Peran Mahasiswa

1.1 Mahasiswa Sebagai “Iron Stock”

Mahasiswa dapat menjadi Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.

Dalam konsep Islam sendiri, peran pemuda sebagai generasi pengganti tersirat dalam Al-Maidah:54, yaitu pemuda sebagai pengganti generasi yang sudah rusak dan memiliki karakter mencintai dan dicintai, lemah lembut kepada orang yang beriman, dan bersikap keras terhadap kaum kafir.

Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi, dari zaman nabi, kolonialisme, hingga reformasi, pemudalah yang menjadi garda depan perubah kondisi bangsa.

Lantas sekarang apa yang kita bisa lakukan dalam memenuhi peran Iron Stock tersebut ? Jawabannya tak lain adalah dengan memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan, dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya.

Lalu kenapa harus Iron Stock ?? Bukan Golden Stock saja, kan lebih bagus dan mahal ?? Mungkin didasarkan atas sifat besi itu sendiri yang akan berkarat dalam jangka waktu lama, sehingga diperlukanlah penggantian dengan besi-besi baru yang lebih bagus dan kokoh. Hal itu sesuai dengan kodrat manusia yang memiliki keterbatasan waktu, tenaga, dan pikiran.

1.2 Mahasiswa Sebagai “Guardian of Value”

Mahasiswa sebagai Guardian of Value berarti mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat. Lalu sekarang pertanyaannya adalah, “Nilai seperti apa yang harus dijaga ??” Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus melihat mahasiswa sebagai insan akademis yang selalu berpikir ilmiah dalam mencari kebenaran. Kita harus memulainya dari hal tersebut karena bila kita renungkan kembali sifat nilai yang harus dijaga tersebut haruslah mutlak kebenarannya sehingga mahasiswa diwajibkan menjaganya.

Sedikit sudah jelas, bahwa nilai yang harus dijaga adalah sesuatu yang bersifat benar mutlak, dan tidak ada keraguan lagi di dalamnya. Nilai itu jelaslah bukan hasil dari pragmatisme, nilai itu haruslah bersumber dari suatu dzat yang Maha Benar dan Maha Mengetahui.

Selain nilai yang di atas, masih ada satu nilai lagi yang memenuhi kriteria sebagai nilai yang wajib dijaga oleh mahasiswa, nilai tersebut adalah nilai-nilai dari kebenaran ilmiah. Walaupun memang kebenaran ilmiah tersebut merupakan representasi dari kebesaran dan keeksisan Allah, sebagai dzat yang Maha Mengetahui. Kita sebagai mahasiswa harus mampu mencari berbagai kebenaran berlandaskan watak ilmiah yang bersumber dari ilmu-ilmu yang kita dapatkan dan selanjutnya harus kita terapkan dan jaga di masyarakat.

Pemikiran Guardian of Value yang berkembang selama ini hanyalah sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada sebelumya, atau menjaga nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kesigapan, dan lain sebagainya. Hal itu tidaklah salah, namun apakah sesederhana itu nilai yang harus mahasiswa jaga ? Lantas apa hubungannya nilai-nilai tersebut dengan watak ilmu yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa ? Oleh karena itu saya berpendapat bahwa Guardian of Value adalah penyampai, dan penjaga nilai-nilai kebenaran mutlak dimana nilai-nilai tersebut diperoleh berdasarkan watak ilmu yang dimiliki mahasiswa itu sendiri. Watak ilmu sendiri adalah selalu mencari kebanaran ilmiah.

Penjelasan Guardian of Value hanya sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada juga memiliki kelemahan yaitu bilamana terjadi sebuah pergeseran nilai, dan nilai yang telah bergeser tersebut sudah terlanjur menjadi sebuah perimeter kebaikan di masyarakat, maka kita akan kesulitan dalam memandang arti kebenaran nilai itu sendiri.

1.3 Mahasiswa Sebagai “Agent of Change”

Mahasiswa sebagai Agent of Change,,, hmm.. Artinya adalah mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan. Lalu kini masalah kembali muncul, “Kenapa harus ada perubahan ???”. Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita pandang kondisi bangsa saat ini. Menurut saya kondisi bangsa saat ini jauh sekali dari kondisi ideal, dimana banyak sekali penyakit-penyakit masyarakat yang menghinggapi hati bangsa ini, mulai dari pejabat-pejabat atas hingga bawah, dan tentunya tertular pula kepada banyak rakyatnya. Sudah seharusnyalah kita melakukan terhadap hal ini. Lalu alasan selanjutnya mengapa kita harus melakukan perubahan adalah karena perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak dan pasti akan terjadi walaupun kita diam. Bila kita diam secara tidak sadar kita telah berkontribusi dalam melakukan perubahan, namun tentunya perubahan yang terjadi akan berbeda dengan ideologi yang kita anut dan kita anggap benar.

Perubahan merupakan sebuah perintah yang diberikan oleh Allah swt. Berdasarkan Qur’an surat Ar-Ra’d : 11, dimana dijelaskan bahwa suatu kaum harus mau berubah bila mereka menginginkan sesuatu keadaan yang lebih baik. Lalu berdasarkan hadis yang menyebutkan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung, sedangkan orang yang hari ini tidak lebih baik dari kemarin adalah orang yang merugi. Oleh karena itu betapa pentingnya arti sebuah perubahan yang harus kita lakukan.

Mahasiswa adalah golongan yang harus menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan dikarenakan mahasiswa merupakan kaum yang “eksklusif”, hanya 5% dari pemuda yang bisa menyandang status mahasiswa, dan dari jumlah itu bisa dihitung pula berapa persen lagi yang mau mengkaji tentang peran-peran mahasiswa di bangsa dan negaranya ini. Mahasiswa-mahasiswa yang telah sadar tersebut sudah seharusnya tidak lepas tangan begitu saja. Mereka tidak boleh membiarkan bangsa ini melakukan perubahan ke arah yang salah. Merekalah yang seharusnya melakukan perubahan-perubahan tersebut.

Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan. Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti teknologi, misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal, mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis, internet akan menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif, dan lain sebagainya. Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai faktor yang mempengaruhi perubahan. Sebagai mahasiswa nampaknya kita harus bisa mengakomodasi kedua pandangan tersebut demi terjadinya perubahan yang diharapkan. Itu semua karena kita berpotensi lebih untuk mewujudkan hal-hal tersebut.

Sudah jelas kenapa perubahan itu perlu dilakukan dan kenapa pula mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam perubahan tersebut, lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-gesa, dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan, yaitu bangsa ini.

2. Fungsi Mahasiswa

Berdasarkan tugas perguruan tinggi yang diungkapkan M.Hatta yaitu membentuk manusisa susila dan demokrat yang

  1. Memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat
  2. Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan
  3. Cakap memangku jabatan atau pekerjaan di masyarakat

Berdasarkan pemikiran M.Hatta tersebut, dapat kita sederhanakan bahwa tugas perguruan tinggi adalah membentuk insan akademis, yang selanjutnya hal tersebut akan menjadi sebuah fungsi bagi mahasiswa itu sendiri. Insan akademis itu sendiri memiliki dua ciri yaitu : memiliki sense of crisis, dan selalu mengembangkan dirinya.

Insan akademis harus memiliki sense of crisis yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa itu mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

Insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Dalam hal insan akademis sebagai orang yang selalu mengikuti watak ilmu, ini juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai, dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu sendiri, kemudian meneruskannya kepada masyarakat, dan yang terpenting adalah menjaga nilai kebenaran tersebut.

3. Posisi Mahasiswa

Mahasiswa dengan segala kelebihan dan potensinya tentu saja tidak bisa disamakan dengan rakyat dalam hal perjuangan dan kontribusi terhadap bangsa. Mahasiswa pun masih tergolong kaum idealis, dimana keyakinan dan pemikiran mereka belum dipengarohi oleh parpol, ormas, dan lain sebagainya. Sehingga mahasiswa menurut saya tepat bila dikatakan memiliki posisi diantara masyarakat dan pemerintah.

Mahasiswa dalam hal hubungan masyarakat ke pemerintah dapat berperan sebagai kontrol politik, yaitu mengawasi dan membahas segala pengambilan keputusan beserta keputusan-keputusan yang telah dihasilkan sebelumnya. Mahasiswa pun dapat berperan sebagai penyampai aspirasi rakyat, dengan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dilanjutkan dengan analisis masalah yang tepat maka diharapkan mahasiswa mampu menyampaikan realita yang terjadi di masyarakat beserta solusi ilmiah dan bertanggung jawab dalam menjawab berbagai masalah yang terjadi di masyarakat.

Mahasiswa dalam hal hubungan pemerintah ke masyarakat dapat berperan sebagai penyambung lidah pemerintah. Mahasiswa diharapkan mampu membantu menyosialisasikan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Tak jarang kebijakan-kebijakan pemerintah mengandung banyak salah pengertian dari masyarakat, oleh karena itu tugas mahasiswalah yang marus “menerjemahkan” maksud dan tujuan berbagai kebijakan kontroversial tersebut agar mudah dimengerti masyarakat.

Posisi mahasiswa cukuplah rentan, sebab mahasiswa berdiri di antara idealisme dan realita. Tak jarang kita berat sebelah, saat kita membela idealisme ternyata kita melihat realita masyarakat yang semakin buruk. Saat kita berpihak pada realita, ternyata kita secara tak sadar sudah meninggalkan idealisme kita dan juga kadang sudah meninggalkan watak ilmu yang seharusnya kita miliki. Contoh kasusnya yang paling gampang adalah saat terjadi penaikkan harga BBM beberapa bulan yang lalu.

Mengenai posisi mahasiswa saat ini saya berpendapat bahwa mahasiswa terlalu menganggap dirinya “elit” sehingga terciptalah jurang lebar dengan masyarakat. Perjuangan-perjuangan yang dilakukan mahasiswa kini sudah kehilangan esensinya, sehingga masyarakat sudah tidak menganggapnya suatu harapan pembaruan lagi. Sedangkan golongan-golongan atas seperti pengusaha, dokter, dsb. Merasa sudah tidak ada lagi kesamaan gerakan. Perjuangan mahasiswa kini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi “satu nafas” bersama rakyat.

UNTUK TUHAN, BANGSA, DAN ALMAMATER

Entry filed under: kuliah, Lingkungan, Manusia, sosial. Tags: .

CAWALKOT BANDUNG KALAHKA NGONGOTORAN BANDUNG INKM 2008 (dalam kenangan)

57 Komentar Add your own

  • 1. Epat  |  Agustus 10, 2008 pukul 7:04 pm

    nilai-nilai itu telah tergerus oleh neoliberalis dan kapitalism, yang semangkin memperbanyak produk-produk individualis dari kampus. memang musti harus ada yang tetap memperjuangkan semuanya…
    selamad berjuang ;-)

    Balas
  • 2. itikkecil  |  Agustus 11, 2008 pukul 11:26 am

    Apapun perannya, jangan lupakan kewajiban utama untuk belajar dan menyelesaikan kuliah :D

    Balas
  • 3. azkaa,,  |  Agustus 12, 2008 pukul 11:21 pm

    itu semua memang kondisi ideal yang ingin sekali dicapai.

    tapi kayaknya banyak mahasiswa yang memilih apatis deh pur. yang penting kuliah. lulus. that’s it.

    Balas
  • 4. Hedwig™  |  Agustus 13, 2008 pukul 10:12 am

    hi hi hi.. kalo menwa gimana oom ?

    Balas
  • 5. arie dw  |  Agustus 18, 2008 pukul 4:29 pm

    uuughh..jadi mahasiswa tu susah ya?
    hhhmph. aku mhs baru nih ..di ui pula. tuntutan tinggi bo.
    pngen jadi ank kcil ajah..

    Balas
  • 6. riei  |  Agustus 18, 2008 pukul 4:31 pm

    thanx ya, gue dpt ide bwt bkin essay nih.
    pas bgt untk tgs

    Balas
  • 7. aRuL  |  Agustus 20, 2008 pukul 12:40 am

    kadang mahasiswa kurang mengetahui apa yang sebenarnya menjadi fungsi dan perannya, terkontaminasi oleh perkembangan zaman yang mengarahkan untuk individualistis :D

    Balas
  • 8. wongkeban  |  Agustus 22, 2008 pukul 3:31 am

    HIDUP MAHASISWA

    Balas
  • 9. rangga  |  Agustus 22, 2008 pukul 6:22 am

    wah, nampaknya anda cocok untuk jadi mentor di INKM 2009 :D

    Balas
  • 10. maya  |  Agustus 23, 2008 pukul 10:00 am

    pengalaman waktu kuliah dulu, aktif diberbagai organisasi dan pergerakan mahasiswa, kuliah (sedikit :-P ) terabaikan, skripsi gak kelar2 :-D … (jgn ditiru :-P )

    tapi bukan berarti gak mungkin lho jadi mahasiswa ideal seperti diatas ;-)

    nice post..jadi nambah ilmu nih..

    lam kenal.. :-)

    Balas
  • 11. sariyusriati  |  Agustus 23, 2008 pukul 10:54 am

    peran, fungsi, dan posisi mahasiswa.
    kita tau teorinya…

    tapi sudahkah kita melakukan sesuatu?
    dengan orientasi bangsa.

    ayo sama2 bergerak untuk itb yg lebih baik!
    untuk indonesia yang lebih baik!

    UNTUK TUHAN, BANGSA, DAN ALMAMATER!!

    Balas
  • 12. rezco  |  Agustus 24, 2008 pukul 7:53 am

    peran idealis semua
    realitanya???

    Balas
  • 13. an1k03a  |  Agustus 25, 2008 pukul 3:33 pm

    Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersediaa plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://pendidikan.infogue.com/peran_fungsi_dan_posisi_mahasiswa

    Balas
  • 14. Albert  |  Agustus 29, 2008 pukul 6:35 am

    Peran Fungsi dan Posisi yang indah. Andai semuanya bisa terlaksana dengan baik.. Pasti bangsa ini akan maju.

    Balas
  • 15. jok san  |  Oktober 22, 2008 pukul 7:10 pm

    bagus cuy…
    boleh minta yah tuk tugas OS,,

    smoga kondisi idela tersevut dapat tercapai..
    tpi dengan sistem kampus yg kyak gini susah deh…

    tapi ini…

    UNTUK TUHAN, BANGSA, DAN ALMAMATER…

    MERDEKA…!!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 16. purmana  |  Oktober 22, 2008 pukul 7:52 pm

    @ 15

    Boleh… Silakan2

    Asal jangan lupa !!! Cantumin nama penulisnya…
    Bukannya pengen terkenal,, tapi kan ini namanya hak kekayaan intelektualitas.. hehehe apapun lah namanya.

    Balas
  • 17. laskar ijo  |  Oktober 24, 2008 pukul 4:46 pm

    coy…
    gw ambil bwt tugas OS ya..
    mas jok san…
    kyknya kita dari satu aliran…
    tugas kita kok sama ya..
    heheh
    UNTUK TUHAN BANGSA DAN ALMAMATER
    MERDEKA.

    Balas
  • 18. purmana  |  Oktober 24, 2008 pukul 11:54 pm

    @ 17. laskar ijo

    Iya… Iya…

    UNTUK TUHAN BANGSA DAN MAUNG BANDUNG deh…

    Balas
  • 19. yusran  |  April 24, 2009 pukul 9:29 pm

    wah….
    postingannya bagus skali…
    boleh nda mas juga bahas ttg peran mahasiswa sebagai agent of social control dan agent of analitis……
    dari sekian peran mahasiswa yg dijelaskan pastinya diharapkan mahasiswa itu menjadi moral force buat bangsa dan negara kita….

    saya tunggu postingan selanjutnya ttg peran mahasiswa…
    klo bisa juga ttg ciri2 mahasiswa dong…

    thanks

    Balas
  • 20. lukmanulhasan  |  Mei 3, 2009 pukul 4:33 am

    Numpang lewt ja dh

    Balas
  • 21. zee  |  Mei 28, 2009 pukul 6:20 pm

    saya ngopy yahh . buat tugas nih .
    ok .
    thx

    Balas
  • 22. joe_joe  |  Juni 22, 2009 pukul 2:00 pm

    thanks

    Balas
  • 23. rhei  |  Agustus 14, 2009 pukul 10:52 pm

    leh copy paste ya….
    urgen…

    Balas
  • 24. sholihah  |  September 5, 2009 pukul 6:39 am

    terima kasih..ya…atas..artikel yg anda buat..shg saya dpt..lbih mngerti ttng peranan dan posisi mahasiswa

    Balas
  • 25. islahuddin  |  September 8, 2009 pukul 1:35 pm

    lupakan fungsi,peran,tanggung jawab dan sebagainya karena mahasiswa saat ini lebih suka cepat-cepat selesai kuliah. mari kita lihat fungsi kontrol terhadap parlemen saat ini. hemat saya fungsi kontrol lebih banyak dilakukan oleh pers, sedang mahasiswa nihil. bravooo.

    Balas
  • 26. bisam  |  Oktober 8, 2009 pukul 11:01 pm

    ya lumayan juga si pendapatnya makasi ya

    Balas
  • 27. Thony  |  Oktober 10, 2009 pukul 3:17 pm

    Salam Pergerakan…
    Tangan Terkepal Maju Kemuka…

    Balas
  • 28. agus  |  Desember 26, 2009 pukul 6:18 am

    pentingnya peran mahasiswa dalam masyarakat dan bangsa adalah sebagai salah satu penyambung lidah rakyat serta peran mahasiswa adalah bagaimana mempersiapkan diri mereka untuk menerima tongkat esrafet kepemimpinan bangsa ini. mau jadi ap kalao para calon pemimpin kita adalah orang2 yang tak punya idealisme terhadap bangsa kita. ingat teman2 sekalian ap hanya dengan kuliah cepat selesai dan dapat kerja itu menyelesaikan masalah belum tentukan. ingat para pendiri bangsa kita untuk memerdekan negri ini bukan untuk kita lupakan untuk saat ini tapi mari kita tunjukkan rasa penghormatan kita dengan mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan cara yang kita bisa tanpa harus meninggalkan kaidah dan makna pancasila

    Balas
  • 29. nashril abdillah  |  Februari 6, 2010 pukul 10:38 pm

    assalaamu’alaikum.,
    salam hangat,.
    ternyata bgini ya peran mahasiswa,.intinya tu kayak yang islam sllu ajarkan,.,.”bermanfaatbagi orang lain”

    ok mas,.sukses selalu.,

    *lagi blog walking ni critanya*

    Balas
  • 30. Hamzah  |  Oktober 17, 2010 pukul 10:04 am

    thx yh informasinya

    Balas
  • 31. fadlikadn  |  November 12, 2010 pukul 3:38 pm

    Hidup Mahasiswa…!!
    Hidup rakyat Indonesia…!! ;-)

    Balas
  • 32. wawan setiawan  |  Februari 25, 2011 pukul 10:11 am

    Assalamualikum… Maju Mahasiswa!!! bagi rekan2 mahasiswa yang kerjaanya kuliah doank baca artikel ni………. mudah2n sadar sebenarnya tugas kita lebih besar tidak hanya kuliah saja.

    Balas
    • 33. Ria LJr Cf  |  Juli 9, 2011 pukul 7:27 pm

      maybe;
      ada baiknya jika kita mulai dari “mengetahui apa yang kita katakn N lakukan, seblum mengtakan N melakukan apa yang kita ketehaui….

      insya Allah semua fungsi N tanggung jawab dapt berjalan dengan lancar serta mendapat dukungan dari Masyarakat.

      Balas
  • 34. seli_usel  |  Agustus 12, 2011 pukul 8:51 am

    apapun perannya tapi harus ingat sama kewajiban nya sebagai mahasiswa.

    Balas
  • 35. Harumi  |  September 6, 2011 pukul 11:29 am

    Terharu loh baca masih ada mahasiswa yg peduli sama peran fungsi dan posisi mahasiswa ini. Gue angkatan 2004, dan makin kesini makin miris sama perkembangan kemahasiswaan, terutama di kampus ini. Kyanya kok makin terbawa arus globalisasi kapitalis ya? Mahasiswa diarahkan utk absen kuliah –> kejar IP tinggi –> kerja di MNC –> bergaji tinggi –> hidup nyaman –> persetan dengan idealisme/nasionalisme/sejenisnya.
    Lalu, mana sumbangan/pengabdian ke masyarakatnya?

    Would we walk hand in hand in harmonia progressio?

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater, MERDEKA!!

    Balas
  • 36. jeri girik allo  |  Oktober 2, 2011 pukul 1:57 pm

    yag penting jangan kulia kupu-kupu [kuliah pulang-kulia pulang] gmana mau jdi calon pemimpin lau kayak gtu…..?

    Balas
  • 37. Ramadhan  |  Oktober 10, 2011 pukul 2:15 am

    hanya butuh Tiga ;
    1. Kesadaran
    2. Komitmen, dan
    3. Tanggungjawab

    Balas
  • 38. Isaac  |  Oktober 11, 2011 pukul 7:11 pm

    terimakasih penjelasannya

    Balas
  • 39. agung kuswantoro,agungbae123  |  November 3, 2011 pukul 9:30 am

    bagus,,terima kasih

    Balas
  • 40. nila  |  Januari 12, 2012 pukul 2:44 am

    ambil sediikit ya…
    hahahaha:)

    Balas
  • 41. hasan  |  Januari 23, 2012 pukul 4:32 pm

    mantap akan tetapi kita sebaga mahasiswa harus tau apa tujuan bangsa ini dilahirkan dan dimerdekakan bukan hanya semboyan akan tetapi harus mempunyai tujuan yanag jelas …!!

    Balas
  • 42. Muhammad Rizalss  |  Maret 25, 2012 pukul 12:20 am

    saya sepakat dengan refrensi diatas,,,,, harus mahasiswa menjadi seperti biasanya,,,,, yg menyandang identitasnya sebagai mahasiswa,,, yg melakukan perubahan yg lebih baik yg tanpa di dasari ormas atau ras golongan manapun,,,, dan parpol,,,, jika ingin melakukan pergerakan untuk perubahan bangsa ini,,,menjadi lebih baik dan sejahtra,,,, dari tahun2 kemarin sebelumnya

    Balas
  • 43. lysa  |  Mei 9, 2012 pukul 3:51 pm

    kyanya ada yang kurang mas..kl boleh nambahin, peran fungsi mahasiswa (PFM) ada 4. yaitu : Iron Stock, Agent of change, Moral Force, dan Social Control… yang didalam semua itu pasti ada unsur2 character building seperti : kejujuran, loyalitas, leadership, empati, solidaritas (solidaritas bukan sededar kekompakan) dll dll dll. Apabila bangsa ini walaupun udah g mahasiswa menerapkan itu filosofi itu semua dlm manajemen bangsa….waaahhhh hasilnya pasti luar biasa ^__________^

    Balas
  • [...] mahasiswa kini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi “satu nafas” bersama rakyat. sumber : http://geowana.wordpress.com/2008/08/10/peran-fungsi-posisi-mahasiswa/ google.com blogger.com Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. [...]

    Balas
  • 45. lamhot marbun  |  Juni 4, 2012 pukul 9:28 am

    mahasiswa itu sudah pragmatis

    Balas
  • 46. radhit  |  Juli 19, 2012 pukul 9:25 am

    Mahasiswa yang mendaptkan ilmu di kampus sedikit banyak sudah menerapkan dalam kehidupannya. dan apa yang telah terterap didiri mahasiswa melalui ilmunya, sehingga menjadi kebiasaan dan pasti akan memberi efek di masyarakat sekitar.
    so… secara tak sadar, mahasiswa telah memberikan sumbangsih ilmunya dan membawa perubahan kepada masyarakat, hanya saja perlu kemauan yang besar dari mahasiswa itu sendiri untuk mencapai perubahan yang besar, juga yang membuat para mahasiswa “beridiri sendiri-sendiri” adalah kepentingan yang berbeda-beda dalam hidup mereka masing-masing. saya rasa mereka juga perlu memikirkan kehidupan mereka setelah selesai kuliah.masa iya mau jadi mahasiswa abadi?
    coba pikir….
    jika satu mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang dia dapat ke menjadi kebiasaan diri sendiri, apa yang terjadi jika semua mahasiswa melakukan hal tersebut? secara otomatis perubahan besar akan terjadi di masyarakat.
    sekarang hanya bagaimana membuat mahasiswa menjadikan ilmu yang dia dapa,bisa menjadi kebiasaan dalam hidupnya, atau yang paling kecil dapat terterap didiri mahasiswa tersebut.

    Balas
  • 47. radhit  |  Juli 19, 2012 pukul 9:26 am

    (saya baru maba, tolong dikoreksi:) )

    Balas
  • 48. obhy  |  Juli 25, 2012 pukul 4:41 am

    Mksh yahh…
    Jadi inspirasi buat tugas essay pk2mu ku…

    Balas
  • 49. obhy  |  Juli 25, 2012 pukul 4:45 am

    Yg social controlnya kok nggak ada..
    Buatin donk, biar jd inspirasi.. :)
    Nggak mahir dalam mengarang soalnya :)

    Balas
  • 50. Tugas kita sebagai mahasiswa | matarantaimahasiswa  |  Maret 14, 2013 pukul 2:25 am

    [...] mahasiswa kini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi “satu nafas” bersama rakyat. sumber : http://geowana.wordpress.com/2008/08/10/peran-fungsi-posisi-mahasiswa/ [...]

    Balas
  • 51. Shingo Yabuki  |  April 5, 2013 pukul 4:12 pm

    makasi. aku jadikan bahan skripsiku. :D

    Balas
  • 52. Andi  |  Mei 25, 2013 pukul 12:10 am

    thanks gan.

    informasinya membantu..

    Balas
  • 53. Peran dan Fungsi Mahasiswa | hafizalia's blog  |  Agustus 25, 2013 pukul 3:25 pm

    […] dan http://geowana.wordpress.com/2008/08/10/peran-fungsi-posisi-mahasiswa/ pada tanggal 25 agustus […]

    Balas
  • […] (sumber : http://geowana.wordpress.com/2008/08/10/peran-fungsi-posisi-mahasiswa/) […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekilas Diriku

'Seorang manusia normal yang memiliki keinginan normal untuk menjadi orang yang tidak normal'

Banner


Awas Nanti Kepala Bocor

Arsip


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: